Tanoto Foundation Dorong Peran Serta Masyarakat Bangun Kualitas Pendidikan

0
69

Kendal, Harianjateng.com – Salah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah. Masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi sudah sadar betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Teacher School Training Specialist PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah, Seno Muhammad Daud dalam acara pelatihan praktik yang baik peran serta masyarakat di SDN 1 Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (23/01/2019).

“Sebetulnya banyak sekali dukungan masyarakat pada sekolah. Namun sampai sekarang dukungan tersebut belum merata dan lebih banyak pada bidang fisik dan materi, contoh seperti membantu pembangunan gedung, merehabilitasi sekolah, memperbaiki pagar, dan sebagainya. Padahal masyarakat juga dapat membantu pembelajaran, seperti menjadi guru bantu, narasumber, guru pengganti, mengajarkan kesenian, keterampilan atau agama,” ungkap Seno.

Masyarakat kaya atau miskin, berpotensi membantu sekolah untuk mendukung proses pembelajaran pada anak-anak mereka. Namun hal ini bergantung pada cara sekolah mendorong peran serta masyarakat (PSM) agar mau membantu. Hal tersebutlah yang pada pelatihan ini menjadi fokus pembahasan bagi sekolah mitra PINTAR di Kendal.

Dalam pelatihan PSM ini mereka akan lebih banyak dipandu untuk berbagi gagasan, melihat contoh praktik yang baik, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan dalam penyelengaraan pendidikan di sekolah. Dan yang paling utama adalah memberikan solusi serta merumuskan rencana tindak lanjut pengembangan sekolah dengan melibatkan PSM secara maksimal.

“Semua pihak bisa dilibatkan untuk membangun dan mengembangkan sekolah. Baik yang berprofesi jadi supir, satpam, penyadap karet, petani, guru, dokter dan berbagai profesi lainnya, semua bisa gotong-royong membangun kualitas pendidikan. Contohnya seorang pendulang karet bisa menjadi narasumber dalam kegiatan pembelajaran. Mereka bisa mengajarkan kepada anak cara mengambil karet, bagaimana pengolahannya dan bagaimana pemanfaatannya secara sederhana,” kata Seno kepada peserta pelatihan.

Seno juga menjelaskan, kunci untuk mengaktifkan PSM adalah manajemen sekolah yan transparan, akuntabel, dan partisipatif. PSM juga akan terwujud bila sekolah melakukan pendekatan dan terbuka kepada masyarakat baik yang terkait program maupun keuangan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal Sutadi, S.Pd., saat membuka acara gelombang pertama di Patean pada tanggal 21 Januari 2019 kemarin mengungkapkan bahwa masyarakat, sekolah dan pemerintah merupakan 3 pilar dalam pengembangan pendidikan. Bila satu pilar saja yang terlalu panjang atau terlalu pendek, maka program pendidikan tidak akan berjalan secara maksimal. Kolaborasi dari 3 komponen ini akan menjadikan sekolah kuat dan maju.

“Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengembangkan sekolah bila sudah ada titik temu antar sekolah dan masyarakat. Misal sekolah bisa mengembangkan hidden kurikulum, ada target-target sendiri untuk pengembangan sekolah. Hal tersebut yang harus dibicarakan secara jelas kepada semua pihak. Namun strateginya yang harus dikuatkan. Misalnya lulus SD bisa hafal juz 30. Bisa memimpin sholat berjamaah. Output kelembagaan harus jelas dan terukur,” ungkap Sutadi.

Seno mengungkapkan, menurutnya hal yang paling menentukan dari semuanya adalah kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai leader harus memiliki pikiran seperti driver. Sudah ada visi misi, tujuan, dan arah yang dituju jelas. Sudah memperhitungkan suluk beluk, tahu kondisi sekolah secara mendalam. SDM yang dipimpin, dan paham kondisi penumpang. Dalam pelatihan ini, kemampuan-kemampuan pelibatan itu akan dikuatkan.

Pelatihan penguatan peran strategis PSM dilaksanakan dalam 2 gelombang, pertama tanggal 22 diselenggarakan bagi mitra PINTAR di Patean dan tanggal 23 Januari di Brangsong. Kegiatan diikuti oleh 24 sekolah mitra PINTAR Tanoto Foundation, diikuti 140 peserta dari kepala sekolah, guru senior, komite sekolah, pengawas dan fasilitator desa dari Kecamatan Patean dan Brangsong Kendal.

Dalam pelatihan 2 hari tersebut, PINTAR Tanoto Foundation mengemukaan bahwa ada bermacam-macam tingkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Peran serta tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 7 tingkatan, yang dimulai dari tingkat terendah ke tingkat yang lebih tinggi.

Tingkatan tersebut dimulai dari peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia, yaitu peran serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga, peran serta secara pasif, peran serta melalui konsultasi, peran serta dalam pelayanan, peran serta sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan/ dilimpahkan, dan peran serta dalam pengambilan keputusan.

“Pada pelatihan ini, ditekankan agar sekolah meningkatkan PSM sampai pada tingkat yang tertinggi, yaitu terlibat dalam pembahasan dan pengambilan keputusan dalam pengembangan sekolah. Meningkatnya kepedulian dan partisipasi terhadap pengembangan sekolah akan semakin meningkatkan rasa memiliki. Selain itu, hubungan antara sekolah dan masyarakat semakin dekat dan sekolah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat,” harap Seno.

Red-HJ99/Heri

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here