BEKRAF Bersama Jamal Mirdad Adakan Diskusi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kendal

BEKRAF Bersama Jamal Mirdad Adakan Diskusi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kendal

64
0
BERBAGI
Jamal Mirdad Anggota komisi X DPR RI, saat memberikan sambutan

Kendal, Harianjateng.com- Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia megadakan diskusi kelompok terpumpun (DKT) pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kendal, Selasa (7/11/2017) bertempat di Hotel Sae Inn Kendal, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara itu, direktur hubungan antar lembaga pemerintah dalam negeri, Hassan Abud, Kasubdit hubungan antar lembaga pemerintah dalam negeri, Yoseph payong masan, anggota komisi X DPR RI, Jamal Mirdad, Ibu Sukini, dinas pemuda olahraga dan pariwisata Kabupaten Kendal, dan hadir sebagai narasumber kuliner Ibu Diah Kristanti dan bapak Hardadi (pengusaha kuliner olahan singkong outlet D9 Salatiga), Asmudjo Jono Irianto (kurator sub sektor kriya, dosen ITB), Kasubag Tata Usaha hubungan antar lembaga dalam negeri, M. Heykal, dan Tjipto Wahjono staff Bupati Kendal bidang ekonomi keuangan dan pembangunan

Acara diawali dengan doa pembuka dan dilanjut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, sebagai tanda di mulainya acara tersebut.

Badan Ekonomi Kreatif atau disebut BEKRAF, dibentuk melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2015 Jouncto Perpres Nomor 72 Tahun 2015 tentang pengembangan ekonomi kreatif dan memiliki tugas untuk membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif pada 16 sub sektor ekonomi kreatif.

Salah satu tahapan dalam mengupayakan pengembangan ekonomi kreatif adalah melalui tahapan 3C, yaituConnect, Collaborate, Commerce (Keterhubungan, Kolaborasi, Komersialisasi) oleh seluruh pemangku kepentingan, dari skala lokal hingga nasional. Sehubungan dengan hal inilah diselenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan unsur – unsur Pentahelix yaitu Academician, Businesses, Community, Government, Media (ABCGM) yang berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya direktur hubungan antarlembaga pemerintah dalam negeri, Hassan Abud menyampaikan, “tujuan daripada FGD ini, yang pertaman adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, potensi, dalam konteks sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Kendal. Kedua memetakan kompetensi masing-masing pemangku kepentingan dan memposisikan diri dalam pembagian peran dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dan yang ketiga benchmarking antara pelaku ekonomi kreatif.”

Lanjut Hassan Abud, “potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Kendal dapat dikembangkan dari subsektor kuliner, seperti momoh, sate bumbon, rica-rica menthog bebek Ijo, soto Kendal, pecel kembang turi, bandeng tanpa duri (Tandu), brongkos, telur Ikan Mimi, panggang ikan klayar, mangut kepala Ikan manyung. Selain itu, banyak juga oleh – oleh khas Kendal, seperti Kerupuk Petis, Kerupuk Rambak, Kerupuk Tayammum (Goreng Wedi), Spesial Gulali Khas Kendal, Olahan Jambu Getas Merah, Emping Bandeng, Abon Bandeng Cabut Duri, Stik Balado Pedas, Kerupuk Duri Bandeng, Krecek Ketan Bandeng Cabut Duri, Sumpil, Ondal Andil.”

Hasan Abud juga menambahkan, subsektor ekonomi kreatif lainnya di Kendal, seperti Kendal heritage carnival sektor ekonomi kreatif di Kendal ini dapat kita andalkan untuk mengakselerasi pertumbuhan perekonomian di kabupaten Kendal. “Sebuah negara dianggap maju dan beradab tidak lagi hanya berdasarkan pada kekuasaan politik dan kekuatan militer, tetapi lebih pada dominasi tingkat kualitas intelektualitas, budaya dan ekonomi kreatif. Dalam tiga tahun terakhir ini, Pemerintah fokus untuk memerangi kemiskinan, menekan ketimpangan dan mengurangi pengangguran. Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi nasional di masa mendatang, seiring dengan kondisi sumber daya alam yang semakin terdegradasi setiap tahunnya. Melalui BEKRAF, Pemerintah Indonesia berusaha menaruh perhatian lebih terhadap sektor ini dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia. Mari mensinergikan program dan kegiatan kita bersama,” ungkapnya.

Sedangkan Bupati Kendal yang di wakili oleh Tjipto wahjono staff ahli bupati bidang ekonomi keuangan dan pembangunan, mengatakan, “Kendal banyak potensi kelompok maju, banyak olahan-olahan, seperti bakso bandeng, bandeng cabut duri, kerajinan bambu dan olahan kopi, ini perlu adanya wadah untuk menggugah kemajuan produk-produk olahan tersebut, dan mengembangkan pasarnya. Dan kendala yang ada sampai saat ini susah menemukan pasarnya, harapanya kepada Bekraf pusat agar dicarikan pasar penjualannya.”

Sementara itu Jamal Mirdad anggota komisi X DPR RI juga menyampaikan harapanya kepada Bekraf pusat, agar mensuport penuh dan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Kendal. “Semoga dengan adanya diskusi kelompok terpumpun pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kendal yang diadakan oleh Bekraf, dapat memberikan manfaat bagi para pelaku pengembang ekonomi kreatif. Selain ilmu yang diberikan, saya juga berharap Bekraf dapat menjembatani kendala-kendala yang ada dan memfasilitasi para pelaku usaha krestif khususnya di Kendal. Dan kepada para peserta semoga ilmu yang didapatkan dari forum ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha kreatif, agar kedepan bagi masyarakat Kendal bisa lebih sejahtera dan maju.”

Kegiatan itu diikuti 100 orang peserta dan dihibur dengan lagu suka-suka yang dinyanyikan langsung oleh Jamal Mirdad. Hingga kini acara masih berlangsung.

Red-HJ99/Heri

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY