Kapoksek Belik, AKP Suryanto, Kamis memimpin langsung pengamanan unjuk rasa

Kapoksek Belik, AKP Suryanto, Kamis memimpin langsung pengamanan unjuk rasa

37
0
BERBAGI

Pemalang, Harianjateng.com- Kapoksek Belik, AKP Suryanto, Kamis (27/07/207) memimpin langsung pengamanan unjuk rasa menuntut penutupan pembanguna SPBU di Dukuh Bentar, yang dilakukan oleh LSM-PMPRI bersawa warga dukuh Bentar.

Sebelum para pengunjuk rasa datang, Kapolsek Belik memimpin Apel pengamanan yang diikuti oleh anggota rayon III sesuai Surat Perintah Kapolres Pemalang Nomor : Sprint/729/VII/2017 tanggal 26-07-2017, dengan didukung oleh anggota Koramil Belik dan Satpol PP Kab.Pemalang.

Apel dipusatkan di dua tempat, yang pertama di lokasi pembanguna SPBU Dukuh Bentar dipimpin Kapolsek Belik, sedangkan satunya lagi di Kantor camat Belik dipimpin oleh Kasat sabhara Polres Pemalang.

Sesuai pemberitahuan ke Polres Pemalang, unjuk rasa dimulai Jam: 09.00 Wib namun baru dimulai Jam: 10.30 Wib.

Masa yang mengatasnamakan LSM PMPRI (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia) bersama warga Dukuh Bentar, Desa Beluk Kec.Belik Kab.Pemalang yang bermukim di lingkungan sekitar pembangunan SPBU.

Mereka berkonvoi dari rumah Kirno menuju ke lokasi Pembangunan SPBU yang berjarak sekitar 300 meter sambil membentangkan Spanduk yang bertuliskan tututan dan alat peraga lainya, dengan jumlah masa kurang lebih 50 Orang.

Juru bicara aksi demo, Kirno dan Satriyo menyampaikan alasan dari unjuk rasa dan aksi damai itu karena SPBU tersebut diduga belum melengkapi perijinan, terutama ijin lingkungan setempat atau yang dikenal dengan HO (Hinder Ordonantie).

LSM PMPRI dan warga Dukuh Bentar menghendaki pengusaha SPBU yang selama ini tak mereka kenal, harus bersedia memenuhi tuntutan warga Dukuh Bentar, apabila ingin melanjutkan pembangunan SPBU.

“Agar pihak SPBU membuat sodetan air menuju ke suangai di sebelah kanan SPBU, mengecor jalan yang berada disebelah kanan lokasi SPBU, segera mendata warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan SPBU sampai radius + 100 Meter, agar diberikan jaminan keselamatan dan kesehatan, karena hal ini terkait dengan adanya kegiatan SPBU,” kata Kirno dalam tuntutannya.

Dia juga menuntut pihak SPBU untuk mengutamakan warga sekitar dalam merekrut karyawan SPBU, pemilik SPBU bersedia menjadi warga Desa Beluk dan bisa menunjukan bukti ijin lingkungan/HO,

“Karena kami curiga kenapa ijin pembangunan SPBU bisa dikeluarkan oleh dinas terkait di Kab.Pemalang,” tambahnya.

SPBU membutuhkan air, maka dari itu, Kirno menghimbau agar pihak SPBU membuat atau pasang saluran air sendiri bukan dari mata air milik warga, menunjukan bukti IMB dan surat-surat terkait amdal

“Dan hentikan pembangunan SPBU seblum ada kesepakatan dengan warga Dukuh Bentar,” tegasnya.

AKP Suryanto menjelaskan bahwa para pengunjuk rasa sempat memenuhi jalan raya, dengan alasan orasinya tidak di tanggapi oleh pejabat Kec.Belik.

“Namun dengan sigap kami ingatkan agar kembali ke tempatnya,” jelasnya.

Tidak lama kemudian Camat Belik menemui para pengunjuk rasa dan berjanji akan menyampaikan tuntutan warga Dukuh Bentar kepada pemilik SPBU, dan menurutnya, rencananya Hari Senin tanggal 31 Juli 2017 akan diadakan mediasi antara pemilik SPBU dengan perwakilan warga Dukuh Bentar dengan mediator Camat Belik

Setelah mendapat penjelasan dari Camat Belik, para pengunjuk rasa membubarkan diri.

“Saya bersama Forkopimka meminta kepada pimpinan proyek agar menghentikan pekerjaan pembangunan SPBU sampai adanya kesepakatan pada hari Senin, hal ini semata-mata untuk menjaga situasi yang kondusif, dan pihak SPBU bersedia,” terang Kapolsek.

Setelah aksi unjukrasa dilanjutkan Apel Konsolidasi, Kapolsek Belik menyampaikan terima kasih kepada semua anggota yang terlibat pengamanan baik Polri,Koramil maupun Satpol PP, sehingga unjuk rasa berjalan lancar dan aman.

Red-HJ99/Joko Longkeyang

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY