Wartawan Yusuf Meninggal, SMSI Desak Polri Usut Tuntas

0
5

Jakarta, Harianjateng.com – Yusuf sudah 15 hari menghuni Lapas Kotabaru, setelah sebelumnya menghuni rumah tahanan Polres Kotabaru. Yusuf disangkakan Pasal 45 A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Alhasil, Yusuf terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Yusuf berstatus tersangka akibat penulisan berita yang menyudutkan dan cenderung provokasi tentang konflik antara masyarakat dan PT Multi Agro Sarana Mandiri (MSAM).

Dalam kaitan dengan peristiwa tersebut, SMSI dalam pernyataan sikapnya, Senin (11/06/2018) menegaskan, kekerasan tidak dibenarkan kepada siapa pun, baik wartawan maupun warga biasa. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) juga mempertanyakan apakah ada tindakan kekerasan atau kesalahan prosedur penanganan dalam kasus ini.

“Oleh karena itu, kami menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut secara tuntas kasus kematian Muhammad Yusuf,” tegas Auri Jaya, Ketua Umum SMSI.

SMSI juga menuntut Polisi untuk menyelidiki apakah ada penggunaan kekuatan ekonomi atau bisnis dalam kasus tewasnya Yusuf. Sebab Yusuf tewas setelah menulis berita yang kritis tentang konflik antara masyarakat dan PT MSAM milik Andi Syamsudin Arsyad (Haji Isam). Haji Isam merupakan pengusaha ternama di Kalimantan Selatan dan memiliki kedekatan dengan aparat Kepolisian.

SMSI juga meminta Dewan Pers untuk memberikan perhatian dan menunjukkan tanggung jawabnya.

Lanjut Auri, “Wartawan atau media yang belum profesional mesti dibina dan diarahkan untuk menjadi profesional, bukan sebaliknya, dibiarkan begitu saja.”

SMSI juga mengimbau kepada segenap unsur pers nasional, pers Kalimantan Selatan khususnya agar senantiasa berpegang kepada UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan fungsi control kekuasaan dan melayani hak public atas informasi.

Red-HJ99

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here