Ponpes dan MA Raudlatul Ma’arif Mencetak Generasi Berakhlakul Karimah

0
7

Boyolali, Harianjateng.com- – Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah Raudlatul Ma’arif yang berlokasi di Dukuh Sendanglo Desa Temon Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, yang berkomitmen berusaha sebaik mungkin Mencetak Generasi Yang Memiliki Tingkat Intelektualitas Tinggi, Disiplin, serta Berakhlakul Karimah.

Pondok tersebut didirikan oleh KH. Agus Ma’arif Arifin, Lc., M.M pada tanggal 1 Maret 2016. Raudlatul Ma’arif diharapkan mampu bersaing baik dalam hal ilmu Agama maupun ilmu Umum. Sebagai Program Unggulan Pesantren adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa dan Tahfidzul Qur’an.

Pria asli Solo itu tidak menyangka akan memiliki pondok Pesantren yang megah, berkat kedekatannya dengan Presiden RI, diberikan amanah untuk memimpin Ponpes Yayasan Raudhatul Ma’arif Surakarta.
KH Agus Ma’arif menyampaikan “Alhamdulillah meski diberi amanah dan tanggungjawab yang besar saya senang bisa mendidik anak anak ponpes dengan segala kemampuan saya,” jelasnya kepada rekan media di Boyolali pada Senin (9/09/2019).

Bapak 3 anak ini semula bercita cita cita menjadi dokter ini akhirnya justru bersyukur bisa memiliki Ponpes.
“Meski cita cita jadi Dokter kandas saya tetap bersyukur apa yang saya miliki atas kehendak Allah” jelas Agus yang juga menjadi Dosen di IAIN Surakarta.

Yayasan Raudhatul Ma’arif yang terletak di desa sendanglo, Temon, Simo Boyolali ini kini memiliki 100 santri, mereka adalah para yatim piatu datang dari berbagai kota di Jawa Tengah, Jakarta, Bogor dll.
“Kami mendidik siswa atau santri kami dengan ilmu dan agama yang memiliki visi kedepan sebagai siswa siswi yang modern dan berbasis llmu iptek sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan tekhnologi dunia luar, Pesantren dan Lembaga Pendidikan kami berusaha sebaik mungkin Mencetak Generasi Yang Memiliki Tingkat Intelektualitas Tinggi, Disiplin, serta Berakhlakul Karimah,” pungkas Ustadz yang ramah dan pernah menempuh pendidikan di Al Azhar Kairo Mesir.

Red-HJ99/DM

Tinggalkan Komentar

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here