Warga Desa Sidomulyo Gelar Kirab Mongso Labuh

0
67

Kendal, Harianjateng.com- Masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal menggelar acara kirab Mongso Labuh dalam menyambut datangnya musim tanam, Minggu (4/11/2018) bertempat di Balai Desa Sidomulyo. Acara tersebut biasa dilaksanakan setiap enam bulan sekali, karena musim tanam di Desa Sidomulyo setahun hanya dua kali.

Pada acara kali ini nampak berbeda dengan acara sebelumnya, karena pada tahun kemarin biasanya hanya slametan nasi tumpeng biasa, namun sekarang di konsep dengan membangkitkan tradisi adat Jawa yang lebih menarik dan sakral, yaitu dengan mengarak gunungan hasil bumi yang disusun mengerucut yang bersetart awal dari Balai Desa Sidomulyo menuju ke Brak atau Gubuk Semi permanen yang sering di gunakan para petani untuk bermusyawarah. Setelah sampai di sana disambut dengan alunan musik gamelan Kebo Giro dan penampilan seni tari tradisional Tari Gambyong.

Dalam acara ini ada pengawinan simbolis bibit padi laki-laki dan bibit perempuan, yang bertujuan untuk menghasilkan bibit unggul, agar musim tanam kali ini mendapat hasil yang melimpah dan berkah.

Dijelaskan oleh Agus selaku ketua panitia bahwa acara ini melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Sidomulyo. “Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini, baik dari Pemerintahan Desa, Organisasi Kepemudaan diantaranya ada RESIC, RESKI, REGAL, LAPADO, SANGGAR KEJELING, Gerakan Kelompok Tani, ANSOR, IRMAAS, dan Tokoh Masyarakat lainnya serta dari Forkopimcam yang telah ikut berpartisipasi, sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Agus menambahkan, “kegiatan ini bertujuan untuk berdoa kepada Allah SWT agar hasil panen para petani bisa melimpah. Selain itu juga untuk melestarikan budaya masyarakat Jawa dan mempererat tali persaudaraan guyub rukun bersama.”

Selain masyarakat sekitar kegiatan kirab Mongso Labuh ini juga di hadiri oleh masyarakat luar desa dan para siswa-siswi dari SMK Azzahro’ Pegandon.

Eko salah satu murid SMK Azahroh mengaku sangat senang bisa mengikuti acara tersebut. “Saya sangat senang sekali bisa ikut serta dalam perayaan kirab Mongso Labuh, dan saya baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini. Saya berharap semoga musim tanam berikutnya SMK kami bisa kembali mengikuti,” ucapnya.

Selain itu, Dian salah satu warga Desa Sidomulyo mengatakan, kegiatan ini sangat menarik dan mendidik, terutama dapat melestarikan budaya yang hampir hilang di telan zaman.

Alfiyan dari anggota Organisasi Kepemudaan Sanggar Kejeling juga mengatakan bahwa acara seperti ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan. “Acara semacam ini harus terus ada, karena kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong masyarakat, selain itu di era yang serba modern ini orang-orang sudah mulai lupa dengan budayanya sendiri, untuk itu kalo bukan kita yang melestarikan siapa lagi?,” katanya.

Disampaikan oleh Ulin Nuha selaku pemerhati kebudayaan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang positif. Menurutnya selain potensi fisik berupa infrastruktur, aparatur desa atau pamong desa juga perlu melihat potensi nonfisik di daerahnya, seperti tradisi dan budaya yang ada.

“Semoga kegiatan bersama ini nantinya dapat mendorong warga desa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan desa secara aktif, dan mampu membangun roda perekonomian di dalamnya,” tambah Ulin.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dalam rangka percepatan pelaksanaan program inovasi desa, yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

“Semoga saja Kemendes dapat memberikan kontribusinya dalam memfasilitasi pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) kepada Pendamping Desa secara keratif, inovatif dan bertanggung jawab, agar kedepannya para pendamping desa benar-benar bisa memajukan desa serta dapat membangun SDM masyarakat desa yang lebih berkualitas,” tutup Agus.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here