Prodi PGMI libatkan LESBUMI MWC NU Kandangan Menggelar Ziarah dan Kajian Budaya

0
4

Temanggung, Harianjateng.com– Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan, Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMP PGMI) STAINU Temanggung mengadakan kegiatan “Ramadan Actions of HMP”, Sabtu (01/05/2021) berpusat di Masjid Al Ittihad STAINU Temanggung.

 

Kegiatan dihadiri Kaprodi Andrian Gandi W, Sekprodi M Fadloli Al Hakim, dosen PGMI Effi Wahyuningsih, Delegasi LESBUMI MWC NU Kandangan serta mahasiswa PGMI turut ramaikan rangkaian kegiatan itu.

Kegiatan diawali dengan ziarah ke pendiri STAINU Temanggung KH. Hadi Abdul Hadi Sofwan (Jampirejo), dilanjutkan ziarah ke ulama aulia KH. Adam Muhammad (Bengkal), KH Nida Muhammad (Pare) hingga kembali ke STAINU Temanggung saat ashar tiba.

Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi PGMI STAINU Temanggung, Muhammad Khoiril Azmi, menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Prodi PGMI dan pengurus LESBUMI MWC NU Kandangan yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas luar biasa dalam rangkaian kegiatan ziarah, diskusi dengan LESBUMI, berbagai takjil dan buka puasa bersama.

Kegiatan dilanjutkan diskusi kajian budaya yang oleh LESBUMI MWC NU Kandangan, oleh Huda Yulianto yang di didampingi Lestiyono Rambat.

Huda Yulianto memaparkan tentang cara menumbuhkan rasa untuk mempertahankan dan melestariskan sejarah dan budaya yang ada. Dia memberikan filosofi-filosofi tumpeng dan beberapa nilai budaya dalam kacamata Islam.

Andrian Gandi Wijanarko, Ketua Program Studi PGMI STAINU Temanggung, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sebagai ajang mahasiswa untuk mempelajari dan melestarikan tradisi dan budaya luhur kita.

“Secara umum tujuan kegiatan ini untuk memperkuat tali silaturrahmi, selain itu juga sebagai tindak lanjut MoU dengan LESBUMI MWC NU Kandangan melalui ngaji budaya sehingga menambah wawasan, dan memantik semangat dari mahasiswa agar lebih aktif dalam upaya melestarikan, merawat tradisi dan budaya yang ada di sekitarnya”

“Ziarah bukan sekadar mendatangi pusara orang sudah meninggal saja, tapi lebih dari pada itu.
Tradisi ziarah merupakan simbol adanya hubungan dengan Allah, leluhur dan sesama yang erat dengan budaya lokal serta nilai-nilai Islam. Kegiatan spiritual seperti ziarah ini juga tak kalah pentingnya sebagai wahana mengingat kematian dan utamanya berwasilah pada orang yang ditetapkan memiliki martabat, derajat yang luhur di sisi Allah, seperti para nabi, wali, dan orang shaleh, agar urusan kita dimudahkan Allah”. Papar Gandi

Kegiatan diakhiri dengan salat Maghrib berjamaah di Masjid Al Ittihad STAINU Temanggung.

Red-HJ99/Novia

Tinggalkan Komentar