Warga Pemasyarakatan Lapas Terbuka Kelas II A Kendal Dilatih Barista

0
36

Kendal, Harianjateng.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Kendal, menggelar Pelatihan Barista bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dan para pegawai, Minggu (9/5/2021) bertempat di Aula Lapas Terbuka Kelas II A Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut menghadirkan narasumber barista kopi yang juga sebagai wartawan di Kompas.com Bapak Salamet Priatin, dan diikuti oleh 19 warga binaan dan 5 orang pegawai lapas.

Diaampaikan oleh Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy bahwa kegiatan ini untuk memberikan pelatihan barista kepada warga binaan dan para pegawainya.

“Dengan pelatihan kepada warga binaan ini harapan kami, nanti setelah yang bersangkutan bebas bisa membawa bekal untuk membuat usaha di lingkungan masyarakat. Khususnya sebagai barista kopi,” ujar Ruadedy.

Ia juga menyampaikan, kedepan dalam waktu dekat ini akan membuat cafe yang diberi nama Late (Lapas Terbuka) sebagai sarana edukasi kepada masyarakat akan kopi khas Kendal.

“Sebagai tindaklanjutya, kami akan membuat cafe, yang mana diharapkan untuk mengasah kemampuan para warga binaan dan pegawai, khususnya kepada warga binaan agar setelah keluar dari sini bisa merintis usaha dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, yaitu membuka tempat ngopi,” tutur Kalapas Kelas II A Kendal.

Selain itu, melihat potensi Kendal yang banyak perkebunan kopi, diharapkan  teman-teman warga binaan nanti juga dapat mengenalkan berbagai macam kopi asli Kendal kepada masyarakat, baik itu jenis Kopi Robusta, Arabika dan Kopi Liberika.

Sementara dikatakan oleh narasumber Slamet Priatin,  profesi barista banyak diminati oleh para kaum millenial karena  hasilnya cukup menjanjikan.

“Barista ini sekarang banyak diminati khususnya para kaum millenial. Jadi jika kita mau mendalami barista dapat belajar di beberapa tempat yang memang membuka kelas khusus terkait perkopian,” ujarnya.

“Terutama orang-orang yang ingin mendalami ilmu perkopian atau ingin bisa menghadirkan kopi enak di rumah, atau menyajikan kepada orang lain,” pungkas Lek Pri.

Dalam kegiatan itu, Slamet Priatin mengenalkan jenis-jenis kopi dan alat-alat yang digunakan untuk membuat kopi. Selanjutnya mempraktekkan, kemudian diikuti oleh warga pemasyarakatan dan para pegawai Lapas Terbuka Kelas II A Kendal.

Sementara itu, salah satu penghuni Lapas Kelas II A Kendal Zaenuri, mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, setelah bisa membuat kopi yang enak, nanti setelah keluar dari sini akan buat buat usaha seperti angkringan,” ujarnya.

Red-HJ99/HR

Tinggalkan Komentar