Imaken Cabang UIN Walisongo Mengadakan Seminar Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme

0
10

Kendal, Harianjateng.com- Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken) Cabang Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar acara buka puasa bersama dan seminar yang bertema “Peran Empat Pilar Kebangsaan dalam Menangkal Terorisme dan Radikalisme”, Sabtu (26/05/2018) bertempat di Gedung Fatayat NU Kendal, Jawa Tengah.

Hadir sebagai perseta dalam acara itu, diantaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas se-Kabupaten Kendal, Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken) cabang se-Kabupaten Kendal, IPNU-IPPNU, Ketua DPD KNPI Nanang Faruk, Sekretaris DPD Pekat IB Kendal, Heri Susanto dan Wakil Sekretaris Nasrul Yasin, GP Ansor, Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) dan Pemuda Pancasila.

Dan Hadir sebagai narasumber yaitu Bapak KH. Asro’i Ketua MUI Kabupaten Kendal, Saifudi dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang dan Ali Martin dari dosen sosial dan ilmu politik Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Ketua panitia Iwanun Nadif mengatakan bahwa acara itu digelar sesuai dengan kondisi negeri saat ini, yaitu tentang bahaya radikalisme. “Kegiatan ini kami buat, bertujuan mengajak para generasi muda Kabupaten Kendal agar mengerti apa itu radikalisme dan terorisme, supaya mengerti dan paham betul bagaimana cara untuk menanggulanginya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Imaken Cabang UIN Walisongo, Siti Fatmawati berharap, “dengan adanya kegiatan semacam ini, kita sebagai mahasiswa harus bisa menerapkan betul empat pilar kebangsaan sebagai benteng dalam diri kita, agar kita tidak ikut maupun kebujuk ke dalam paham radikalisme atau terorisme.”

“Semoga dengan sering menggelar acara- acara kegiatan seperti ini Imaken Cabang se-Kabupaten Kendal bisa lebih rekat lagi dalam menjaga silaturahim yang sudah lama terjalin,” harap Fatmawati.

Memasuki acara inti saat penyampaian materinya Bapak Asro’i menyampaikan tentang pentingnya emahaman 4 Pilar Kebangsaan dan peran Ulama dalam mencipakan kondusifitas daerah.

Sedang narasumber yang kedua Bapak Ali Martin menyampaikan materi perjalanan dan perkembangan Pemikiran Radikal dan Organisasi Teroris di Indonesia juga di Kendal Serta Peran Politik Hukum dalam pengaturan teroris.

Dan pemateri terakhir Bapak Saifuddin menyampaikan tentang sejarah munculnya radikalisme dan terorisme, dan cara mencegahnya, serta membangun harmonisasi dalam bermasyarakat multikultural.

Usai penyampaian materi dari para narasumber kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Antusias para peserta luar biasa dengan berbagai pertanyaan pertanyaan yang di sampaikan kepada narasumber.

Acara tersebut diakhiri dengan dengan bunyinya sirine yang menandakan waktunya berbuka puasa.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here