Tanoto Foundation Perkenalkan MIKIR untuk Menghadapi Abad 21

0
67

Solo, Harianjateng.com- Kehidupan di abad ke-21 menuntut berbagai keterampilan yang harus dimiliki oleh  seseorang. Khususnya di bidang Pendidikan diharapkan dapat mempersiapkan siswa agar menguasai berbagai keterampilan tersebut.

Dikatatakan oleh Nurkolis, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah bahwa dikehidupan abad ke-21menuntut orang untuk lebih kreatif dan Inovatif. “Kehidupan dan pekerjaan-pekerjaan di abad 21 semakin menuntut seseorang untuk kreatif dan inovatif, mampu bekerja dalam tim yang semakin multikultur, mampu mengolah informasi dan memanfaatkannya untuk kehidupan, itu semua adalah ketrampilan abad 21 yang harus dimiliki seorang siswa semenjak dini,” ujarnya saat pelatihan Training of Trainer (ToT) terkait Pembelajaran, Manajemen Sekolah, dan Budaya Baca di Hotel Best Western, Solo Baru (11/09/2018).

Untuk mempersiapkan siswa menghadapi hal tersebut, Tanoto Foundation mengadaptasi pendekatan ‘Mikir’ agar diterapkan oleh guru dalam pembelajaran di kelas. ‘Mikir’ merupakan akronim atau singkatan dari mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi. Dan metode penerapannya dilatihkan selama ToT berlangsung.
“Pendekatan ini berusaha menjawab tantangan abad 21 dan memperpraktis unsur lima M yang ada dalam kurikulum 2013 yaitu mengamati, menanya, menyajikan, menalar, dan mencoba,” jelas Nurkolis. Menurutnya dengan pendekatan pembelajaran tersebut, para siswa  secara lebih praktis diajak untuk kreatif, mampu berkolaborasi dalam tim, dan kritis selama proses pembelajaran berlangsung.
“Mereka diajak untuk mengalami dengan cara melakukan percobaan, membuat sesuatu dan mengamati langsung objek yang dipelajari. Mereka harus bekerjasama dalam kelompok yang berbeda-beda, mempresentasikan di depan kelas sehingga mendorong rasa percaya diri dan juga merefleksi kekurangan semua aspek pembelajaran yang sudah dilangsungkan yang menjadikan mereka kritis,” tutur Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jateng tersebut.

Pelatihan yang diikuti oleh 176 orang mitra dari Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang ada terdiri dari para guru, kepala sekolah, pengawas, dosen dan guru besar dari UNS, UIN Walisongo, IAIN Samarinda, Universitas Mulawarman, diajak untuk memasukkan unsur-unsur tersebut dalam pembelajaran yang akan dipraktikkan pada hari ketiga pelatihan berlangsung.
Saat membuka kegiatan, Wakil Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation, M. Ari Widowati menekankan, agar guru harus mengubah strategi pembelajaran dan mulai mengadopsi pembelajaran aktif secara penuh. “Siswa akan memiliki kesempatan yang lebih dalam menyerap banyak pengetahuan bila pendekatan yang digunakan berbasis pembelajaran aktif. Mereka akan lebih terbiasa tampil percaya diri dan mampu berkolaborasi dalam tim,” ujarnya.
Di sela-sela acara, Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Stuart Weston menjelaskan bahwa Tanoto Foundation memiliki fokus pada 3 hal, yaitu pembelajaran di kelas atau di perkuliahan, manajemen sekolah termasuk kepemimpinan sekolah, dan juga budaya baca. Tujuan akhirnya mendorong siswa agar memiliki kemampuan belajar secara mandiri, mampu mencari informasi sendiri, dan pada akhirnya kinerja anak bisa meningkatkan secara signifikan.

Red-HJ99/Aris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here