Bersama Gubernur Lemhannas, Ketua FKPT Jateng Ajak Tangkal Radikalisme

0
33
Webinar Nasional bertajuk "Pembinaan Kesadaran Bela Negara dan Menangkal Radikalisme"

Semarang, Harianjateng.com – Melalui Webinar Nasional bertajuk “Pembinaan Kesadaran Bela Negara dan Menangkal Radikalisme”, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof Dr KH Syamsul Ma’arif, M.Ag., mengajak semua elemen utamanya warga UNNES turut menangkal radikalisme.

Webinar Nasional via zoom itu terlaksana Selasa (27/10/2020). Selain Ketua FKPT Jateng, pembicara lain yaitu Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, MMAS., M.Sc.NS., M.P.D., yang dimoderatori Staf Ahli Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Rudi Salam, S.Pd., M.Pd.

Dijelaskan dalam materinya, bahwa menurut Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyaari anugerah paling berharga adalah akal, namun mengapa sering kita timbun dengan hawa nafsu dan kebodohan. Maka akal harus digunakan sebagaimana mestinya.

Dijelaskan Prof Syamsul, menurut Habib Ali al-Jufri bahwa orang-orang yang memprovokasi terhadap institusi pemerintah, adalah perilaku kriminal. Meskipun ia memakai imamah (seperti saya), meskipun mengatasnamakan agama, meskipun dia mengatakan kepada kalian sebagai pembela Islam. Karena ketika ada orang memanas-manasi untuk mengusik/menyerang institusi pemerintah/negara, maknanya dia akan menghancurkan negara yang berdaulat.

Bentuk kebodohan dan dampak provokasi di atas salah satunya radikalisme. “Menurut BNPT, radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem,” beber Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo tersebut.

Untuk mencegah radikalisme, pihaknya yang menahkodai FKPT Jateng menjalin sinergi dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi. Pihaknya juga mengenalkan FKPT beserta tugas dan fungsinya, serta mengajak semua elemen untuk bersama-sama mencegah tumbungkembangnya terorisme.

Berdasarkan peraturan BNPT No. 3 Tahun 2019 Tentang Pedoman Umum FKPT di Daerah Pasal 1, dijelaskan FKPT adalah organisasi yang dibentuk oleh BNPT di tingkat Daerah sebagai mitra strategis BNPT dalam melaksanakan tugas kordinasi pencegahan terorisme di daerah. “Pencegahan tindak pidana terorisme, yaitu upaya mencegah terjadinya tindak pidana terorisme melalui kesiapsiagaan, kontra radikalisme dan deradikalisasi,” lanjutnya.

Menurut Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu, fungsi FKPT sebagai wadah partisipasi masyarakat dan mitra strategis BNPT. “Tugas FKPT melakukan Penelitian tentang potensi radikal terorisme, pengembangan potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh generasi muda dalam PT, pemberian edukasi bagi perempuan dan anak dalam PT, edukasi PT kepada semua elemen masyarakat, literasi informasi PT, media masa, media sosial, dan media lainya,” lanjutnya.

Dijelaskan pula, FKPT bertanggung jawab kepada kepala BNPT melalui Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, FKPT berkordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah setempat.

Pihaknya juga menegaskan, peran kampus memutus inviltrasi radikalisme sangat urgen dilakukan. “Pendidikan moderatisme bagi remaja milenial sangat penting. Radikalisme dan terorisme yang disebar diperlukan daya tangkal. Mulai dari keberagaman yang inklusif, moderasi segala sendi kehidupan, dan pemertahanan budaya dan penguatan moderatisme,” katanya.

“Perlu membangun pertemuan formal dan informasl di tingkat kampus untuk mendiskusikan masalah-masalah lingkungan sosial yang dihadapi dan strategi-strategi untuk mengatasinya. Kemudian juga meningkatkan pengawasan, menghalau penyebaran ide-ide radikal,” tegas dia.

Kampus kontra radikalisme juga perlu dilakukan dengan beberapa pendekatan. Pertama, menjauhkan kepicikan dan eklusifitas. Kedua, mengembangkan kesadaran atas tanggung jawab terhadap kelanjutan hidupnya, masyarakat, dan negara, serta terhadap seluruh manusia secara keseluruhan. Ketiga, pendekatan yang lebih mengalir dan komunikatif. Keempat, interfatih dialog.

Sementara itu, Staf Ahli Rektor UNNES Bidang Kemahasiswaan Rudi Salam mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Terima kasih atas segala perhatian, dukungan serta kerjasamanya, sehingga alhamdulillah webinar nasional bela negara serta pencegahan radikalisme Universitas Negeri Semarang bekerjasama dengan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi bidang Kemahasiswaan Provinsi Jawa Tengah telah terlaksana dengan lancar tanpa halangan yang berarti,” katanya. (HJ33/H Ibda).

Tinggalkan Komentar