Kampus STAINU Temanggung Turut Kawal Demokrasi

Kampus STAINU Temanggung Turut Kawal Demokrasi

34
0
BERBAGI
Sigit Tri Utomo dosen STAINU Temanggung saat mengikuti seleksi.

Temanggung, Harianjateng.com – Peran kampus sebagai lembaga pendidikan tidak hanya di ranah akademik saja, melainkan harus nyata di sosial dan politik, termasuk dalam mengawal proses demokrasi. Oleh karena itu, selama dua hari ini Kamis-Jumat, 9-10 November 2017, merupakan hari seleksi PPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur (Pilgub) Jawa tengah 2018 dan Pemilihan Bupati dan Wakil (Pilbup) serentak 2018.

Beberapa dosen dan mahasiswa STAINU Temanggung ikut andil dalam mensukseskan pesta demokrasi. Hal itu menjadi bukti bahwa STAINU Temanggung merupakan kampus yang berperan aktif dalam kegiatan sosial sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajara, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Seperti halnya Sigit Tri Utomo, dosen dan juga Sekprodi PAI STAINU Temanggung juga ikut andil berperan. Di sela-sela kesibukannya menjadi praktisi pendidikan di kampus dia masih menyempatkan ikut bagian menjadi peserta seleksi PPS Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

“Politik adalah alat kekuasaan, mahalnya pendidikan dan penenti kebijakan adalah akibat dari politik, sehingga saya terdorong mensukseskan pilkada serentak 2018 dengan terjun langsung ke lapangan menjadi PPS,” papar alumnus Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga tersebut, Jumat (10/11/2017).

Menurut dia, sudah seharusnya akademisi tidak berada di menara gading dan harus terjun langsung di masyarakat. “Kampus merupakan ujung tombak pembangun bangsa. Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat,” beber Sigit.

Sementara itu, Pria Agung Dermawan Ketua PPK Windusari, Magelang menjelaskan bahwa ada tahapan seleki PPS. “Dalam ujian PPS ada 2 tahapan yaitu seleksi 1 seleksi tertulis materi sputar pemilu dan wawancara dan praktek komputer”, kata dia.

Di pihak lain M.Fadloli yang juga dosen PGMI STAINU Temanggung juga tengah mengikuti seleki ujian PPS di Jurang Kabupaten Temanggung tempat alumnus UNS Surakarta itu tinggal. “Ini adalah bagian dari tugas kami selaku akademisi untuk turut mengawal proses demokrasi,” beber dia.

Fakta unik terjadi, mahasiswa Prodi Hukum Islam Irfan dan Mahasiswa PAI malah bertugas menjadi PPK yang masing-masing menseleksi PPS di Kecamatan Kaloran dan Kecamatan Kranggan, Temanggung.

Juga mahasiswa alumni STAINU Temanggung Rofik menjadi penyeleksi dosennya di Kecamatan Windusari.

Tidak hanya itu Yulian, mahasiswa Prodi Hukum Islam STAINU Temanggung juga ikut berpartisipasi ikut seleksi menjadi peserta PPS di Kecamatan Kaloran, Temanggung.

Wujud nyata peran STAINU Temanggung tidak hanya di kalangan dosen dan mahasiswa yang masih aktif di jagat akademik. Hal itu tentu terbukti dengan adanya sejumlah alumni STAINU Temanggung yang turut serta mengawal pesta demokrasi di Jawa Tengah, baik di tingkat Pilgub maupun Pilbup di masing-masing kabupaten. (HJ49/HI).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY