PKK dan Rumah Zakat Bentuk Satgas Anti Stunting

0
5

Kendal, Harianjateng.com- Sebanyak 42 orang Kader Posyandu Desa Kebonharjo disahkan menjadi Satgas Anti Stunting. Program ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Kader Penggerak PKK Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal dengan Rumah zakat, dan didukung oleh Puskesmas Patebon II, Selasa (24/9/2019) bertempat di Balai Desa setempat.

Kegiatan Pembekalan dan launching Satgas anti Stunting tersebut dihadiri oleh Bidan Desa, Mayliana, Kepala Puskesmas Patebon II yang diwakili Sutekno, Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman dan Ketua TP PKK Desa Kebonharjo, Siti Zunaedah.

“Permasalahan stunting atau kekerdilan pada anak menjadi masalah bersama,” tutur Siti Munawaroh (Relawan Inspirasi Rumah Zakat).

Menurutnya, Kondisi stunting merupakan kondisi gagal tumbuh karena kurangnya asupan gizi Selama 1.000 hari sejak kehamilan. Untuk itu Rumah Zakat hadir, berperan serta menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendeteksi sejak dini kasus stunting di kewilayahan sekitarnya. “Rumah Zakat membantu pengorganisasi satgas, peningkatan kapasitas, pendampingan, advokasi dan koordinasi dengan pihak berwenang apabila ditemukan indikasi stunting dan termasuk bantuan pendanaan,” jelas Siti Munawaroh.

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Kebonharjo Siti Zunaidah mengapresiasi kegiatan tersebut. “Selama ini stigma kader posyandu hanya sebagai tukang timbang, padahal seharusnya mereka punya peran yang lebih vital. Mereka adalah warga peduli sebagai ujung tombak di desa terkait dengan permasalahan kesehatan di lingkungan sekitarnya. Untuk itu perlu ada peningkatan kapasitas agar lebih memahami peran dan tugasnya,” ujarnya

Lanjut Siti, “missal masalah stunting ini, untuk mendeteksinya perlu pengetahuan tertentu. Tidak cuma menimbang saja, palagi keberadaan Posyandu menjadi bagian dari PKK, maka dari itulah TP PKK Desa Kebonharjo berkolaborasi dengan semua pihak agar permasalahan kesehatan dan khususnya stunting bisa teratasi, salah satunya dengan Rumah Zakat dan Puskesmas Patebon II”.

Sebagai wujud komitmen penanganan anti stunting, Posyandu Desa Kebonharjo mendapat alokasi anggaran dari dua sumber pendanaan. Pertama dari Rumah Zakat sebsar Rp4.800.000 dan kedua dari Dana Desa Rp20.000.000 selama Setahun.

Selain launching satgas anti stunting, juga diadakan pembekalan bagi untuk para satgas. Dalam pembekalan tersebut menghadirkan Eko Wahyuningsih (Bagian Gizi Puskesmas Patebon II).

Red-HJ99/ KM

Tinggalkan Komentar

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here