Perokok Bijak Mengutuk Tindakan tak Manusiawi PT KAI

Perokok Bijak Mengutuk Tindakan tak Manusiawi PT KAI

63
0
BERBAGI

Harianjateng.com – Suryokoco, Ketua Umum Komunitas Perokok Bijak mengutuk keras kelakukan PT KAI yang mengeluarkan perokok dari kereta api. Menurut dia, tindakan tersebut tidak humanis sekali.
“Terkait satu keluarga ( ada anak balita) diturunkan paksa di Stasiun Rewulu Bantul Yogyakarta dari kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan stasiun Kutoarjo Solobalapan, Jumat (4/8/2017), dengan ini mengutuk tindakan tidak manusiawi PT KAI,” beber dia, Kamis (10/8/2017) dalam siaran pers yang diterima Harianjateng.com/

Perokok bijak sepakat kepada PT KAI untuk menegakkan aturan yang sudah dibuat yaitu menurunkan penumpang yang kedapatan merokok dalam kereta, pada stasiun terdekat.

Namun menurunkan penumpang yang tidak merokok adalah bagian dari SADIS nya PT KAI terhadap penumpang. “Bahwa merokok di dalam gerbong kereta dilarang. Bahkan PT KAI akan menurunkan paksa di stasiun terdekat bagi penumpang yang merokok di atas gerbong. Tak hanya itu, penumpang juga tidak diberikan uang ganti tiket,” kata Humas PT KAI Daop V Purwokerto Ixfan Hendriwintoko seperti telah diberitakan.

PT KAI Pusat beberapa waktu lalu. “KAI tidak melarang orang merokok, tetapi jika ketahuan merokok di dalam kereta api, pertama diingatkan, jika tetap membandel akan diturunkan,” Kepala Humas PT KAI Pusat, Sugeng Priyono ungkapnya.

“Perokok Bijak sangat tidak paham dengan rasa kemanusiaan dari petugas KAI khususnya kereta Prameks tersebut diatas. Menurunkan Paksa, seorang ibu dan Balita yang tidak melakukan kesalahan. Diturunkan paksa di stasiun yang mungkin tidak mudah mendapatkan angkutan umum penganti, menurunkan di tempat yang tidak ada tangga untuk turun dari kereta,” beber dia.

Tidak bisakah, kata dia, diberi toleransi diingatkan dan diminta untuk perokok tidak akan melakukan tindakan pelanggaran aturan lagi?

“Tidak adakah rasa belas kasihan petugas KAI pada anak dan ibu yang tidak merokok itu?,” tutup Suryokoco. (Red-HJ99/Hms).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY