Pimpinan Pusat Pencak Silat Harimau Putih Menggelar UKT untuk Para Siswa di Kabupaten Kendal

0
39

Kendal, Harianjateng.com- Pimpinan Pusat Padepokan Pencak Silat NU LBI- Harimau Putih mengadakan kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diikuti siswa dari berbagai sekolah dilingkungan Kabupaten Kendal, Sabtu (14/04/2018) bertempat di Pondok Hidayatul Quran Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Acara diawali dengan lari keliling Kecamatan Kaliwungu, yang selanjutnya dengan senam, uji fisik dan materi kepencaksilatan. Dan dilanjutkan dengan pertarungan diatas gelanggang dengan mengikuti peraturan IPSI serta tarung bebas atau pencak dor dilapangan.

Hadir dalam kegiatan itu Bapak Masrur, M.Pd., Ketua Umum PC. Pagar Nusa Kabupaten Kendal serta para pengurus padepokan harimau putih.

Dalam sambutanya Bapak Masrur menyampaikan bahwa padepokan harimau putih mrupakan awal kali adanya pagar nusa di Kabupaten Kendal. “Sebelum adanya padepokan lain dibawah naungan pagar nusa, harimau Putih adalah yang pertama kali mengangkat bendera pagar nusa di Kabupaten Kendal, disamping itu juga merupakan icon utama pagarnusa di Kendal, karena Harimau Putih adalah gudang dari para jawara, gudangnya para pesilat berprestasi, dan juga merupakan sebuah kebanggaan bagi warga kendal khususnya nahdiyin.”

Lanjut Masrur, setelah Harimau Putih besar dan membesarkan pagarnusa dikendal, munculah padepokan lain yg merupakan saudara dari harimau putih sebut saja diantaranya ada LGBR dari parakan, dimana di Kendal dibawah asuhan Gus Mahbub, ada juga Kendali Sodo yang berasal dari Cirebon dibawah asuhan Gus Mufthon, ada juga Gasmi, Mandito Brogo selo, Padepokan Ringin Arum dan Padepokan Pring Jagad.

“Semua adalah saudara dibawah bendera nahdlatul ulama, dan semua merupakan pagarnya NU dan Bangsa yang selalu siap membentengi para ulama dan berjuang untuk menjaga ukhuwah islamiyah,” ungkap Masrur.

Masrur juga berharap, “Pagar Nusa Kabupaten Kendal dapat menorehkan tinta emas tidak hanya dikancah nasional tapi juga sampai internasional.”

Setelah itu sambutan dilanjut oleh ketua umum Ustad M. Mukhlis yang diwakilkan oleh Gus Amali, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesilat harus memahami kunci dalam belajar, yakni pertama semangat dan tak kenal lelah dalam belajar. Kedua, Khidmah dengan mengajarkan ilmu yang dipelajari dengan niatan mengamalkan ilmunua untuk kebaikan. Ketiga, mencari ridho masyayikh atau guru.

Usai sambutan kegiatan itu dilanjutkan dengan atraksi yang sangat hebat dari team demonstrasi Padepokan yang memperlihatkan keindahan jurus dan kekuatan tanaga dalam, setelah itu dilanjut dengan memotong tumpeng oleh Gus Tommy selaku pengasuh padepokan yang di serahkan secara simbolis kepada pak masrur selaku ketua umum pagar nusa dan gus syukron selaku penasehat Padepokan.

Acara tesbut diakhiri dengan doa ole gus syukron dan solawat bersama.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here