Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu Kabupaten Kendal 2018

0
61

Magelang, Harianjateng.com– Dalam rangka meningkatkan kompetensi kepariwisataan di Kabupaten Kendal, Dinas Kepemudaan, Olah raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal menggelar pelatihan pemandu wisata terpadu 2018, bertempat di Pondok Tingal Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 12 April – 14 April 2018, dengan narasumber dari Disporapar dan DPD HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Jawa Tengah.

Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 30 orang dari berbagai elemen pegiat kepariwisataan, antara lain seperti Pokdarwis, Duta wisata, HPI dan pelaku wisata dan pegiat wisata di Kabupaten Kendal.

Pelatihan di buka oleh Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal Mardi Edi Susilo SE.par, M.par.

Dalam sambutannya Mardi menyampaikan pentingnya pelatihan ini, dengan melihat banyaknya potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Kendal, yang belum bisa di kelola secara maksimal. “Dengan pelatihan ini kami berharap para pelaku wisata, pemandu wisata dan pegiat wisata lainya dapat meningkatkan kompetensi baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), skill dan pengetahuannya sehingga bisa berkreativitas dalam mengembangkan dan memajukan pariwisata di kabupaten Kendal,” ujarnya pada Jumat malam (13/04/2018).

Ia juga menambahkan, bahwa dalam memajukan pariwisata tidak cukup hanya menjual keindahan dan keunikan lokasi obyek wisata semata, namun yang tidak kalah penting adalah pelayanan di lokasi obyek wisata.

Dalam kesempatan tersebut Mardi juga menepis anggapan bahwa dinas keluar kota hanya senang-senang. “Ada anggapan ketika kita mengadakan kegiatan di luar kota kita hanya bersenang-senang dan menghabiskan anggaran, hal itu tidak benar, karena ketika kegiatan dilaksanakan di kota kita sendiri biasanya tidak fokus, apalagi kita tentang kepariwisataan, kita harus banyak mengenal dan berkunjung di tempat lain untuk bisa belajar dan memahami permasalahan yang ada, sehingga kita bisa menguasai dan mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada. Tapi biarlah itukan hanya anggapan yang penting kita disini benar-benar sedang melaksanakan kegiatan yang bermanfaat,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan ini di harapkan para peserta akan memiliki SDM dan wawasan yang luas dan mumpuni dalam hal kepariwisataan, sehingga mampu mengemas dan mempromosikan kebudayaan, kearifan lokal yang sebagai aset kepariwisataan yang ada di Kabupaten Kendal.

Restu Blangkon pemateri dari HPI Jateng memberikan pemahaman materi tentang Pemandu kepariwisataan dan Sapta pesona, disampaikan bahwa seorang pemandu wisata juga harus bisa menjadi motor dan penggerak terlaksananya SAPTA PESONA (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan). Selain itu peserta juga diberikan pelatihan bagimana peserta bisa menjadi Host (tuan rumah) yang baik, menjadi masyarakat yang mampu menjadi motor dan pendorong tumbuh kembangnya kepariwisataan di suatu lokasi /wilayah.

“Dengan terwujudnya Sapta pesona, akan bisa mendorong Destinasi pariwisata yang berdaya saing dan dinamis, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata , sehingga akan membuat peluang kerja dan pendapatan masyarakat /daerah,” kata Restu.

Pemandu wisata, lanjut Restu, pertama harus mampu membimbing , mengarahkan, mempengaruhi sikap dan sifat masyarakat untuk mendukung kebijakan program dan kegiatan suatu organisasi pariwisata. Kedua, menggalang /mengorganisir dukungan masyarakat tentang kepariwisataan. Dan Ketiga, menggalang /mengorganisir peran serta masyarakat tentang kepariwisataan dan tugas pemandu wisata diantaranya, menjadikan tuan rumah yang baik, meningkatkan citra, mutu produk dan pelayanan, penerapan Sapta pesona dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan Pengembangan SDM Kepemandan Pariwisata di sampaikan oleh Purwono anggota DPD HPI Jawa Tengah, atau yang lebih dikenal oleh kalangan wisatawan manca negara ataupun agenci wisata di Prambanan dengan panggilan Pak Luna. Hal tersebut berawal seringnya wisatawan mancanegara yang menggunakan jasanya, namun agak kesulitan dalam mengingat namanya, hingga akhirnya beliau memberikan nama yang mudah diingat oleh para wisatawan dan agenci wisata dengan panggilan Luna.

Dijelaskan oleh Purwono bahwa menjadi seorang pemandu wisata atau guide wisata harus fleksibel, murah senyum, supel dan ramah. “Pahami karakter klien/pengunjung kita, jangan pernah memaksakan kehendak kita kepada pengunjung/klien. Tiga poin dasar yang harus di miliki oleh Pemandu wisata profesional yaitu punya skill atau ketrampilan, Knowledge atau pengetahuan dan Attitude sikap dan etika,” jelasnya.

Sementara untuk sesi Publik speaking, di sampaikan langsung oleh Ketua DPD HPI Jawa Tengah, Ia menuturkan kepada peserta untuk bangun kepercayaan diri dengan banyak latihan, penguasaan materi, dan yakinkan audience membutuhkan informasi yang kita miliki.

Selain pemahaman materi dalam sesi ini peserta diajak praktek langsung, bagaimana menjadi Pemandu wisata yang baik dan profesional, dengan diajak kelapangan, yakni di obyek wisata Candi Borobudur Magelang

Sesuai dengan jadwal, kegiatan dilanjutkan kembali dengan pemaparan dan analisa para peserta setelah melihat langsung dilapangan pelatihan hingga Sabtu siang kedepan.

Red-HJ99/HI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here