Event Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah Hadir di Semarang

Event Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah Hadir di Semarang

62
0
BERBAGI
Exif_JPEG_420

Semarang, Harianjateng.com- Event Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah yang diselenggarakan mulai 16 hingga 19 November 2017 di Lawang Sewu, Semarang Jawa Tengah, Kamis (16/11/2017).

“Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah merupakan inisiatif sekaligus ikhtiar anak bangsa yang sebelumnya telah melakukan deklarasi Relawan Rempah pada tanggal 29 September 2017 untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai Negara Maritim-Agraris, dengan mengembalikan kejayaan maritim nusantara dan rempah sebagai bagian budaya yang melekat serta bertumbuh dalam sejarah Indonesia. Para Relawan Rempah terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang; pelaku bisnis, petani, aktivis, peneliti, pengajar/dosen dan lain-lain,” , ujar Suhirman Muliodihardjo Dewan Rempah Indonesia

Kegitan tersebut diisi dengan rangkaian kegiatan, yaitu seminar, pameran produk rempah, pameran pemerintah daerah penghasil rempah dan pameran karya seni _history repeats itself_ karya Titarubi. Di awal perhelatan rangkaian kegiatan selama empat hari tersebut akan ditandai juga dengan Pembukaan Lelang Perdana Komoditas Rempah dan beberapa produk lainnya.

Bappenas juga menambahkan, “Di era millenial negara-negara lain telah melakukan pengembangan dan industrialisasi secara masif, sementara rempah kita 90% pengelolaannya dilakukan oleh petani dan sudah saatnya kita harus tinggalkan pola sejarah lama perekonomian eksploitatif. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah mendorong transformasi perekonomian Indonesia dari berbasis komoditas ke manufaktur sebagai syarat transformasi menjadi negara maju. Indonesia pernah mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 8% pada era 1990-an, tepatnya saat mulai melakukan industrialisasi. Sektor manufakturnya berkontribusi 30% dari total PDB negara. Namun sejarah komoditas juga mengalami pasang surut yang cukup signifikan; di tahun 1970-an, Indonesia mengalami surplus devisa dari _oil boom_ ; di tahun 1980-an berganti menjadi hutan kayu, sawit dan batu bara di tahun 2010.”

Lanjut BAPPENA, dari Sejalan dengan implentasi Nawa Cita, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat Poros Maritim dan industrialisasi yang berbasis manufaktur agar tercipta kemandirian ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018, Bappenas. Oleh karenanya, revitalisasi rempah merupakan program strategis dan seharusnya segera dilakukan untuk peningakatan perekonomian nasional.

Memiliki potensi ini, peluang rempah (misalnya lada, _king of spices_ ) yang apabila dikelola dengan cara yang benar akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Misalnya dengan pengelolaan industri komoditi penanaman modal langsung dan transformasi manufaktur. Selain itu perlu digalakan pelaksanaan kebijakan Undang-Undang No.20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis yang tidak hanya menjadi persyaratan administratif namun juga sebagai alat dagang global dan _nation brand_.

Saat ini, pemerintahan Jokowi-JK telah melakukan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, tol laut, pembangunan jalan hingga ke daerah terpencil, bendungan, irigasi dan rel kereta api. Pembangunan ini perlu dimaknai sebagai pembangunan jalur distribusi antar daerah maupun jalur perdagangan ekspor. Selain dukungan infrastruktur, juga dukungan peningkatan investment grade kemudahan berusaha (ease of doing business) yang naik peringkat 106 (2016) menjadi peringkat 91 (2017) dengan potensi arus investasi diperkirakan senilai 100-200 miliar dolar AS. Tak ada kata lain, peluang rempah yang dulu pernah berjaya apabila dikelola dengan cara yang benar akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sedangkan Sekretaris Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono meminta, kepada bupati/walikota agar membentuk relawan rempah yang berada di wilayahnya, sehingga hasil-hasil bumi kedepanya semakin dikenal dunia. “Wilayah Jateng memiliki potensi yang besar untuk mendukung aktivitas industri jamu, baik nasional maupun ekspor, mengingat di provinsi Jateng kini terdapat 7.000 an jenis tanaman obat atau rempah.

Acara Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah ini didukung oleh kementrian Koordinator bidang kemaritiman Republik Indonesia, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dengan menghadirkan tema kedaulatan maritim dibidang Geo Ekonomi dan Geo Budaya, Keanekaragaman hayati dan Agro Bahari serta Industri dan perdagangan rempah dibidang produksi pengolahan, kestabilan harga dan situs jalur rempah sebagi simpul budaya maritim agraris.

Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber Executive Director, International papper Community ( Indonesia, Malaysia, Vietnam, Srilangka, India) perupa titarubi Chef Ragil Imam Wibowo, Dewan Pimpinan nasional Petani, Pelaku usaha, asosiasi dan para pejabat pemerintah kementrian Koordinator bidang kemaritiman Republik Indonesia, kementrian Koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, Kementerian Pertanian, BAPPENAS, BALITRO, LIPI

Red-HJ99/ovan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY