Proposal Tesis Bahasa Indonesia Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013

220
1297


Proposal Tesis Bahasa Indonesia Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013
Judul: Pengembangan Bahan Ajar Menggali Informasi Dari Teks Narasi Sejarah Bermuatan Nilai-nilai Karakter Pada Peserta Didik Kelas V SD
Oleh INDAH PINTA SARI 0103513009
Pendidikan Dasar Konsentrasi Bahasa Indonesia Program Pascasarjana  Universitas Negeri Semarang 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A Latar Belakang Masalah
Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Pada dasarnya bahan ajar berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan, dan ketrampilan yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasa tertentu yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dilihat dari aspek fungsi, bahan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara langsung dan sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara tidak langsung. Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan langsung, bahan pembelajaran merupakan bahan ajar utama yang menjadi rujukan wajib dalam pembelajaran. Contohnya adalah buku teks, modul, handout, dan bahan-bahan panduan utama lainnya. Bahan pembelajaran dikembangkan mengacu pada kurikulum yang berlaku, khususnya yang terkait dengan tujuan dan materi kurikulum seperti kompetensi, standar materi dan indikator pencapaian. Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara tidak langsung, bahan pembelajaran merupakan bahan penunjang yang berfungsi sebagai pelengkap. Contohnya adalah buku bacaan, majalah, program video, leaflet, poster, dan komik pengajaran. Bahan pembelajaran ini pada umumnya disusun di luar lingkup materi kurikulum, tetapi memiliki keterkaitan yang erat dengan tujuan utamanya yaitu memberikan pendalaman dan pengayaan bagi siswa.
Hasil analisa terhadap buku guru dan buku siswa yang penulis lakukan pun masih menemukan substansi materi yang belum sesuai dengan kurikulum 2013. Jenis teks yang digunakan belum sesuai dengan kompetensi dasar. Para guru mengakui bahwa kedalaman materi yang ada masih belum mendalam. Oleh sebab itu, maih diperlukannya pengembangan buku pengayaan yang dapat dipakai pada kurikulum 2013.
Buku ajar berdasarkan kurikulum 2013 memiliki karakter berbasis teks menggunakan pendekatan terintegrai. Pembelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 berorientasi pada pembelajaran berbasis teks. Hal ini terlihat pada komptensi inti maupun kompetensi dasar, khususnya pada kompetensi dasar kelas V yang menyajikan empat jenis teks, yaitu teks laporan buku, teks penjelasan, teks paparan iklan, serta teks narasi sejarah.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN 02 Ngadisepi Temanggung yang telah menerapkan kurikulum 2013, guru mengaku kesulitan dalam mengajarkan materi berbentuk teks, khususnya dalam menggali informasi dari teks cerita narasi sejarah. Guru mengeluhkan bahwa buku pegangan guru ataupun buku siswa belum memberikan kemudahan kepada guru dan siswa dalam belajar. Oleh sebab itu, perlu adanya bahan ajar yang mampu memperkaya materi tentang teks narasi sejarah.
Sekolah sebagai lembaga kedua setelah keluarga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada individu. Di sekolah individu belajar bagaimana nilai-nilai kehidupan harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah dari pada di tempat lain, oleh sebab itu sekolah menjadi tempat pembentukan karakter bagi para peserta didik. Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah. Komponennya berupa pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter harus disosialisasikan sejak dini pada semua jenjang pendidikan. Lembaga pendidikan harus tampil sebagai pionir pendidikan dalam membangun karakter peserta didik yang bermoral dan berakhlak, dinamis serta visioner.
Menurut N. A. Putri (2011) pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah. Komponennya berupa pengetahuan, kesadaran, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan ketika proses pembelajaran, namun dapat juga diberikan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pendidikan di sekolah dapat menggunakan berbagai cara dan media, dan salah satunya dengan mengembangkan bahan ajar cerita petualangan bermuatan pendidikan karakter yang bertujuan membentuk penerus bangsa yang berkarakter dan berbudi pekerti luhur.
Tantangan pendidikan dewasa ini untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan tangguh semakin berat. Pendidikan tidak cukup hanya berhenti pada memberikan pengetahuan yang paling mutakhir, namun juga harus mampu membentuk dan membangun sistem keyakinan dan karakter kuat setiap peserta didik sehingga mampu mengembangkan potensi diri dan menemukan tujuan hidupnya. Pendidikan di sekolah tidak lagi cukup hanya dengan mengajar peserta didik membaca, menulis dan berhitung, kemudian lulus ujian dan nantinya mendapatkan pekerjaan yang baik. Sekolah harus mampu mendidik peserta didik untuk mampu memutuskan apa yang benar dan salah, serta sekolah juga perlu membantu orang tua untuk menemukan tujuan hidup peserta didik. Upaya pendidikan dan penanaman nilai moral sejak dini dalam rangka mengembangkan karakter anak merupakan upaya yang perlu melibatkan semua pihak, baik keluarga inti, sekolah, masyarakat maupun pemerintah. Jika antar berbagai unsur lingkungan pendidikan tersebut tidak harmonis maka pembentukan karakter pada anak tidak akan berhasil dengan baik.
Wahyudin (2008: 9.32) menyatakan pentingnya inovasi dalam bidang pendidikan, guru merupakan salah satu agen pembawa perubahan. Melalui gurulah, suatu inovasi dapat disebarluaskan dan dilaksanakan. Guru dituntut untuk menemukan dan menerapkan suatu inovasi, khususnya dalam bidang pendidikan, dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga proses dan hasil belajar siswa menjadi optimal.
Bacaan anak tidak terbatas pada hal-hal yang bersifat fantasi atau sastra, tetapi juga bacaan yang bersifat pengetahuan, keterampilan khusus, komik atau cerita bergambar, cerita rakyat dan sebagainya. Sifat dan hakikat sastra anak harus sesuai dengan dunia dan alam kehidupan anak-anak yang khas milik mereka dan bukan milik orang dewasa. Karakteristik cerita untuk anak yang sudah disesuaikan untuk anak  indonesia oleh Musfiroh (2008: 33-45) dijelaskan dalam tujuh karakteristik. Karakteristik tersebut yaitu tema, amanat, plot, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, dan sarana kebahasaan. Sarana kebahasaan cerita untuk anak harus disesuaikan dengan tahap perkembangan bahasa anak dalam hal kosakata, dan struktur kalimat sesuai dengan tingkat perolehan anak. Kosakata untuk anak berisi kata-kata yang mudah, berisi beberapa konsep numerik dasar, beberapa kata sifat, kata adverb, kata rujukan orang preposisi, kata sambung. Kosakata sebaiknya tidak bermakna ganda dan tidak konotatif, kata sering diulang-ulang, terutama kata yang penting, sederhana, tepat, mudah dicerna dan diingat anak.
Postholm (2011) menyatakan bahwa istilah R & D kerja (penelitian dan pengembangan) menunjukkan bahwa terdapat setidaknya dua proses yang terjadi pada saat yang sama, praktik baik dieksplorasi dan dikembangkan. Pendekatan sistematis berarti bahwa wawasan peneliti difokuskan pada kegiatan dalam praktek, itu adalah wawasan yang mewakili bagian sistematis dari pembelajaran.
Perkembangan minat pada anak dapat dilihat dari pengamatan pada saat melakukan kegiatan, pertanyaan anak yang diberikan terus menerus, pokok pembicaraan yang mengarah pada minat anak, pilihan buku bacaan, hasil menggambar spontan, jawaban atas pertanyaan spontan yang diutarakan orang dewasa kepada anak, dan segala bentuk hasil karya anak. Berdasarkan hasil penelitiannya, Hurlock (1979: 116-143) mengidentifikasi beberapa minat yang umum pada anak-anak yaitu minat terhadap tubuh manusia, penampilan, pakaian, nama, lambang ststus, agama, jenis kelamin, dan pekerjaan di masa mendatang.
Dantes (2008) dalam Workshop Pengembangan Bahan Ajar menyatakan bahwa pengembangan materi ajar berbasis tematik didasarkan beberapa prinsip yaitu: sesuai dengan potensi peserta didik; relevansi dengan karakteristik lingkungan (kontekstual), sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional dan sosial peserta didik; bermanfaatan bagi peserta didik; bersifat riil/aktual. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapain kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Suhartiningsih (2012) menyatakan bahwa tujuan khusus penelitiannya untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menemukan unsur-unsur yang membentuk cerita, nilai-nilai yang terkandung dalam cerita dan memberikan tanggapan tertulis tentang isi cerita. Setelah tindakan dilakukan dengan menerapkan pendekatan area isi dalam pembelajaran apresiasi sastra, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) 80% dari siswa dapat menemukan unsur-unsur yang membentuk cerita dengan benar, (2) 75% dari siswa dapat menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita dengan benar, dan (3) 80% dari siswa bisa memberikan tanggapan tertulis tentang isi cerita dengan bahasa kronologis yang mudah dipahami.
Berdasarkan pemaparan di atas, maka peneliti mengambil judul “Pengembangan Bahan Ajar Menggali Informasi dari Teks Narasi Sejarah Bermuatan Nilai-nilai Karakter pada Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar”.
B Identifikasi Masalah
Berdasarkan pengamatan terhadap proses pembelajaran, menunjukan bahwa:
Bahan ajar yang digunakan hanya buku edaran dari pemerintah dan buku lain yang masih mengacu pada KTSP.
Guru kesulitan dalam penyediaan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter.
C Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dalam penelitian ini yaitu:
Keterbatasan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik.
Keterampilan membaca peserta didik masih relatif rendah dan masih kurang tertanamnya nilai-nilai karakter pada peserta didik.
D Rumusan Masalah
Permasalahan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
Bagaimanakah karakteristik bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD?
Bagaimanakah prototipe bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD?
Bagaimanakah keefektifan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa kelas IV SD?
E Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian dalam rangka memperoleh deskripsi dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut:
Mendeskripsikan karakteristik bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD.
Mengembangkan prototipe bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD.
Menguji keefektifan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakte yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa kelas V SD.
F Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam penggunaan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD. Adapun manfaat yang ingin dicapai meliputi:
Manfaat Teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran bagi pengembangan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD.
Manfaat Praktis
Manfaat bagi Peserta Didik
Hasil penelitian berupa bahan ajar dapat mengakomodasi keterbatasan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD.
Manfaat bagi Guru
Sebagai bahan informasi bagi guru dalam keterampilan pengembangan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD.
Manfaat bagi Sekolah
Sekolah dapat meningkatkan mutu dan hasil belajar siswa, dengan bertambahnya pengetahuan guru-guru tentang cara pengembangan bahan ajar yang memberikan kontribusi positif dalam perbaikan pembelajaran.
Manfaat bagi Peneliti
Memberikan sebuah pengalaman yang menjadi motivator dalam mengembangkan bahan ajar sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai guna menerapkannya dalam proses pembelajaran.
BAB II
LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA
Bahan Ajar
Pengertian Bahan Ajar
Prastowo (2012: 17), mengatakan bahwa bahan ajar adalah segala bahan baik informasi, alat, ataupun teks yang disusun secara sistematis dan menampilkan secara utuh kompetensi yang dapat dikuasai siswa untuk digunakan dalam pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan telaah implementasi pembelajaran.
Majid (2007: 174) berpendapat bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat, dan teks yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurut Widodo dan Jasmadi (2008: 40) bahan ajar adalah seperangkat alat pembelajaran yang berisi materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang disusun secara sistematis dan menarik dengan tujuan mencapai kompetensi atau subkompetensi  dengan segala komplesitasnya. Bahan ajar dapat berbentuk buku teks, modul, handout, LKS, dan dalam bentuk lainnya.
Lebih lengkap Muslich (2010: 198) menjelaskan bahwa bahan ajar harus disesuaikan dengan kurikulum, sumber belajar, dan karakter siswa. Bahan ajar berfungsi sebagai sumber dalam pembelajaaran. Maka bahan ajar harus disesuaikan dngan seluruh komponen pmbelajaran termasuk kurikulum.
Buku teks pelajaran dibedakan menjadi dua jenis (Mohammad dalam Prastowo, 2012:168), yakni: buku teks utama dan buku teks pelengkap. Dari pembagian buku teks pelajaran tersebut, maka pengembangan bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buku teks pelengkap yang sifatnya membantu atau tambahan bagi buku teks utama. Buku teks pelengkap ini disusun dalam bentuk bacaan nonfiksi untuk anak.
Berdasarkan pemaparan tentang pengertian bahan ajar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.
Tahapan Pembuatan Bahan Ajar
Pembuatan bahan ajar menurut Prastowo (2011: 49) terdiri atas tiga tahapan yaitu sebagai berikut:
Melakukan analisis kebutuhan, langkah-langkahnya meliputi menganalisis:
Kurikulum (KI, KD, indikator, materi pokok, pengalaman belajar);
Sumber belajar (ketersediaan, kesesuaian, kemudahan);
Memilih dan menentukan bahan ajar.
Memahami kriteria pemilihan sumber belajar;
Kriteria umum (ekonomis, praktis, mudah didapat, dan fleksibel);
Kriteria khusus (memotivasi peserta didik dalam belajar, mendukung KBM, penelitian, memecahkan masalah, dan presentasi).
Menyusun peta bahan ajar, bertujuan untuk mengetahui jumlah bahan ajar yang harus ditulis, urutan bahan ajar, dan menentukan sifat bahan ajar.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam membuat bahan ajar harus berdasarkan struktur masing-masing bentuk bahan ajar. Dengan adanya petunjuk dan panduan tersebut maka akan lebih mudah dalam mengembangkan bahan ajar.
Komponen Penilaian Bahan Ajar
Komponen buku teks pelajaran meliputi empat komponen, dijelaskan dalam rincian berikut:
Kelayakan isi, komponen kelayakan isi ini diuraikan menjadi beberapa sub komponen atau indikator berikut:
Alignmentdengan KI dan KD mata pelajaran, perkembangan anak, kebutuhan masyarakat;
Substansi keilmuan dan life skills;
Wawasan untuk maju dan berkembang;
Keberagaman nilai-nilai sosial.
Kebahasaan, komponen kebahasaan ini diuraikan menjadi beberapa subkomponen atau indikator berikut:
Keterbacaan;
Kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar;
Logika berbahasa.
Penyajian, komponen penyajian ini diuraikan menjadi beberapa subkomponen atau indikator berikut:
Teknik;
Materi;
Pembelajaran.
Kegrafikan, komponen kegrafikaan ini diuraikan menjadi beberapa subkomponen atau indikator berikut:
Ukuran/format buku;
Desain bagian kulit;
Desain bagian isi;
Kualitas kertas;
Kualitas cetakan;
Kualitas jilidan.
Membaca
Hakikat Membaca
Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding)adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna ( Anderson 1972 : 209-210 ). Membaca adalah merupakan kegiatan intelektual yang positif dalam rangka mencari dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Membaca pada dasarnya mengoptimalkan daya nalar kita, sehingga pikiran kita berjalan sesuai alurnya.
Pengertian membaca menurut Pratiwi (2008:10-12) adalah kegiatan berbahasa yang aktif menyerap informasi atau pesan yang disampaikan melalui media tulis. Melalui membaca, pembaca dapat memperoleh banyak informasi, gagasan, pendapat, pesan, dan lain-lainnya yang disampaikan penulis melalui lambang-lambang grafis yang sudah dikenal. Membaca dibagi menjadi dua, yaitu membaca ekstensif dan intensif.
Membaca pemahaman menurut Somadayo (2011:10) adalah proses pemerolehan makna yang secara aktif melibatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki oleh pembaca serta dihubungkan dengan isi bacaan. Sedangkan menurut Abidin (2012: 60) membaca pemahaman diartikan sebagai proses sungguh-sungguh yang dilakukan pembaca untuk memperoleh informasi, pesan, dan makna yang terkandung dalam sebuah bacaan.
Membaca merupakan kemampuan mutlak harus dimiliki oleh setiap individu dalam rangka pengembangan diri secara berkelanjutan. Dalam pembelajaran formal di SD, membaca dibagi menjadi dua bagian, yaitu membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca permulaan dilaksanakan pada SD kelas rendah (I dan II). Dalam membaca permulaan, siswa diharapkan dapat mengenali jenis-jenis huruf, suku kata, kata dan kalimat serta mampu membaca dalam berbagai konteks. Membaca lanjut mulai diterapkan pada SD kelas III. Terdapat berbagai jenis membaca lanjut, yaitu:
Membaca Teknik;
Membaca dalam Hati;
Membaca Pemahaman;
Membaca Indah;
Membaca Cepat;
Membaca Pustaka;
Membaca Bahasa.
Keterampilan-keterampilan mikro yang terkait dengan proses membaca antara lain yaitu pembaca harus:
Mengenal sistem tulisan yang digunakan;
Mengenal kosakata;
Menentukan kata-kata yang mengidentifikasikan topik dan gagasan utama;
Menentukan makna kata-kata, termasuk kosakata sulit dari konteks tertulis;
Mengenal kelas kata gramatikal, yaitu kata benda, kata sifat, dan sebagainya;
Menentukan konstituen-konstituen dalam kalimat seperti subjek, predikat, objek, preposisi, dsb;
Mengenal bentuk-bentuk dasar sintaksis;
Merekonstruksi dan menyimpulkan situasi, tujuan-tujuan, dan partisipan;
Menggunakan perangkat kohesif leksikal dan gramatikal guna menarik kesimpulan-kesimpulan;
Menggunakan pengetahuan dan perangkat-perangkat kohesif leksikal dan gramatikal untuk memahami topik utama atau informasi utama;
Membedakan ide utama dari detail-detail yang disajikan;
Menggunakan strategi membaca yang berbeda terhadap tujuan-tujuan membaca yang berbeda, seperti skimming untuk mencari ide-ide utama atau melakukan studi secara mendalam.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca pada hakikatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang berupa fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual dan merupakan proses mekanis dalam membaca. Proses mekanis tersebut berlanjut dengan proses psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Proses psikologis itu dimulai ketika indera visual mengirimkan hasil pengamatan terhadap tulisan ke pusat kesadaran melalui sistem syaraf. Melalui proses decoding gambar-gambar bunyi dan kombinasinya itu kemudian diidentifikasi, diuraikan, dan diberi makna. Proses decoding berlangsung dengan melibatkan knowledge of the world dalam skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan. Jadi pada hakikatnya aktivitas membaca terdiri atas dua bagian, yaitu membaca sebagai proses dan membaca sebagai produk. Membaca sebagai proses mengacu pada aktivitas fisik dan mental, sedangkan membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan pada saat membaca.
Terdapat dua jenis membaca, yaitu membaca bersuara dan membaca tidak bersuara. Membaca bersuara meliputi: membaca nyaring, membaca teknik, dan membaca indah. Membaca membaca tidak bersuara (membaca dalam hati) meliputi: membaca teliti, membaca pemahaman, membaca ide, membaca kritis, membaca telaah bahasa, membaca skimming (sekilas), dan membaca cepat.
Menurut Nurhadi (2010: 126) membaca memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu sebagai berikut:
Menambah kosakata, tatabahasa, dan sintaksis;
Mengalami perasaan dan pemikiran yang paling dalam;
Memicu imajinasi;
Memaksa nalar, pengurutan keteraturan dan pemikiran logis untuk dapat mengikuti jalan cerita atau memecahkan suatu misteri.
Tujuan Membaca
Tujuan membaca mempunyai kedudukan yng sangat penting dalam membaca karena akan berpengaruh pada proses membaca dan pemahaman membaca (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2012a). Tarigan (2008: 9-10) menyebutkan tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Berikut ini merupakan beberapa rincian tujuan membaca menurut Anderson (1972: 214) yaitu:
Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (readingfor details or facts);
Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas);
Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization);
Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference);
Membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify);
Membaca menilai, membaca mengevaluasi (reading to evaluate);
Membaca untuk membandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast).
Teks Cerita Narasi
Unsur-unsur dalam Cerita Narasi
Cerita Narasi Sejarah
Narasi adalah sebuah bagian dari wacana yang menceritakan sebuah cerita yang diperoleh dari bahasa latin “gnarare” yang berarti untuk mengetahui. Narasi adalah suatu nilai lama yang dibangun di atas kebutuhan manusia untuk membuat makna dan untuk membentuk hubungan antara pengetahuan dan pengalaman dalam kebudayaan manusia (Kelly dalam Nathanson 2009: 2)
Kosasih (2012) mengungkapkan bahwa teks narasi adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Dengan adanya teks ini maka pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan.
Lebih lanjut lagi Storey (2011: 131) mengatakan bahwa narasi sejarah memiliki banyak kesamaan ciri dengan bentuk narasi lain seperti novel maupun cerita kepahlwanan. Teks narasi sejarah memiliki ciri yang sama dengan teks narasi yaitu adanya latar cerita, tokoh, dan disusun berdasarkan kronologi cerita.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa teks narasi sejarah adalah teks yang berisi tentang kronologis cerita sejarah sebuah peristiwa. Struktur teks narasi sejarah terdiri atas tiga bagian yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi.
Unsur-unsur Intrinsik Cerita Narasi
Tema
Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema suatu cerita menyangkut segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan dan sebagainya. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita, sesuatu yang menjiwai cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita. Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema cerita fiksi, seorang pembaca harus terlebih dahulu mengenali unsur-unsur intrinsik yang dipakai oleh pengarang untuk mengembangkan cerita fiksinya.
Alur
Alur adalah rangkaian peristiwa dalam cerita fiksi yang dijalin dalam hubungan sebab akibat. Bagian-bagian alur tidaklah sama, kadang susunannya langsung pada penyelesaian  lalu kembali pada bagian pengenalan. Ada pula yang diawali dengan pengungkapan peristiwa, lalu pengenalan, penyelesaian peristiwa, dan puncak konflik.
Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah orang yang mengalami peristiwa-peristiwa dalam berbagai peristiwa cerita. Penokohan yaitu cara kerja pengarang untuk menampilkan tokoh cerita. Penokohan dapat dilakukan menggunakan metode analitik, dramatik, maupun kontekstual. Watak tokoh cerita terdiri atas sifat, sikap, serta kepribadian tokoh. Penokohan dapat dilakukan melalui penggambaran fisik, psikis, dan sosial.
Latar
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana, dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita.
Sudut Pandang
Sudut pandang (point of view) adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi pengarang ini terdiri atas dua macam, yaitu berperan langsung sebagai orang pertama dan berperan sebagai pengamat atau orang ketiga.
Amanat
Amanat merupakan ajaran moral yang disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Amanat tersimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam isi cerita.
Unsur-unsur Ekstrinsik Cerita Narasi
Unsur ekstrinsik teks cerita adalah segala faktor luar yang melatarbelakangi penciptaan karya sastra, seperti faktor pendidikan pengarang, faktor kesejarahan dan faktor sosial budaya.
Pendidikan Karakter
Pengertian Karakter
Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unik baik yang terpateri dalam diri dan tercermin dalam perilaku. Faktor lingkungan dalam konteks pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting karena perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter sangat ditentukan oleh faktor lingkungan. Pembentukan karakter melalui rekayasa faktor lingkungan dapat dilakukan melalui strategi: (1) keteladanan; (2) intervensi; (3) pembiasaan yang dilakukan secara konsisten; dan (4) penguatan. Dengan kata lain perkembangan dan pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pembelajaran, pelatihan, pembiasaan terus-menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan serta harus dibarengi dengan nilai-nilai luhur (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010).
Karakter adalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik didalam masyarakat. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama,budaya,dan adat istiadat.
Pengertian Pendidikan Karakter
Putri, N. A. (2011), menyebutkan bahwa pendidikan karakter mempercayai adanya keberadaan moral obsolute, yakni bahwa moral absolute perlu diajarkan kepada generasi muda agar mereka paham betul mana yang baik dan benar. Contohnya adalah berbuat hormat, jujur, bersahaja, menolong orang, adil dan bertanggung jawab.
Pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang baik. Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yaitu , religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana dan pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral, karena bukan sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan (domain afektif) nilai yang baik dan biasa melakukanya (domain perilaku). Jadi pendidikan karakter terkait erat dengan kebiasaan yang terus menerus dipraktikkan atau dilakukan.
Kajian Penelitian yang Relevan
Pada bagian ini, dipaparkan mengenai beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar dan penanaman karakter dalam pembelajaran, yaitu meliputi penelitian pengembangan yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar, kompetensi membaca, teks cerita, dan nilai-nilai pendidikan karakter.
Putri (2011) menyimpulkan bahwa pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Semarang dilaksanakan dengan cara diintegrasikan ke semua mata pelajaran yang ada. Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran Sosiologi dapat ditinjau dari beberapa aspek, diantaranya yaitu: materi Sosiologi yang telah dianalisis nilai-nilai karakternya, RPP dan Silabus Sosiologi yang berkarakter, metode penanaman oleh guru, media pembelajaran berbasis karakter dan evaluasi penanaman nilai-nilai pendidikan karakter.
Untari (2012) menyimpulkan bahwa berdasarkan analisis dan pembahasan dihasilkan materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti yang dinyatakan baik dan layak oleh ahli. Materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti memiliki aspek keberterimaan setelah dilakukan uji coba terbatas pada siswa SD Negeri 2 Gayamsari Semarang dan SD Negeri 4 Kertosari Singorojo Kendal. Keberterimaan materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa, kemampuan menceritakan kembali, dan perilaku berbudi pekerti.
Wahyu (2011) melakukan penelitian tentang usaha membangun karakter bangsa. Dari hasil analisis dan pembahasan, didapatkan kesimpulan bahwa pembangunan karakter jika ingin efektif dan utuh mesti menyertakan tiga institusi, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sugiyo (2013) memaparkan mengenai perlu adanya upaya konservasi budaya dalam sektor pendidikan dan penanaman nilai moral sejak dini dalam rangka pengembangan karakter anak usia dini. Harapannya anak akan tumbuh menjadi generasi muda Indonesia yang lebih berkarakter, tangguh, jujur, dan memiliki integritas yang merupakan cerminan budaya bangsa dan bertindak sopan santun dan ramah tamah dalam pergaulan keseharian.
Kusdiana (2010) dalam penelitiannya diperoleh data bentuk perencanaan dan proses pelaksanaan pembelajaran yang dipandang efektif dalam pembelajaran apresiasi sastra terpadu model connected untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Dadaha kota Tasikmalaya. Perkembangan kemampuan berbahasa siswa meliputi beberapa aspek, yaitu: mengidentifikasi unsur-unsur cerita hasil mendengarkan, menyimpulkan dengan bahasa sederhana isi cerita hasil membaca, berbicara memerankan tokoh cerita, dan menulis dialog dua atau tiga tokoh sesuai isi cerita
Berdasarkan pemaparan beberapa penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik penelitian pengembangan ini adalah tentang pengembangan Bahan Ajar Menggali Informasi dari Teks Narasi Sejarah Bermuatan Nilai-nilai Karakter pada Peserta Didik Kelas V SD. Penelitian menghasilkan sebuah produk berupa buku cerita yang berisi teks narasi sejarah.
Kerangka Berpikir
Motivasi membaca peserta didik di SD pada umumnya masih rendah, hal tersebut memengaruhi hasil belajar peserta didik. Bahan ajar yang digunakan guru kebanyakan merupakan terbitan ataupun edaran dari pemerintah. Tentu saja bahan ajar haruslah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, untuk itu dalam penelitian ini penulis hendak mengembangkan bahan ajar untuk menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter yang tentunya dikemas lain dengan bahan ajar yang sudah beredar. Penulis ingin mengembangkan cerita yang sesuai dengan kurikulum 2013, terutama KI 3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati dan mencoba serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatanya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain, KD 3.5 Menggali informasi dari teks cerita narasi sejarah tentang nilai-nilai perkembangan kerajaan islam di indonesia dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
Untuk memperjelas kerangka berfikir dapat dilihat dalam gambar berikut:
Kebutuhan pengembangan bahan ajar menurut persepsi guru dan siswa
Kurikulum
Bahan Ajar Cerita Narasi Sejarah
Pendidikan Karakter
Produk Pengembangan
Demikain Alur Kerangka Pikir Bahan Ajar Menggali Informasi dari Teks Narasi Sejarah Bermuatan Nilai-nilai Karakter pada Peserta Didik Kelas V SD
BAB III
METODE PENELITIAN
Bagian ini memaparkan (a) desain penelitian; (b) data dan instrumen penelitian meliputi (1) data, (2) instrumen pengumpulan data; (c) teknik pengumpulan data; (d) metode pengumpulan data; (e) analisis data meliputi (1) analisis data kebutuhan prototipe, (2) analisis data uji validasi ahli bahan ajar dan ahli materi, (3) analisis data aktivitas siswa, (4) analisis data kinerja guru, (5) analisis data angket.
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan dengan sepuluh langkah pelaksanaan mengacu pada teori Borg dan Gall (Borg dan Gall dalam Sukmadinata, 2006: 169) dengan langkah pelaksanaan penelitian sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting); (2) perencanaan (planning), yaitu menyusun rencana penelitian, merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan dan menyusun cerita anak bermuatan nilai-nilai karakter; (3) pengembangan draft produk (develop preliminary from of product), yaitu mengembangkan alat pengukuran keberhasilan dan uji ahli materi; (4) uji coba lapangan awal (preliminary field testing); (5) merevisi hasil uji coba (main product revision); (6) uji coba lapangan (main field testing); (7) revisi terhadap hasil uji coba lapangan (operational product revision); (8) uji pelaksanaan lapangan (operational field testing); (9) penyempurnaan produk akhir (final product revision); (10) desiminasi dan implementasi (desimination and implemantion)..
Penelitian ini akan dilaksanakan dalam tujuh tahap penelitian. Ketujuh tahapan tersebut disusun berdasarkan kesepuluh tahap pengembangan Borg dan Gall dalam bagan sebagai berikut:
Tahap 1 Analisis teoretis dan praktis
Tahap 2 Analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar menurut persepsi guru dan peserta didik
Tahap 3 Penyusunan Prototipe
Tahap 4 Uji Ahli
Tahap 5 Revisi Prototipe
Tahap 6 Uji Coba Terbatas
Tahap 7 Revisi Hasil Uji Lapangan
Tahap 8 Produk Pengembangan
Demikain Tahap penelitian berdasarkan kesepuluh tahap pengembangan Borg dan Gall
Tahap I Analisis Teoretis dan Praktis
Tahap analisis teoretis dalam penelitian ini akan menelaah berbagai literatur, laporan penelitian, buku, dan artikel di internet yang berkaitan dengan topik kajian: (1) pembelajaran cerita narasi sejarah bermuatan pendidikan karakter; (2) konsep penelitian pengembangan bahan ajar.
Tahap II Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Menggali Informasi dari Teks Narasi Sejarah Bermuatan Nilai-nilai Karakter Menurut Persepsi Guru dan Peserta Didik
Untuk mengetahui kebutuhan pengembangan bahan ajar menurut persepsi guru dan peserta didik dilakukan dengan cara memberi angket yang berkaitan dengan pembelajaran yang sebelumnya telah dikonsultasikan kepada pembimbing. Hal-hal yang disampaikan dalam angket diantaranya yaitu: (1) apakah penggunaan bahan ajar sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik; (2) apakah kesulitan guru dalam menggunakan bahan ajar yang sudah ada; (3) apakah guru sudah mendapatkan jawaban atas kesulitan dalam penggunaan bahan ajar yang sudah ada. Angket untuk peserta didik berupa pertanyaan seperti: (1) apakah pembelajaran menggali informasi dari cerita narasi sejarah selama ini menyenangkan; (2) apakah kesulitan peserta didik dalam pembelajaran menggali informasi dari cerita narasi sejarah; (3) apakah penggunaan bahan ajar menggali informasi dari cerita narasi sejarah sangat dibutuhkan.
Tahap III Penyusunan Prototipe
Langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) pemilihan topik yang tepat dan sesuai dengan peserta didik, dan juga disesuaikan dengan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum; (2) pembuatan garis besar isi, yaitu rancangan global yang akan ditampilkan dalam pembelajaran menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter, tahap ini menetapkan tujuan, sasaran serta langkah-langkah pembelajaran membaca cerita anak; (3) menentukan bahan yang berupa kumpulan cerita narasi sejarah yang bermuatan nilai-nilai karakter; (4) pelaksanaan produksi; (5) prinsip-prinsip dan tahapan penyusunan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter. Hasil analisis dijadikan pengembangan bahan ajar menurut persepsi guru dan peserta didik.
Tahap IV Uji Ahli
Setelah bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter tersusun, selanjutnya dinilai oleh ahli berdasarkan format butir penilaian, dengan menggunakan angka skor penilaian, kolom saran, dan saran untuk bahan perbaikan. Penetapan ahli dalam menilai produk pengembangan berdasarkan isi format penilaian.
Tahap V Revisi Prototipe
Revisi dilakukan berdasarkan saran para ahli. Hasil revisi digunakan untuk menyusun kembali prototipe bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah untuk menanamkan nilai-nilai karakter.
Tahap VI Uji Coba Terbatas Produk
Setelah dilakukan revisi maka selanjutnya prototipe diujicobakan secara terbatas kepada peserta didik dan guru. Uji coba untuk mengetahui kelayakan bahan ajar yang sudah dikembangkan berkaitan dengan bahan ajar bagi peserta didik kelas V SD.
Tahap VII Revisi Hasil Uji Lapangan
Setelah diujicobakan, bahan ajar tersebut selanjutnya direvisi berdasarkan uji coba terbatas dilapangan sehingga tersusun prototipe bahan ajar yang sesuai.
Data dan Instrumen Penelitian
Data
Data pada penelitian ini ada dua macam, yaitu pertama, data kebutuhan pengembangan bahan ajar menurut persepsi guru dan siswa. Kedua, data penilaian pengguna bahan ajar dan pengguna materi terhadap produk pengembangan berupa bahan ajar cerita narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter. Data pertama diperoleh dari 95 siswa kelas V dan 20 guru yang berada di kecamatan Gemawang dan kecamatan Ngadirejo kabupaten Temanggung, antara lain yaitu SD Mangunsari 02, SD Ngadisepi 02, SD Katekan 03. Data kedua berupa hasil penilaian ahli bahan ajar dan ahli materi terhadap prototipe bahan ajar cerita narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter. Ketiga, data hasil belajar siswa.
Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian meliputi: (1) instrumen kebutuhan menurut persepsi guru dan siswa terhadap bahan ajar cerita narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter; (2) instrumen penilaian ahli bahan ajar; dan (3) instrumen penilaian ahli materi; (4) instrumen pedoman wawancara; dan (5) instrumen penilaian hasil belajar siswa.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket kebutuhan, wawancara, angket uji produk, dan tes. Angket kebutuhan ditujukan kepada siswa dan guru dengan harapan dapat mengetahui kebutuhan pengembangan bahan ajar. Teknik wawancara dugunakan untuk  mengumpulkan data berkaitan dengan kebutuhan pengembangan bahan ajar menurut guru.  Angket uji produk ditujukan kepada ahli bahan ajar dan ahli materi dengan harapan dapat mengetahui saran dan perbaikan sehingga bahan ajar tersusun secara sempurna. Teknik tes untuk mengumpulkan data hasil uji coba produk.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi:
Sumber data
Sumber data penelitian ini adalah siswa, guru, ahli bahan ajar, dan ahli materi.
Jenis data
Jenis data pada penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif.
Data kualitatif
Tanggapan siswa dari angket setelah selesai pembelajaran
Tanggapan, pendapat, dan masukan guru observer selama pembelajaran
Tanggapan, pendapat, dan masukan dari ahli bahan ajar dan materi
Data kuantiatif
Hasil belajar siswa
Cara pengumpulan data
Data kualitatif
Tanggapan siswa dari angket, angket diberikan kesemua siswa di akhir pembelajaran,
Tanggapan, pendapat, dan masukan guru observer dari angket dan wawancara.
Tanggapan, pendapat, dan masukan ahli bahan ajar dan materi dari angket penilaian
Data kuantitatif
Data hasil belajar siswa diambil dengan melakukan tes saat pembelajaran berlangsung.
Analisis Data
Analisis Data Kebutuhan Prototipe
Analisis data dilakukan dengan menentukan karakteristik kebutuhan menurut persepsi guru dan peserta didik dengan cara menentukan persentase jawaban setiap item pertanyaan. Adapun rumusnya sebagai berikut:
%f= x100
Keterangan:
%f = persentase kehendak responden
f    = frekuensi jawan dari responden
N  = jumlah responden
Artinya dalam setiap item yang akan dihitung frekuensi jawaban responden. Frekuensi paling tinggi dijadikan pertimbangan sebagai gambaran kehendak responden dalam setiap item pertanyaan/pernyataan sehingga dalam pengembangan prototipe bahan ajar harus memperhatikan hasil tersebut.
Analisis Data Uji Validasi Ahli Bahan Ajar dan Ahli Materi
Penilaian ini diperoleh dengan cara menyajikan prototipe bahan ajar kepada ahli dengan dilengkapi lembar penilaian yang telah disediakan. Hasil penilaian yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis persentase berdasarkan skor yang diperoleh pada setiap butir penilaian. Caranya, setelah diketahui nilai setiap butir pernyataan, nilai itu diakumulasi serta dicari rata-rata skornya. Skor dan kategori penilaian oleh ahli bahan ajar dan ahli materi dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1
Skor Penilaian Uji Prototipe Bahan Ajar oleh Ahli Bahan Ajar
Skor rata-rata
Jumlah Skor
Kategori Penilaian Bahan Ajar
1
0-25
Kurang
2
26-50
Cukup
3
51-75
Baik
4
76-100
Sangat baik
Tabel 2
Skor Penilaian Uji Prototipe Bahan Ajar oleh Ahli Materi
Skor rata-rata
Jumlah Skor
Kategori Penilaian Materi
1
0-20
Kurang
2
21-40
Cukup
3
41-60
Baik
4
61-80
Sangat baik
Berdasarkan hasil rata-rata dapat diketahui kondisi bahan ajar yang dikembangkan, apabila hasil penilaian kedua ahli menunjukkan bahwa bahan ajar masih berkategori cukup dan kurang, berarti produk pengembangan tersebut harus direvisi sesuai saran penilai. Bahan ajar hasil pengembangan tetap perlu direvisi sesuai dengan saran perbaikan dari ahli bahan ajar dan ahli materi, apabila hasil penilaian itu sudah mencapai baik atau sangat baik, produk tersebut hanya diperbaiki sesuai saran penilai dari aspek yang masih belum baik saja.
Analisis Data Hasil Belajar Siswa
Analisis tingkat keberhasilan dan ketuntasan belajar siswa dilakukan dengan cara membandingkan nilai pre-tes dan pos-tes, serta membandingkan ketuntasan belajar KKM sebagai tolok ukur. Ada dua kategori ketuntasan, yaitu secara perseorangan dan klasikal. Siswa dikatakan berhasil dan tuntas dalam pembelajaran bila nilai hasil belajar siswa telah mencapai  KKM.
Analisis Data Angket
Analisi data angket dilakukan dengan beberapa tahap, pertama tahap persiapan, meliputi membuat kisi-kisi soal dan membuat soal, kedua tahap pelaksanaan, ketiga tahap skorig. Metode angket yang digunakan adalah angket langsung dan data yang diperoleh dari angket tersebut berupa skor. Kriteria skor pada alternatif jawaban untuk setiap item adalah sebagai berikut:
skor 4 untuk jawaban paling baik
skor 3 untuk jawaban baik
skor 2 untuk jawaban cukup
skor 1 untuk jawaban kurang
Penilaian angket motivasi belajar, sebagai berikut:
Interval Presentase
Kriteria
80%≤ hasil <100%
Sangat baik
60%≤ hasil <80%
Baik
40%≤ hasil <60%
Cukup
20%≤ hasil <40%
Kurang
0%≤ hasil <20%
Sangat kurang
Hipotesis
Dekripsikan pengembangan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa;
Dekripsikan prototipe bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik kelas V SD;
Penggunaan bahan ajar menggali informasi dari teks narasi sejarah bermuatan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa kelas V SD efektif untuk digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak, Jilid 2. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012a. Keterampilan Membaca: Bahan Belajar Pendidikan dan Pelatihan Pasca Uji Kompetensi Awal bagi Guru Kelas. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementrian Pendidikan Nasional. 2010. Kerangka Acuan Pendidikan Karakter Tahun Anggaran 2010. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.
Kosasih, E. 2013. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung. Y Rama Widya.
Kusdiana, A. 2010. “Pembelajaran Apresiasi Sastra Cerita Terpadu Model Connected untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Siswa Sekolah Dasar”. Jurnal Penelitian Pendidikan. Volume 11 No. 1. Hal 55-61.
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosda Karya
Musfiroh, Tadkiroatun. 2008. Memilih, Menyusun, dan Menyajikan Cerita untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Muslih, Masnur. 2010. Hakikat dan Fungsi Buku Teks. Jogjakarta: Ar-Ruz Media
Nathanson, Steven. Harnesing the Power of Story: Using Narrative Reading and Writing Cross Content Areas. Reading Horizons No. 47 Vol.1 hal.1-26
Nurhadi. 2010. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Postholm, M. B., dan Moen, T. 2011. “Communities of development: A new model for R&D work”. Journal Education Change. Volume 12, 385-401. Diunduh tanggal 3 Oktober 2014 pukul 19.45 WIB.
Prastowo, Andy. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.Yogyakarta: Diva Press.
Pratiwi, Y. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka.
Putri, N. A. 2011. Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Sosiologi. Jurnal Komunitas. Volume 3 No. 2. Hal 205-215.
Somadayo, S.2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Yogyakarta: Graha Ilmu
Storey, William Kelleher. 2011. Menulis Sejarah: Panduan untuk Mahapeserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiyo. 2011. Pengembangan Karakter Anak melalui Konservasi Moral Sejak Dini. Indonesian Journal of Conservation. Volume 1 No. 1. Hal 40-48.
Suhartiningsih. 2012. “Meningkatkan Kemampuan Mengapresiasi Bacaan Cerita Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Area Isi”. Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar. Vol. 1 (2), 131-142.
Sukmadinata, N., S. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Henry. 2008. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Untari, M. F. A., Supriyanto, T.,dan Mardikantoro. H., B. 2012. Pengembangan Cerita Anak Berwawasan Budi Pekerti Bagi Pendidikan Karakter. Journal of Primary Educational. Volume 1 No. 1.
Wahyu. 2011. Masalah dan Usaha Membangun Karakter Bangsa. Jurnal Komunitas. Volume 3 No. 2. Hal 138-149.
Widodo, Chomsin S. dan jasmadi. 2008. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT  Elex Media Komputindo.

Tinggalkan Komentar

loading...

220 KOMENTAR

  1. Good day! By reading this message then you’re living proof that advertising through contact forms works! We can send your promotional message to people via their contact us form on their website. The advantage of this type of promotion is that messages sent through feedback forms are inherently whitelisted. This improves the chances that your ad will be opened. Absolutely NO PPC costs! Pay a one time fee and reach millions of people. For details send a message to: william4212sau@gmail.com

  2. Howdy

    I really want to say what a nice webshop you have made!
    I am a customer of your store.
    end really like your webshop.
    I had visited your webshop last week, and I saw a very nice product i wanne buy.
    But I have a question! today I wanted to order it, but can not find the item anymore in your store.
    The product looks like this picture on this Site http://item.pictures/productfoto
    i hope soon i can buy it.
    I’ll wait.

    Regards

    “Sent from my iPhone”

  3. Finally understand what’s going on with your website!

    Google analytics can be overwhelming, and let’s be honest, you don’t have time to learn all of that data stuff.
    You also don’t want to spend thousands of dollars on expensive marketing agency retainers.

    We have some good news for you: You don’t need a PhD in analytics to understand how your website is performing for your business. You can easily get simple, high-impact analysis, reporting, and visuals to let you know how you are doing and what to do next.

    With our software, we create a custom growth plan for your business’s online presence. Find lucrative opportunities and grow confidently with articles, videos, and custom solutions that are tied into one simple revenue-based KPI.

    Our software tells the user in plain English what is going on with the website. This type of tech used to cost tens of thousands of dollars, just a year or two ago.

    Check out what our customers are saying:

    “Everything was really clear and easy! I feel much more informed about what is going on with my website now and I feel like I know what to do to keep growing it.”

    Our Answer Engine™ and powerful diagnostic tool will scan your site and come up with a customized growth plan by simply giving you the answers.

    Discover all of the business oportunitties you can leverage with your current website, visiting us at the following link: http://bit.ly/2JtIJwS

  4. Are you looking for effective online promotion that isn’t full of BS? I apologize for sending you this message on your contact form but actually that was the whole point. We can send your advertising message to websites via their contact pages just like you’re receiving this ad right now. You can target by keyword or just go with mass blasts to sites in the location of your choice. So let’s say you want to send a message to all the interior decorators in the US, we’ll scrape websites for just those and post your ad message to them. Providing you’re promoting some kind of offer that’s relevant to that business category then you’ll get an amazing response!

    Send a quick message to sarah1916eva@gmail.com to find out how we do this

  5. Hello there! Quick question that’s completely off topic.
    Do you know how to make your site mobile friendly? My web site looks weird when viewing from my iphone.
    I’m trying to find a theme or plugin that might be able to resolve
    this problem. If you have any suggestions,
    please share. Cheers!

  6. I know this if off topic but I’m looking into
    starting my own blog and was wondering what all is needed to get setup?

    I’m assuming having a blog like yours would
    cost a pretty penny? I’m not very internet savvy so I’m not 100% positive.
    Any recommendations or advice would be greatly
    appreciated. Many thanks

  7. Magnificent goods from you, man. I’ve understand your stuff previous
    to and you’re just too fantastic. I really like what you’ve acquired here, certainly like what you’re stating
    and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still care for to
    keep it smart. I can not wait to read much more from you.
    This is really a tremendous web site.

  8. Hi there! I understand this is sort of off-topic but I had to ask.

    Does managing a well-established website
    like yours require a massive amount work? I’m completely new to writing a blog but I do write in my journal on a daily
    basis. I’d like to start a blog so I can easily share my personal
    experience and views online. Please let me know if you have any kind of recommendations or tips
    for new aspiring blog owners. Thankyou!

  9. Hello just wanted to give you a quick heads up. The words in your content seem to be running
    off the screen in Internet explorer. I’m not sure if this is a formatting issue or
    something to do with internet browser compatibility but I thought I’d post to let you know.
    The style and design look great though! Hope you get the
    issue solved soon. Many thanks

  10. I was suggested this website by way of my cousin. I am no longer
    certain whether or not this publish is written by him as
    no one else understand such exact approximately my difficulty.

    You’re amazing! Thank you!

  11. When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment is
    added I get several emails with the same comment. Is there any way you can remove me from that service?
    Many thanks!

  12. Nice post. I used to be checking continuously this blog and
    I am inspired! Extremely useful information particularly the remaining section 🙂 I care for
    such information much. I used to be looking for this certain information for a
    long time. Thanks and best of luck.

  13. Hello there! I know this is somewhat off topic but I was wondering which blog platform are you using
    for this site? I’m getting fed up of WordPress because I’ve had
    problems with hackers and I’m looking at options for another platform.
    I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

  14. wonderful post, very informative. I ponder why the opposite experts of this sector
    do not realize this. You should proceed your writing.
    I am confident, you have a huge readers’ base already!

  15. I do not know whether it’s just me or if perhaps everyone else experiencing issues with your blog.
    It seems like some of the text within your posts are running off the screen. Can somebody
    else please provide feedback and let me know if this is happening to them as well?
    This might be a problem with my internet browser because I’ve had
    this happen before. Many thanks

  16. What you published made a ton of sense. However, what about this?
    what if you typed a catchier title? I mean, I don’t wish to tell
    you how to run your website, but suppose you added a headline that
    grabbed folk’s attention? I mean Proposal Tesis Bahasa Indonesia
    Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013 | Harian Jateng is kinda plain. You should peek at Yahoo’s home page
    and note how they create news titles to get people to click.
    You might try adding a video or a related picture or two to grab people interested about everything’ve written. Just my opinion, it could bring your blog a little bit more interesting.

  17. Hi there, I found your blog by means of Google even as looking for a
    similar topic, your web site got here up, it appears great.
    I have bookmarked it in my google bookmarks.
    Hello there, simply become aware of your weblog via Google, and located that it
    is really informative. I am going to be careful for brussels.
    I will appreciate for those who proceed this in future. Lots of
    other folks will probably be benefited from
    your writing. Cheers!

  18. Drink 1 cup of this tomorrow morning will get rid of 30 Lbs of belly fat

    If you haven’t tried this yet, you’ll want to to add this to your morning routine
    Consuming 1 cup of this yummy hot beverage in the morning sets your body up to burn more fat than 55 exhausting minutes on the treadmill.

    In fact, some folks are losing up to 23lbs of fat in just 19 days by drinking it every morning.

    Not to mention, it’s super simple to make right in your own kitchen.

    Take a look here now!==> http://www.bellyfatfixer.xyz

  19. Fіrst of all I wouⅼd like tto say excellent blog! I had a quick question іn which Ι’ɗ lіke
    to aѕk if you do not mind. I was curious to қnow how ʏou center yourself and clear yоur mind befоre writing.

    I һave һad ɑ harɗ timne clearing my mind in gеtting my ideas out.
    I truly do enjoy writing but it just sеems likme thhe fіrst 10
    to 15 minutes are generally lost juѕt trying tο figure
    oᥙt how tto beցin. Any recommendations օr tips?
    Many tһanks!

  20. Hey there 🙂

    Your wordpress site is very sleek – hope you don’t mind me asking what theme
    you’re using? (and don’t mind if I steal it?
    :P)

    I just launched my site –also built in wordpress like yours– but the theme slows
    (!) the site down quite a bit.

    In case you have a minute, you can find it by searching for “royal cbd” on Google (would appreciate any feedback) –
    it’s still in the works.

    Keep up the good work– and hope you all take care of yourself
    during the coronavirus scare!

  21. I know this if off topic but I’m looking into starting my
    own weblog and was wondering what all is required to get setup?

    I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?

    I’m not very internet savvy so I’m not 100% sure. Any tips or advice would be greatly appreciated.

    Thanks

  22. Thanks on your marvelous posting! I certainly enjoyed reading it, you could be a great
    author. I will make certain to bookmark your blog and will
    often come back at some point. I want to encourage you continue your
    great work, have a nice evening!

  23. We are a bunch of volunteers and opening a brand new scheme in our community.
    Your website provided us with valuable information to work on. You have done a formidable job and our entire community will likely
    be thankful to you.

  24. Hello

    Thank you for the fast delivery to my home.
    When I received the product. I immediately saw that something was wrong with it, and when I opened it, the item was unfortunately damaged.
    I made a photo so that you can see what I mean.
    https://imgurgallery.com/djr64s
    I am a regular customer, and I regularly order from your shop.
    Hope we can solve this small problem in a professional way.

    Yours sincerely

    “Sent from my Smart Phone”

  25. Welcome to Israel. In this escort directory section, you will find
    Israel escorts. Euro Girls Escort is probably the most trusted escort directory and among the biggest 21girlz directory.
    All content and photos are regularly checked and updated with real photos.
    This ensures, that all escort Ads are usually up to date and will take
    you the best experience.

    This part of the catalogue features luxury companions providing
    escort services. Israel escorts works in elite escort agencies, as an unbiased escorts or in local strip clubs, dancing clubs,
    brothels, lap-dance bars and cabarets. A lot of the high
    class ladies do travel worldwide. You may even want to utilize call girl services – these escort
    girls can either work incall or outcall. Such elite
    escorts may be invited to a hotel room or you can visit
    them within their place.

  26. I’m amazed, I have to admit. Rarely do I encounter a blog that’s both equally educative and interesting, and let me tell you, you have hit the nail on the head.
    The issue is something not enough people are speaking
    intelligently about. Now i’m very happy I came across this in my hunt for something concerning this.

  27. Undeniably believe that which you said. Your favorite reason appeared to be on the internet the easiest
    thing to be aware of. I say to you, I certainly get irked while people consider worries that
    they just do not know about. You managed to
    hit the nail upon the top and defined out the whole
    thing without having side effect , people
    could take a signal. Will probably be back to get more.

    Thanks

  28. TRIFECTA! A novel that starches your emotional – erotic itch!
    Against a background of big business, deceit, frustration, oppression drives a wide range of emotions as three generations of women from the same family, turn to the same man for emotional support and physical gratification!
    A wife deceives her husband while searching for her true sexuality!
    What motivates the wife’s mother and son-in-law to enter into a relationship?
    The wife’s collage age daughter, with tender guidance from her step-father, achieves fulfillment!
    Does this describe a dysfunctional family? Or is this unspoken social issues of modern society?
    BLOCKBUSTER Opening! A foursome of two pair of lesbians playing golf. A little hanky – panky, while searching for a lost ball out of bounds. Trifecta has more turns and twist than our intestines.
    Trifecta! Combination of my personal experiences and creativity.
    https://bit.ly/www-popejim-com for “CLICK & VIEW” VIDEO. Send me your commits.
    Available amazon, book retailers.
    Trifecta! by James Pope

  29. Pretty great post. I simply stumbled upon your blog and wanted
    to mention that I’ve truly enjoyed surfing around
    your weblog posts. In any case I’ll be subscribing in your feed and I am hoping you write once more very
    soon!

  30. I loved as much as you’ll receive carried out right here.
    The sketch is attractive, your authored material stylish.
    nonetheless, you command get got an impatience over that you wish be delivering the following.
    unwell unquestionably come more formerly again as exactly the same nearly a lot often inside case you shield this hike.

  31. ABOLISH REACTIVE DEPRESSION AND EMERGE FROM ITS DEEP, DARK, BLACK HOLE?
    • Do you feel this came from the beginnings of a dysfunctional family system?
    • Or did this come from the loss of a beloved job or loved one?
    • Or did this come from dire effects from the disease of Alcoholism?
    • Or did this come from the brainwashing attempts of a fearful and angry world, i.e. terroristic recruitment?
    Do you know that whatever caused this DEEP, DARK, BLACK HOLE OF DEPRESSION which may have come from a NERVOUS BREAKDOWN can cease its influence over your life? Yes, you do not have to live buried in negative thinking from the defeat from negative life experiences in your life. Please know that any tragic experiences from childhood to adulthood need no longer affect your chance to gain emotional wellbeing.
    Instead, now you have the opportunity to be HAPPY and in PEACEFUL CONTROL OF YOUR OWN DESTINY with only the memory of what once ailed you. Now is the time to overcome depression and begin to take control over your life. Not only that, you alone have the opportunity to reverse negative thinking and achieve your very own POSITIVE BELIEF SYSTEM.
    PLEASE NOTE: Your views on spirituality or religion will not prevent you from successfully implementing your own PARENTAL SELF-LOVE PROCESS to ACHIEVE PURPOSE, MOTIVATION, GOOD SELF-ESTEEM, SUCCESS, AND MORE. Yes, like Lin Tillman did, you too can ACHIEVE MORE THAN YOU ASKED FOR and make meaningful and healthy contributions to this planet.
    You can learn more about Lin’s journey in her book The Invisible Girl & GOD, where she shares her TRUE STORY of how she healed herself from an agonizing depression with suicidal ideations.
    GO TO: https://bit.ly/Depression-self-help to learn more

  32. You Can DOUBLE Your Productivity For Life In Under 48 Hours

    And when it comes to changing your life, there’s nothing more important to fixing your productivity.

    Think about it.

    If you’re twice as productive, then, as far as your environment supports it, you’re going to make at least twice as much. However, the growth is almost always exponential. So expect even more income, free time, and the ability to decide what you want to do at any given moment.

    Here’s the best course I’ve seen on this subject:

    https://bit.ly/michaeltips-com

    It’s a fun and pretty short read… and it has the potential to change your life in 48 hours from now.

    Michael Hehn

  33. Hi there! I know this is somewhat off topic but I was wondering which blog platform are
    you using for this site? I’m getting tired of WordPress because I’ve had issues with hackers and I’m looking at options for another platform.
    I would be fantastic if you could point me in the direction of a
    good platform.

  34. Hello there, just became alert to your blog through Google, and found that it is
    truly informative. I’m going to watch out for brussels.
    I’ll be grateful if you continue this in future.
    Many people will be benefited from your writing. Cheers!

  35. In his introduction, Glen Long brilliantly take advantage of the fear of failure all authors experience by addressing the dream of
    making a living as an author and after that rapidly smothering that dream
    with the doubts that approach at the mere idea of it:
    So, who knows? Perhaps the doubters are right.|

    The fear of failure is uncomfortable, yes. However offering voice to it is verifying and makes readers excited
    for the solutions that will set that fear totally free.
    Finally, as you conclude your introduction, mean the promised land.
    The location readers will get to when they master your techniques.|

    But whatever you do, do not provide everything away.
    Just one sentence that states too much satisfies your readers enough to
    send them clicking away. Why? Due to the fact that readers bore quickly.
    You should keep them on their toes. And the point of an introduction is not to offer answers, it’s to set the phase for all the hearty recommendations your post will supply.|

    Then, she utilizes the simplest expression to mean an option: That type of guessing resembles tossing darts blindfolded and hoping you hit the bull’s eye.

    Sometimes it works. Usually, it does not. Fortunately, there’s another way How could anybody
    not wish to keep reading? When composing an introduction, attempt drafting 2 totally
    various versions approached from different angles and activating different emotions.|

    A word of caution: No matter how significant your words No matter how powerful your prose If your introduction doesn’t please user
    intent, readers will click the “back” button and never ever return. What’s user intent?
    If somebody searches for “how to lose weight” in Google, they’re expecting search results that will
    assist them slim down.|

    And when they leave, what they’re essentially informing Google is this:
    “At no point in your rambling, incoherent response were you even near anything that could be thought about a rational thought. Everybody in this room is now dumber for having listened to it. I award you no points, and might God have grace on your soul.” And Google will respond by ranking your post lower in its search engine result.

  36. Hi, We are wondering if you would be interested in our service, where we can provide you with a dofollow link from Amazon (DA 96) back to harianjateng.com?

    The price is just $77 per link, via Paypal.

    To explain what DA is and the benefit for your website, along with a sample of an existing link, please read here: https://pastelink.net/1nm60

    If you’d be interested in learning more, reply to this email but please make sure you include the word INTERESTED in the subject line field.

    Kind Regards,
    Claudia

  37. Hello there! This blog post could not be written much better!

    Looking through this post reminds me of my previous roommate!
    He always kept talking about this. I will send this information to him.
    Pretty sure he’ll have a good read. Thank you for sharing!

  38. Believe of it like a PowerPoint, however for the
    web. With this in mind, Slideshare post help
    you promote your Slideshare so that it can produce a constant stream
    of visitors. Unlike blog sites, Slideshare decks don’t frequently rank
    well on search engines, so they require a platform for getting their message out there to individuals who are looking
    for it. Need some Slideshare concepts? In the example above, we turned our company’s” Culture Code “into a Slideshare presentation that
    anyone can look through and take lessons from, and after that promoted it in a post.
    “Newsjacking” is a label for” hijacking” your blog site
    to break important news associated to your market.
    The newsjack example above was released by Houzz, a house
    decoration merchant and interior style resource, about a new mobile app that released simply for interior designers.
    Houzz didn’t introduce the app, but the news of its introducing is no
    lesser to Houzz’s audience. The infographic post serves
    a comparable function as the Slideshare post the fourth example, discussed above in that it
    communicates details for which plain blog copy may not
    be the finest format.|
    assists readers keep in mind the details long after they leave your site.

    For this example, you need not look any even more than the blog
    site post you’re reading right now! How-to guides like this one aid fix a problem for
    your readers. They’re like a cookbook for your industry, walking your audience through
    a project step by step to enhance their literacy on the subject.
    Visitor posts are a type of blog site post that you can use to consist of other voices on your blog site.
    For instance, if you wish to get an outside professional’s
    viewpoint on a topic, a guest post is best for that. In addition, these posts
    provide your blog range in topic and perspective.|In this
    post, this supreme, step-by-step guide, we’ll
    share pointers utilized by expert freelance writers to develop
    spellbinding posts that are loved by thousands.
    You’ll learn the tricks to crafting irresistible headings, seducing introductions, fascinating advice, and motivational closings.
    You’ll even find out how the pros fine-tune and polish their
    posts once they’re completed writing them.|
    Let’s dive in. Need to know among the most significant mistakes blog writers
    make? Composing post prior to the headings (aka post titles).

    Without a headline, they have no roadmap to follow. Therefore their post
    enters numerous directions, leaving readers feeling dizzy, baffled and disoriented.
    And then they attempt to develop a headline that welcomes
    all that madness.|
    Your heading will be your map, your composing navigation system, letting you know
    which literary roads to select and which to
    avoid so that readers reach the designated location as easily and efficiently as possible.
    Want your article to get opened? Then your headline must assure
    readers the really answer to whatever is torturing them.|
    Your headline needs to not guarantee them a journey to the moon and back readers
    are way too speedy for such shenanigans. Keep the advantage specific
    and narrow, and readers will feel compelled to click and get
    the option to what’s bugging them. How do you discover what’s
    pestering your readers? How do you understand which of your
    many blog site post ideas should be pursued?
    Research: Review talk about your posts and on posts of other sites in your niche.|
    Use tools like BuzzSumo to discover what the most popular
    posts in your specific niche are (which gives insight
    into your target readers’ requirements). Read the reviews
    of books in your niche on Amazon (you’ll find a cash cow
    of feedback to explore). You have one obligation as a blogger
    yup, simply one.|
    The better you understand them, the better you serve. Prior to
    you know it, you’ll understand them so thoroughly they’ll feel like you’re reading their minds, and your headings will reflect that.
    Let’s state you remain in the self-improvement
    area and you composed the headline below: How to Create a Remarkable Life This headline
    is so broad it’s not likely to draw readers in.

  39. Perhaps you planned the whole time for the post to be about not letting doubts stop you from following your
    dreams and stopping your day job, but readers scanning subheads will not comprehend that.
    They will just feel baffled. If you are noting various “ways,” “actions,” “approaches,” “indications,”
    etc., to accomplish what the heading of the post guarantees, keep the
    format constant.|
    Blog writers ignore this all the time, but it’s easy to fix
    once you know it. If you separate your subheads from the post and list
    them back to back, you can see if any stray from the course.
    State your post is called “12 Ways to Treat Sleeping Disorders” and you have a
    subhead for each of the 12 ways.|
    Let’s state your very first few subheads check out as follows: Exercise
    Every Morning Avoid Caffeine Like the Plague Get up
    at the Same Time Everyday There is Absolutely Nothing More Sleep-Inducing Than Evening Meditation Something there
    feel a little off? The first 3 subheads begin with an action verb advising readers what
    to do.|
    However then the 4th subhead unexpectedly changes the format
    and breaks the circulation. It does not begin with a verb and it’s much
    longer than the others. This inconsistency may appear relatively innocent, but it’s distracting to readers.

    Let’s face it, readers today are info-holics.
    All of us are. So exhausted old suggestions isn’t going to cut it.|
    My advice? List your bottom lines and see if you can add a special perspective, experience, or
    twist to them. Something readers aren’t expecting.
    What belief systems have you learned to challenge? What
    do you know that the majority of people do not? How can you shed brand-new light on an old problem?

    What methods do you utilize that others will not understand about?
    You do not want to overdo it simply for the sake of adding
    shock worth.|
    But throwing up old suggestions does not challenge you as an author,
    nor does it inform your audience. So pour your
    readers a little espresso for their info-hangover by providing the unanticipated.
    Many articles have been composed about blogging,
    however the number of have actually called you out for
    being dumb or told you to replace your friends ?!
    Jon does just that by knocking you over the head with
    some hard truth bombs about what it takes to make it as a blogger.

  40. BEST PROGRAM FOR ADVERTISEMENT!

    XRumer is the best program for advertisement!
    It’s have CAPTCHA recognizer, email verificator, and a lot of other functions…

    This software will help to increase traffic to website to hundreds, thousands times.
    Program have a rich seven year history, which use experience of professionals in search engine optimization.
    Appreciate and use a truly unique and powerful XRumer program, can both professionals and beginners.
    MORE INFO=> https://bit.ly/XRumer_Tutorial

  41. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make
    your point. You obviously know what youre talking about, why throw away your intelligence on just posting videos to
    your weblog when you could be giving us something informative to read?

    my blog post – domino qq online

  42. You actually make it seem so easy with your
    presentation but I find this topic to be really something which I think I would
    never understand. It seems too complex and extremely
    broad for me. I am looking forward for your next post, I will try to get the
    hang of it!

  43. I’m really loving the theme/design of your site. Do you ever
    run into any web browser compatibility issues?
    A small number of my blog visitors have complained about my
    blog not working correctly in Explorer but looks great
    in Chrome. Do you have any recommendations to help fix this issue?

    Have a look at my page … pkv

  44. Hiya! I know this is kinda off topic however , I’d
    figured I’d ask. Would you be interested in exchanging links or maybe
    guest writing a blog post or vice-versa? My website goes
    over a lot of the same subjects as yours and I think we could
    greatly benefit from each other. If you are interested feel free to shoot me an email.
    I look forward to hearing from you! Awesome blog by the way!
    adreamoftrains content hosting

  45. You are so cool! I do not suppose I have read through a
    single thing like this before. So nice to find another person with a few unique thoughts
    on this issue. Really.. thank you for starting this up.
    This web site is something that is needed on the internet, someone with a little originality!

  46. Hi there would you mind letting me know which web host you’re working with?
    I’ve loaded your blog in 3 completely different web browsers and I must say this blog loads a lot quicker then most.
    Can you suggest a good internet hosting provider at a fair price?
    Cheers, I appreciate it!

  47. Very good website you have here but I was curious about
    if you knew of any discussion boards that cover the same topics discussed in this
    article? I’d really love to be a part of community where I can get feed-back from other experienced
    people that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know.
    Cheers!

  48. It’s the best time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve read this publish and if I may I want to counsel you few attention-grabbing things or advice.

    Maybe you could write subsequent articles referring to this article.

    I desire to read more things approximately it!

  49. Its like you read my mind! You seem to grasp a lot approximately
    this, such as you wrote the e book in it or something.

    I feel that you could do with some p.c. to force the message home a bit,
    but instead of that, this is excellent blog. A fantastic
    read. I’ll definitely be back.

  50. First off I would like to say terrific blog! I had
    a quick question in which I’d like to ask if you don’t mind.
    I was interested to find out how you center yourself and clear your thoughts prior to writing.
    I have had a tough time clearing my thoughts in getting my thoughts out
    there. I truly do enjoy writing but it just seems like the first 10 to 15
    minutes are generally lost just trying to figure out how to begin. Any suggestions or tips?
    Kudos!

  51. When I originally left a comment I appear to have clicked on the -Notify me when new comments are
    added- checkbox and now whenever a comment is added I get four
    emails with the exact same comment. Is there an easy method
    you are able to remove me from that service? Kudos!

  52. Its like you read my mind! You seem to know a lot about this, like you wrote the book in it or something.
    I think that you can do with a few pics to drive the message home
    a little bit, but instead of that, this is great blog.

    A fantastic read. I’ll definitely be back.

  53. Magnificent goods from you, man. I have bear in mind your
    stuff previous to and you are simply too magnificent.

    I actually like what you have received right here, certainly like
    what you are saying and the way by which you say it.

    You’re making it entertaining and you continue to care for
    to keep it sensible. I cant wait to learn much more from you.
    This is actually a wonderful web site.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here