Warga Terdampak Banjir Rob Semakin Meluas di Kabupaten Brebes

0
2

Brebes, Harianjateng.com – Hampir semua desa di wilayah pesisir pantai utara di Kabupaten Brebes seperti Desa Karangdempel, Prapag Lor, Propag Kidul di Kecamatan Losari, kemudian Desa Pulogading di Kecamatan Bulakamba, Desa Sawojajar di Kecamatan Wanasari, Desa Kaliwlingi, Desa Randusanga Wetan, Desa Randusanga Kulon di Kecamatan Brebes mulai tergenang Air Rob.

 

Sejumlah rumah warga ikut terendam air pasang ini, bahkan malam ini sudah memuncak, diprediksi oleh warga beberapa hari ke depan tetap harus waspada.

Rob adalah banjir air laut karena naiknya permukaan air laut. Rob itu banjir yang diakibatkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan, merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut.

Permasalahan Rob ini telah terjadi cukup lama bukan tahunan tapi sudah puluhan tahun dan semakin parah karena terjadi penurunan muka tanah sedang muka air laut meninggi sebagai akibat pemanasan suhu bumi.

Pantauan tadi sore langsung di lokasi terdampak rob, rabu (03/06/2020) yakni di Desa Prapag Lor Kecamatan Losari bersama dengan tim nabung kemanusiaan, tampak terlihat dengan jelas ada kenaikan air yang masuk ke pemukiman warga, baru jam 16.30 WIB saja sudah hampir selutut, artinya akan naik seiring bertambahnya waktu, dan akan mengalami surut ketika sudah malam hari yakni pukul 23.00 Wib hingga jelang siang hari.

Masuk kembali mulai sore hari. Khususnya di daerah yang sulitnya drainase karena rumah hunian warga semakin pesat, disisi lain sungai yang harusnya mengalir ke laut tidak bisa, karena airnya pasang, maka masyarakat terdampak air rob ini hanya bisa melihat, dan tidak berdaya saat air pasang ini memasuki rumahnya.

Kalau rumahnya sedikit ditinggikan diatas jalan Kabupaten satu meter saja, maka sedikit terbantu, namun tidak bisa bepergian saat itu, karena kondisi sekitar rumahnya dan tetangganya dikepung air rob, bahkan sejumlah sepeda motor yang melewati Jalan Kabupaten akhirnya di tuntun karena motor tidak bisa hidup, businya kemasukan air, jadinya harus di service busi motornya agar bisa hidup kembali.

Selain itu, salah satu warga terdampak di RT. 01 Buchori (36th) mengatakan, ini rob terbesar selama dirinya lahir hingga berusia sekarang ini, biasanya tidak seperti ini, selain itu menurutnya, air rob bisa masuk, tapi susah untuk surutnya, belum surut, lalu masuk lagi air robnya, sehingga besar kemungkinan ada beberapa warga yang harus mengungsi jika memang debit air rob ini sudah masuk satu meter ke dalam rumah warga, namun jika naiknya sedikit saja, pilihan warga lebih nyaman tetap tinggal dirumahnya.

Air rob juga membawa beberapa oli kapal, tampak terlihat pada saat liputan langsung via online di facebook, terlihat dengan jelas waran air laut dengan campuran mesin solar dari kapal, sehingga bau dan warnanya juga tampak jelas.

Maklum jarak tempat kapal nelayan dengan rumah penduduk juga tidaklah jauh, sehingga besar menutup kemungkinan oli yang merembes mengalir ke pemukiman warga lewat air rob tersebut. Hingga berita ini di publikasi, dapur umum di wilayah desa ini belum ada, yang sudah membuka dapur umum di Desa Randusanga Kulon Kecamatan Brebes.

Camat Losari Sumarno, S.Pd., M.Si., saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, bahwa membenarkan bahwa di desa wilayah kerjanya ada yang terdampak air rob. “Memang benar terjadi rob, kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan memonitor sewaktu-waktu ketika ada persoalan yang terjadi pada warganya saat terdampak rob, termasuk berkoordinasi dengan BPBD terkait luapan air laut yang masuk ke warga di desanya,” terangnya.

Red-HJ99/ BU

Tinggalkan Komentar

loading...