Rumah Sakit Kristen (RSK) Tayu Pati Mulai Angker, Benarkah?

0
3745

Rumah Sakit Kristen (RSK) Tayu Pati mulai angker, benarkah? Demikian salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan warga Kecamatan Tayu, juga kecamatan Dukuhseti dan sekitarnya. Sebab, Rumah Sakit Kristen yang berlokasi di dekat SPBU Tayu ini sudah lama tidak ramai dan jarang sekali warga setempat berobat ke sana.

Baca juga: Info Lengkap Rumah Sakit Sebening Kasih Pati Jawa Tengah.

Rumah Sakit Kristen Tayu ini didirikan tahun 1933. Jadi jika dihitung, umur RSK Tayu sampai tahun 2015 ini adalah 82 tahun. Tidak heran, jika rumah sakit yang usianya tua ini dibilang angker, karena sudah sepi dan jarang orang beraktivitas di dalamnya karena ada masalah internal di RSK Tayu Pati.
RSK Tayu Pati ini merupakan salah satu rumah sakit yang berada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Alamat atau lokasi RS Kristen Tayu Pati berada di Jalan Diponegoro nomor 56 Tayu, Pati, Jateng, Indonesia. Akan tetapi, tahukah Anda jika rumah sakit yang pernah kondang di zamannya ini sekaran usang, sepi bahkan warga setempat mengatakan angker.

“Setahu saya dulu ramai, namun sekarang ya sepi,” ujar Rina (35) salah satu mantan perawat RSK Tayu Pati, Rabu (16/9/2015) di Pati.

Saya itu keluar jadi perawat tahun 2002, kata dia, saat ini masih ramai, namun saat ini ya sepi. “Kalau ditanya soal angker, saya sendiri pernah mengalami kejadian aneh di kamar mayat. Saat itu saya saya pernah melihat salah satu pasian yang sudah diotopsi berubah, maksudnya dia itu laki-laki tapi wajahnya jadi perempuan,” ujar dia.

Sejarah Rumah Sakit Kristen Tayu Pati
Sejarah Rumah Sakit Kristen Tayu Pati ini dimulai sejak puluhan tahun yang lalu. RSK Tayu Pati ini didirikan pada 1933. Awalnya, RSK Tayu Pati ini berdiri atas pengembangan poliklinik untuk umat Kristen yang dirintis oleh P.A. Jansz, yaitu seorang penginjil dari Badan Doopsgezinde Zending Vereeniging (DZV) pada 1894.

Jansz saat itu tinggal di Desa Margorejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pari. Dia saat itu dibantu Pendeta Johan Klasem, asal Jerman yang berhasil mendirikan  Rumah Sakit bertipe C yang diberi nama Rumah Sakit Kristen Tayu Pati tersebut.

Sekitar tahun 1970an sampai tahun 2000an, Rumah Sakit Kristen Tayu ini bisa dibilang top-markotop. Sebab, di wilayah Pati Utara, mulai dari Kecamatan Margoyoso, Kecamatan Tayu, Kecamatan Dukuhseti, dan juga warga Kecamatan Juwana hampir semua warga di empat kecamatan tersebut rujukan berobatnya adalah di RSK Tayu.

Tak hanya di internal warga Pati, bahkan warga Jepara, warga Rembang dan Kudus pada tahun-tahun tersebut juga sering berobat ke RSK Tayu. Mereka menjadikan RSK Tayu sebagai rujukan berobat, baik untuk sekadar periksa penyakit biasa, kontrol, melahirkan, bahkan sampai operasi.

Krisis dan Angker

Seperti halnya pengakuan Rina, RSK Tayu Pati ini memang kondang di zamannya. Artinya, sejak munculnya Rumah Sakit Fastabiq Pati, Rumah Sakit Sebening Kasih, dan rumah sakit yang lain di Pati, kini RSK Tayu jarang sekali yang berobat ke sana. Bahkan, tukang becak dan pedagang di sekitar RSK Tayu yang dulu panen rezeki saat banyak pengunjung dan warga yang berobat ke sana, akan tetapi sekarang sepi.

Awal kemunduran RSK Tayu Pati ini dimulai tahun Maret 2013 lalu seperti yang dilansir di Koran Tempo. Sebab, Rumah Sakit Kristen Tayu ini sejak 2013 lalu mulai dilanda krisis. Bahkan ironisnya, ratusan karyawannya pada tahun 2013 sudah 15 bulan lebih tak menerima gaji yang berkisar Rp 1,2-2 juta per bulan.

Pada 26 Maret 2013, telatnya penggajian karyawan RSK Tayu tersebut diakui Pendeta Pujo Kartiko Kepala Departemen Diakonia Sinode Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ). Belakangan ini, kata Pendeta Pujo Kartiko,  rumah sakit mengalami kemunduran, hingga sampai tidak mampu menyelesaikan kewajibannya terhadap karyawan.

Akibat telatnya penggajian tersebut, manajemen RSK Tayu Pati mulai mundur dan banyak karyawan mulai keluar dengan sendirinya. Padahal, dulu pada Maret 2013, Sekretaris Komisi IV DPRD Pati Ali Chabib juga telah meminta pihak manajemen RSK Tayu Pati segera membayarkan gaji mereka. Saat itu, Ali Chabib selaku anggota dewan meminta agar semua karyawan digaji, sebab jika digaji, karyawan dengan tenang dapat menunaikan tugasnya dengan baik, karena rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan.

Rumah Sakit Kristen Tayu yang pernah dikelola Yayasan Kesehatan Kristen Sekitar Muria (YKKSM) ini adalah rumah sakit swasta kelas D yang saat ini hanya melayani pasien untuk kedokteran umum dan gigi. Saat dikonfirmasi Harian Jateng, sampai berita ini ditulis, RSK Tayu hanya menerima pasien dari rujukan yang dilakuka oleh Puskesmas, baik dari Tayu maupun dari wilayah Dukuhseti.

“Sepi Mas, jarang yang berobat ke sini,” ujar salah satu perawat yang menerima telepon di RSK Tayu Pati.

Bisa dikatakan, rumah sakit ini saat ini mengalami kemunduran manajemen dan entah akan akan diperbaiki. RSK Tayu yang memiliki kamar untuk rawat inap yang menyediakan 47 tempat tidur inap di mana 4 dari jumlah total tersebut memiliki kelas VIP ke atas ini memang mulai sepi.

Wardi (54) salah seorang pengayuh becak di sekitar RSK Tayu juga mengakui kalau ia sering melihat hal-hal gaib di sekitar lokasi RSK. “Saya pernah melihat nenek-nenek tua renta, saya kira mau mbecak, tapi setelah saya dekati malah hilang dengan sendirinya,” ujar dia.

Entah itu setan, kata dia, atau apa saya juga kurang tahu. “Wong saya sudah lama mbecak daerah sini kok,” kata dia.

Warga Tayu ini juga mengakui, bahwa zaman dulu ia bisa mendapat pundi-pundi rezeki dari pengunjung rumah sakit. Akan tetapi, sekarang sepi dan ia hanya mangkal di sekitar Alun-alun Tayu sampai SPBU Tayu.

(Laporan Khusus Harian Jateng/Foto: Harian Jateng).

Tinggalkan Komentar

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here