Sebelum Gibran Usul, SMK Swadaya Semarang Duluan Jalankannya Kurikulum Medsos

0
98

SEMARANG, Harianjateng.com – Di era digital kini, kehadiran media sosial berbasis online dinilai sangat penting. Mendapati hal itu, calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengusulkan adanya kurikulum medsos untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Konsepnya sudah saya sampaikan. Sudah ngobrol juga dengan Pak Ganjar. Konsep-konsepnya sudah saya sampaikan ke Pak Ganjar. Yang jelas kurikulumnya harus bisa menjawab tantangan zaman. Salah satunya sekolah sosial media,” ujar Gibran sebagaimana ditulis detik.com

SMK Swadaya Semarang
Arif Witjaksono S.Pd, Kepala SMK Swadaya Semarang, ikut buka suara dan menyambut positif terkait usulan dari putra sulung Presiden Joko Widodo itu.

Menurut Arif Witjaksono, SMK yang dipimpinnya sekarang sudah menyesuaikan kurikulum media sosial, terutama facebook.
“marketing di era digital memang sangat bergantung pada medsos, jadi ide Mas Gibran itu memang tepat. SMK Swadaya juga sangat mendukung, bahkan SMK Swadaya juga sudah menerbitkan buku Kurikulum Facebook Bisnis, sebagai bentuk penyesuaian terhadap era digital,” ujarnya.

Menurutnya, Pak Hendi dan Bu Ita, selaku calon Walikota Semarang, harusnya bangga dengan SMK Swadaya Semarang.
“karena saat Solo baru mengusulkan, kita di Semarang sudah menerapkannya,” guraunya.

Lebih lanjut, pria yang telah menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMK Swadaya selama 2 tahun itu juga mengusulkan agar nantinya kurikulum pendidikan di Jawa Tengah untuk jurusan BDP (Bisnis Daring dan Pemasaran) dibuat lebih sederhana.

Kurikulum Facebook Bisnis
Kepala Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Swadaya, Fadlul Bashory, S.Ei, menjelaskna bahwa dipilihnya kurikulum facebook untuk diterapkan di SMK Swadaya karena facebook merupakan sosial media yang memiliki jumlah pengguna terbesar di Indonesia.

“dari semua sosmed, facebook masih merajai di Indonesia, apalagi facebook juga mengakuisisi Instagram dan WhatsApp, jumlah usernya juga paling banyak, dan secara fitur juga terus upgrade dan menyesuaikan perkembangan zaman,” terangnya

Fadlul juga tidak menutup pintu, apabila SMK Swadaya Semarang diundang untuk audiensi dan menjadi percontohan di SMK Solo Raya untuk menerapkan kurikulum Medsos ini.

Offline to Online
Gibran mencontohkan saat dia belajar ilmu marketing di Singapura. Dia membandingkan materi kuliah yang dia dapat berbeda dengan adiknya Kaesang Pangarep, meskipun sama-sama mempelajari ilmu marketing.

“Ya kalau saya kan dulu belajar marketing. Saya bandingin, saya sama adik saya, kan jurusannya sama, tapi yang dipelajari itu beda. Dari saya, adik saya dan yang sekarang itu beda,” katanya.

Gibran menyampaikan, apa yang dipelajarinya dulu masih menggunakan metode offline. Sesuai perkembangan zaman, sekarang semuanya serba online. (HJ33/yab/EB).

Tinggalkan Komentar