Hari Raya Idul Fitri Jadi Momen untuk Doa Bersama Keluaga

0
22

Kendal, Harianjateng.com- Hari Raya Idul Fitri biasanya menjadi hari yang ditunggu bagi umat muslim untuk merayakan hari kemenangan setelah
melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Hari itu juga menjadi momen berkumpulnya keluarga untuk saling bermaf-maafan.

Selain itu, biasanya keluarga berkumpul untuk melakukan ziarah ke makam keluarga yang sudah meninggal dunia untuk memanjatkan doa, agar para almarhum mendapatkan ampunan di alam akhirat oleh Allah SWT.

Disampaikan oleh Lia Mariana (21) warga Desa Ngerjo Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal bahwa setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri dirinya berama keluarga menyempatkan waktu untuk berziarah dan berdoa bersama. “Saya bersama keluarga setiap Hari Raya Idul Fitri berziarah ke makam orang tua untuk berdoa, dengan harapan orang yang sudah meninggal mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” ujarnya, Kamis (13/05/2021).

Lia juga menjelaskan, ziarah ini sudah mendi tradisi turun temurun yang sudah dilakukan oleh para pendahulu agar tidak melupakan jasa-jasa perjuangan mereka.

“Ini adalah tradisi turun temurun, agar kita sebagai generasi muda tidak hanya mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi yang maju saja, tetapi juga harus nguri-uri budaya dan tradisi untuk memperkuat jiwa spiritual agar tidak terombang ambing dengan hal-hal yang baru,” tambah Lia yang juga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Semester.

Adapun doa yang dibacakan saat ziarah, menurut Lia sangat simple, yaitu dengan membaca tahlil dan doa penutup.

“Selanjutnya pulang ke rumah untuk meminta maaf kepada orang tua yang masih hidup dan sanak saudara dan tetangga, namun  karena kondisi masih dalam pandemi, tahun ini saya hanya melakukan halal bihalal kepada keluarga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat.

(Red-HJ99/HK)

Tinggalkan Komentar