Bupati Kendal Panen Raya Padi Varietas Inpago Unsoed 1

Bupati Kendal Panen Raya Padi Varietas Inpago Unsoed 1

50
0
BERBAGI
Foto Saat Bupati Panen Raya

Pageruyung, Harianjateng.com- Bupati Kendal hadiri panen raya Padi Varietas Inpago Unsoed 1 di Desa Surokonto Wetan Pageruyung Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (18/10/2017).

Dalam rangka mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, pemerintah memberikan perhatian khusus dengan mendorong sektor pertanian menjadi salah satu sektor andalan atau unggulan dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah, mengingat cukup besarnya peluang dan potensi sektor pertanian yang masih dapat dikembangkan dan didayagunakan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus pengembangan perekonomian daerah.

Dalam bidang pertanian, Pemerintah Kabupaten Kendal akan tetap menetapkan komoditas unggulan daerah antara lain, yaitu padi, jagung, kedelai dan sektor tanaman pangan lainya. Upaya pengembangan komunitas unggulan daerah tentunya akan menjadi perhatian serius kita bersama, sehingga dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Peningkatan produksi tanaman pangan, perlu tetap ditingkatkan setiap tahunnya baik dari segi kuantitas maupun kualitas, mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Untuk mengatasi kendala dalam penyediaan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian, pemerintah mengharapkan adanya jalinan kerjasama antara petani dengan berbagai pihak secara berkelanjutan, sehingga petani memperoleh kepastian hasil panen dan pemasaran hasil pertaniannya.

Dalam sambutannya Bupati Kendal Mirna Annisa menyampaikan, “saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada bapak, Ibu petani di Desa Surokonto Wetan ini yang telah bekerja keras dan berhasil bercocok tanam padi Varietas Inpago Unsoed 1 dengan baik, benar dan bijaksana, sehingga dapat meningkatkan produktivitas padi daerah kita.”

Lanjut Bupati, untuk mencapai swasembada pangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu diantaranya, yang pertama dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal. Bupati meminta untuk melakukan pengembangan sarana dan prasarana pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani, pembangunan jaringan pengairan/irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas, peluasan areal tanam, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Kedua, para petani diharapkan agar secara terus menerus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan seperti padi dan mempotensikan lahan yang ada, agar dikelola secara optimal dengan varietas benih yang bagus. Bupati juga meminta agar petani menjalin kerjasama dengan berbagai mitra usaha bidang pertanian yang ada. Dan yang ke ketiga, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani, agar terus menerus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada para petani, sehingga para petani akan terbantu dalam menerapkan teknologi tepat guna dalam meningkatkan hasil panen yang semakin meningkat dan swasembada padi tercukupi.

Sedangkan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kendal Diah Aning Budiarti, dalam kesempatan itu juga menyampaikan laporan terkait hasil Pertanian Kabupaten Kendal. “Pada pelaksanaan panen hari ini lahan sawah menggunakan tanaman Padi Varietas Inpago Unsoed 1 yang merupakan varietas padi gogo unggul yang tahan terhadap kekeringan dan bersifat aromatik dengan umur tanaman +/- 110 hari setelah sebar. Luas Baku Lahan Sawah Pertanian Kabupaten Kendal 25.989 hektar dengan rencana tanam padi tahun 2017 sebesar 46.743 hektar, rencana panen 45.066 hektar, rencana produktivitas 58,17 kuintal per hektar dan rencana produksi 262.164 ton GKG (Gabah Kering Giling). Realisasi panen bulan Januari sampai dengan September sebesar 40.611 hektar dengan produksi sebesar 206.098 ton GKG (Gabah Kering Giling),” ujarnya.

Selain itu Diah Aning Budiarti juga menjelaskan, “ketersediaan beras mengalami fluktuasi, tahun 2013 sebesar 133.770 ton beras dan tahun 2016 sebesar 147.585 ton beras. Sementara konsumsi beras meningkat dari tahun 2013 sebesar 79.948 ton beras dan pada tahun 2016 menjadi sebesar 80.393 ton beras. Meskipun tiap tahun Kabupaten Kendal mengalami surplus beras namun tetap perlu mempertahankan luas baku lahan sawah dan peningkatan produksi padi yaitu dengan penggunaan Padi Varietas bnggul baru.”

Dalam kegiatan itu, Bupati bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kendal juga ikut memanen hasil pertanian tersebut, didampingi oleh TNI dan Polri serta masyarakat

Red-HJ99/ Heri Susanto

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY