Trias Revolusi, Strategi Akselerasi Melunasi Janji Kemerdekaan

0
40

Judul: Membumikan Revolusi Mental dan Nawacita
Penulis: M. Yudhie Haryono dan Rahmi Fitriyani
Editor: Budi Setiyono
Penerbit: Kalam Nusantara dan Kementerian Dalam Negeri Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum
Cetakan: Pertama, Oktober 2017
ISBN: 978-602-73808-2-0
Peresensi: Hamidulloh Ibda (Pengurus Bidang Literasi Serikat Media Siber Indonesia/SMSI Jateng)

Bangsa yang besar, salah satu indikatornya adalah bangsa yang memiliki mental. Singkatnya, bermental indigen, bukan inlander. Pesan itu dijelaskan penulis dalam buku berjudul “Membumikan Revolusi Mental dan Nawacita” ini.

Dalam buku ini, dijelaskan Republik Indonesia tentu saja masih diperbaiki oleh sedikit orang yang mandiri, profesional, progresif, visioner dan revolusioner. Yaitu, mereka yang mencintai Republik Indonesia sebagai tanah air-udara, tumpah darahnya sesuai filsafat “save the nation, save the constitution”. Dengan revolusi mental, revolusi nalar, dan revolusi konstitusional (trias revolusi), kita segera merealisasi janji proklamasi yang ditunttu oleh seluruh warganegara ini.

Dalam buku ini, Bab I membahasa tentang latar belakang, fungsi dan tujuan serta ruang lingkup revolusi mental-nawacita. Kemudian Bab II mengkaji konsep dasar pembangunan mental bangsa. Di dalamnya, ada konsensus dasar pembangunan nasional, lingkungan strategis dunia, konsep jati diri bangsa, esensi mental bangsa, serta mental yang diproduksi.

Pada Bab III, mengkaji secara bernas tentang arah, tahapan, dan prioritas pembangunan mental bangsa periode 2015-2025. Cakupannya, arah pembangunan mental bangsa, tahapan dan prioritas mulai dari tahap I dan prioritas 2015-2016, tahap II dan prioritas 2016-2017, serta tahap III dan prioritas 2018-2025.

Bab IV menguliti lebih dalam tentang strategi pembangunan mental bangsa. Dimulai dari strategi pembangunan mental bangsa melalui pendidikan, strategi sosialisasi mental bangsa, strategi pembudayaan mental bangsa, strategi pembangunan mental bangsa bangsa melalui pemberdayaan. Bisa dimulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, warganegara, warganegara politik. Selanjutnya, mengkaji tentang strategi pembangun mental bangsa melalui kerjasama.

Pada Bab V mengkaji apik tentang rencana strategi aksi nasional atau Renstranas gerakan Revolusi Mental dan Nawacita dengan menguliti isu-isu strategis dan penyusunan Renstranas 2015-2019.

Buku bernas ini sangat berdampak besar bagi pembangunan mental bangsa karena menawarkan trias-revolusi sebagai wahan mempercepat, menjadi sumbu yang bisa dijadikan pelancar pembangunan mental bangsa. Kita perlu ingat, bahwa tidak ada bangsa besar tanpa ada spirit bermantal yang benar, sesuai doktrin bahwa kita adalah bangsa yang berideologi kuat. Jika tidak sekarang, kapan lagi kita akan melunasi janji kemerdekaan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here