Di Kendal Terdapat 9 Titik Pos Penyekatan

0
8

Kendal, Harianjateng.com– Pemerintah Kabupaten Kendal dalam pengamanan lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah berupaya menekan penyebaran kasusp virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Kendal.

Hal itu, diamapaikan oleh Wakil Bupati H. Windu Suko Basuki, S.H saat menjadi Inspektur Upacara Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2021, Rabu (5/5/2021) bertempat di Halaman Polres Kendal.

Menurut Basuki, sebelumnya Pemerintah Kendal telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati No 451/1222/2021 tentang Peniadaan Mudik Selama Bulan Suci Ramadhan.

Pada SE tersebut terdapat periode pemberlakuan diantaranya, Periode H-14 merupakan masa menjelang peniadaan mudik pada tanggal 22 April sampai 5 Mei, Periode hari H merupakan peniadaan mudik pada tanggal 6 Mei sampai 17 Mei dan Periode H 7 pasca peniadaan mudik pada tanggal 18 mei hingga 24 mei.

Ia mengatakan, guna menjaga keamanan pennyebaran covid-19 di Kendal Pemda terus berkolaborasi dengan pihak Polri dan TNI dalam hal penjagaan sekaligus melakukan himbauan kepada warga.

“Dukungan pemerintah Kendal dalam pelaksanaan pengamanan tentunya kita selalu kerjasama dengan Polri termasuk TNI juga, kita juga dari pemerintah selalu mensosialisasikan agar menunda terlebih dahulu keinginan mudik, dengan tujuan menjaga penyebaran covid-19” jelas H. Windu Suko Basuki.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Kendal memang sudah mengalami penurunan, namun beberapa hari terakhir terdapat peningkatan sedikit sehingga hal ini menjadi pemicu bagi Pemerintah Kendal untuk melakukan penyekatan mudik dengan ketat.

Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, S.I.K. menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sembilan titik pos penyekatan yang barada di Exit TOL, Rest Area TOL, Pantura, Kota dan Perbatasan.

“Kita siapkan 9 titik penyekatan yang akan bersiaga selama 24 jam,  Exit Tol ada tiga, dua di Rest Area, Pantura berada di Cepiring dan Alun-alun Kota Kendal, kemudian Perbatasan Boja dan Sukorejo,” terang AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo.

Adapun dalam penjagaan setidaknya telah disiapkan 600 personil anggota gabungan baik dari TNI dan Pemda, sementara terkait jalur kecil atau alternatif akan selalu dilakukan patroli secara berkala.

Red-HJ99/KM

Tinggalkan Komentar