Bank Jateng Mengggelar Seminar The 1st Indonesia International Microfinance Forum 2017

Bank Jateng Mengggelar Seminar The 1st Indonesia International Microfinance Forum 2017

63
0
BERBAGI

Magelang, Harianjateng.com- Bank Jateng menggelar kegiatan The 1st Indonesia International Microfinance Forum 2017 (The 1st IIMF 2017) seminar dengan tema ”Micro Finance and Poverty Reduction”, Sabtu (18/11/2017) di Gedung AH Nasution Akmil Magelang. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dimualai hari ini sampai tanggal 19 November 2017

Acara kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt. Debuty Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Ibu Ir. Yuana Sutyowati, M.M., Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Ph.d, Mr Thosten Bosker dari SBFIC Bonn Jerman, Mr Michael Kuehl dari SBFIC Indonesia, Michael Steidl dari World Bank, Kepala BI Jawa Tengah, dan Bapak Kresno Sediarsi dari Asbanda dan Direksi BPD se Indonesia, serta Bupati dan Walikota se Jawa Tengah.

Hadir juga dalam acara itu, BPR se Jawa Tengah, Forkopimda Jawa Tengah, Akademi Militer, Forkopimda Kota Magelang, Kadin, HIPMI, IWAPI, Dekransda Provinsi dan Kab / Kota Magelang, Direksi BPR, Koperasi, Akademisi, Direksi Asuransi dan Pelaku para UMKM.

Saat mengunjungi pameran di acara seminar Bank Jateng di Gedung AH Nasution Akmil Magelang

Gubernur Jateng besama denga Ketua Dewan Komisioner OJK dan Direktur utama Bank Jateng berserta dengan tamu undangan lainya langsung mengunjugi pameran microfinance, yang diikuti lebih dari 50 tenant, diantaranya yaitu mitra binaan Bank Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BPR, Koperasi, BUMDEs, Perguruan Tinggi, start up Fintech, Sadewa Market, Dekranasda, SBFIC dan BPD lain dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bank DKI, Bank Aceh Syariah, Bank Sumatera Utara dan masih banyak yang lainnya.

Dalam sambutanya Direktur utama Bank Jateng menympaikan, “saya ingat dua tahun yang lalu Gubernur Jateng memberikan arahan kepada kami yaitu bagaimana menciptakan kredit murah tanpa agunan dan langsung bisa diakses oleh para usaha mritra kecil setelah berjalan satu tahun beliau mengarahkan bagaimana ini bisa bergaung, terus kemudian kami berdiskusi dengan Ketua Asbanda, Ketua Asbanda dengan beraninya mendorong untuk menyelenggarakan Indonesia mikro finance forum. Gubernur juga mengarahkan kami untuk bekerja sama dengan SBFIC dan Kebetulan SBFIC sudah bekerja sama dengan Wold Bank dan alhamdulillah acara ini bisa menghadirkan nara sumber dari Wold Bank, oleh karena itu kami merasa bangga karena ini adalah kerjasama yang baik. Saya ucapkan terima kasih kepada pak Wimbo karena tadi menyampaikan akan menyuport penuh kegiatan ini bahkan akan mengambil alih.”

“Kami berharap Bapak Gubernur dan bapak Wimbo Santoso dapat memberikan arahan kepada kami, karena disini juga dihadiri BPR se Jawa Tengah, serta dalam kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan praktisi untuk mendiskusikan berbagai topik tentang micro finance yang dikemas dalam acara seminar dan berbagai kegiatan terkait lainnya. Selain itu, dibahas makalah penelitian, monografi, studi kasus, dan wawasan pengalaman mengenai topik dan eksperimen alternatif tentang microfinance. Dan inilah hasil usaha kerja kami, semoga ini dapat bermanfaat untuk Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya,” harap Direktur utama Bank Jateng.

Ketua OJK Wimboh Santoso mengkatakan siap mendorong dan memfasilitasi supaya microfinance itu menjadi hak masyarakat dalam pembiayaan-pembiayaan sektor micro yang kecil. inilah yang nanti lembaga keuangan yang kita desain untuk masuk ke pasar-pasar mikro ini. Jadi ini nanti akan kami lakukan dengan proses yang cepat tanpa agunan, pembiayaan suku bunga yang murah dan bisa diangsur setiap minggu. Ini pasti akan bermanfaat bagi para pedagang mikro seperti tukang bakso dan pedagang mikro lainnya. Jadi Micro finance ini dananya dari dana donasi atau CSR lainya, sehingga suku bunganya sangat murah dan pastinya tidak membebani para pedagang mikro. Dan Peran OJK akan secepatnya merealisasikan program kerja ini,” jelasnya.

Sementara itu dalam seminar tersebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan penjelasan yang intinya bagaimana mengurangi kemiskinan dengan program micro finance. “Dengan adanya seminar ini, saya harap bisa mendorong kemajuan micro finance. Untuk itu peran perbankan memiliki kontribusi penting dalam menyelesaikan permasalahan tentang permodalan masyarakat, ” harap Ganjar.

Saat penandatangan MOU

Diacara itu juga ada pananda tanganan MOU antara Direktur utama Bank Jateng dengan Debuty Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Ibu Ir. Yuana Sutyowati.

Red-HJ99/Heri

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY