Wisata Dieng Banjarnegara Dirombak IALI

0
56
Kawasan Wisata Dieng

Banjarnegara, Harian Jateng – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melibatkan Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) dalam penataan kawasan Dataran Tinggi Dieng untuk mengoptimalkan kepariwisataan sehingga dapat lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

“Saya mengajak arsitek-arsitek lansekap untuk menata kawasan Dataran Tinggi Dieng dan meminta masyarakat setempat ikut menjaga kelestarian lingkungan,” kata Ganjar di Kabupaten Banjarnegara, Rabu (23/3/2016).

Ganjar menjelaskan revitalisasi kawasan Dataran Tinggi Dieng masuk pada penyusunan rencana induk penataan empat kawasan wisata yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah.

Keempat kawasan wisata tersebut adalah Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Museum Purbakala Sangiran di Kabupaten Sragen serta Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara.

“Tahun ini kami ‘review’ dengan anggaran dari pusat dan harapannya ‘detail engineering design’ selesai pada tahun depan,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Ganjar di sela kegiatan konservasi berupa penanaman tumbuhan jenis bambu gandani, terong dieng, dan kopi arabika di lereng serta penebaran 30 ribu ekor ikan nila hitam di Objek Wisata Telaga Merdada, Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

“Harapannya di bagian atas telaga tidak gundul tapi banyak ditumbuhi pohon yang dapat menampung air sehingga terkonservasi dengan baik,” katanya.

Pascapenebaran benih ikan nila hitam, kawasan Telaga Merdada ditutup bagi pemancing selama enam bulan agar ikan dapat tumbuh besar dan berkembang biak.

Telaga Merdada merupakan danau terluas di kawasan Dataran Tinggi Dieng itu, memiliki keunikan berupa tidak ada sumber air dan seluruh air yang menggenangi telaga berasal dari hujan.

Luas Telaga Merdada mencapai 25 hektare dan dikelilingi oleh dua bukit, yaitu Bukit Pangonan serta Bukit Semurup. Sehari-hari, air yang ada Telaga Merdada digunakan para petani kentang dan kubis untuk mengairi areal sawahnya masing-masing. (Red-HJ99/Ant).

Tinggalkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here