Teliti Suggestopedia, Dian Wakili Semarang di Kemdikbud

Teliti Suggestopedia, Dian Wakili Semarang di Kemdikbud

28
0
BERBAGI
Dian Marta Wijayanti (tengah)

Semarang, Harianjateng.com – Dian Marta Wijayanti, guru SDN Sampangan 01 UPTD Gajahmungkur, Kota Semarang, mewakili Kota Semarang dalam seminar nasional yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI yang berlangsung dari 7-10 November 2017 di Hotel Kartika Chandra Jakarta.

Awalnya, semua peserta se Indonesia mendaftarkan diri dengan mengirimkan abstrak karya tulis. Dari sekitar 500 lebih, hanya 200 guru yang diundang ke Jakarta. Untuk 100 guru, diminta presentasi yang lolos seleksi panitia dan untuk 100 guru hanya menjadi peserta.

“Alhamdulillah pagi ini, saya mendapat giliran presentasi di awal bersama Dr. Undang Rosidin dari Universitas Lampung dan Dr. Elin Rosalin dari Universitas Pendidikan Indonesia. Nikmatnya dapat undi presentasi di awal,” beber Dian Marta Wijayanti usai presentasi melalui via telepon, Rabu (8/11/2017).

Dalam seminar nasional bertajuk “Membangun Guru Pendidikan Dasar yang Profesional dan Berkarakter” itu, nanti dari peserta yang maju presentasi akan dipilih juara umum.

Dalam penelitiannya, Dian menulis karya bertajuk “Pengembangan Metode Suggestopedia dalam Penguatan Literasi Menulis Puisi Bebas”. Menurut dia, selama ini anak-anak SD dalam menulis masih rendah dan harus diberi treatmen agar bisa menulis puisi yang bagus. Dari penelitiannya, kurang kreativitas menjadi anak tidak bisa menulis puisi.

“Juga karena pembelajaran yang metodenya membosankan dan guru tidak bisa melakukan inovasi dalam pembelajaran. Maka dalam penelitian saya, kemarin berhasil menulis buku antologi puisi yang ber-ISBN dan sudah saya sunting dan ternyata hasilnya juga bagus. Jadi suggestopedia ini menjadi wahana untuk melejitkan kemampuan literasi khususnya dalam menulis puisi,” tegas lulusan terbaik PGSD UNNES 2013 itu.

Saat presentasi panel, ia menjelaskan banyak sekali pertanyaan bermunculan. Tiap sesi panel, ada lima penanya per sesi, kata dia, dan semua audiens bebas memilih pertanyaan ditujukan kepada siapa. “Karena memang asing dengan metode suggestopedia itu. Jadi pertanyaan menyerang saya, tapi alhamdulillah bisa menjawabnya,” papar penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner? tersebut.

Intinya, dalam penelitian saya, kata dia, ada dua simpulan. “Pertama metode suggestopedia mampu menginspirasi dan melejitkan anak-anak menulis puisi. Kedua, tercipta inovasi literasi menulis puisi berupa buku antologi puisi berjudul ‘Kumpulan Puisi Kelas 5B SDN Sampangan 01’ yang sudah terbit beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Mahasiswi PGSD Pascasarjana UNNES itu berharap, ke depan bisa tercipta metode baru agar kemampuan menulis puisi anak semakin meningkat. “Juara atau tidak itu bukan tujuan, tapi kami di sini adalah pilihan dari jutaan guru se Indonesia yang berusaha mencari solusi atas problematika pembelajaran di SD dan umumnya pendidikan secara luas,” pungkas dia. (Red-HJ45/Hms).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY