Pembukaan MQK Nasional ke-VI di Jepara Dihadiri Menteri Agama

Pembukaan MQK Nasional ke-VI di Jepara Dihadiri Menteri Agama

38
0
BERBAGI

Jepara, Harianjateng.com- Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin yang beralamat di Dukuh Balekambang Desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, kali ini menyelenggarakan kegiatan kafilah MQK (Musabaqah Qira’atil Kutub) Nasional VI Tahun 2017, Rabu (29/11/2017).

Kegiatan yang diselenggarakan selama 9 hari mulai tanggal 29 s/d 07 Desember 2017 ini dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum. dan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Agama beserta staf, Gubernur se-Indonesia atau yang mewakili, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, Dandim 0719/Jepara, Kapolres Jepara, Komisi VIII DPR RI, Anggota DPRD Prov. Jawa Tengah, Perwakilan dari Kemenag Prov. Jawa Tengah, Ka Dinas/Instansi, Ka Dewan MQK Indonesia, Para Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia atau yang mewakili, tamu undangan lainnya dan peserta lomba MQK se-Indonesia.

Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin menjelaskan, “MQK (Musabaqah Qira’atil Kutub) adalah sebuah ajang perlombaan membaca kitab kuning, yang mana perlombaan ini sudah menjadi salah satu tradisi yang diadakan diberbagai pondok pesantren di Indonesia. Sedangkan tujuan dari diselenggarakannya perlombaan ini adalah untuk mengetahui seberapa dalam para peserta/santri menguasai ilmu tentang bagaimana cara membaca kitab, dan mengetahui pemahaman santri dalam memahami sebuah kitab kuning.”

Dalam kesempatan itu Gubernur Jawa Tengah mengatakan rasa terimakasinya kepada Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin atas terselenggaranya kegiatan ini yang sangat meriah. “Kami juga akan terus kemajuan pondok pesantren mengingat kegiatan seperti ini dapat membentuk akhlak generasi muda,” tuturnya.

Selain itu Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menuturkan bahwa pemerintah juga memprogramkan pendidikan karakter melalui pendidikan agama. “Kami dari Kementrian Agama juga sudah memprogram pendidikan karakter lewat pendidikan agama, sehingga nantinya masyarakat Indonesia akan semakin berakhlak tinggi. Kami juga terus mengalokasikan anggaran untuk pondok pesantren untuk kemajuan pondok pesantren, kami harap masyarakat juga mendukung kemajuan dari agama melalui pondok pesantren,” ungkapnya.

Red-HJ99/TT

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY