Idul Fitri Harus Diikuti Dengan Hal Kebaikan

0
36
Oleh : Utia Lil Afidah Mahasiswi UIN Walisongo Semarang

Harianjateng.com- Idul fitri yang hanya terjadi 1 hari dalam setahun menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh umat muslim. Karena pada hari itu umat muslim merayakan kemenangan setelah menjalani puasa 1 bulan penuh. Hari besar Islam itu disambut dengan penuh haru dan suka cita. Setiap muslim merasakan kedamaiannya. Takbir menggema di langit-langit semesta mulai dari maghrib sampai menjelang Sholat Idul Fitri.

 

Selain itu, idul fitri menjadi momen yang sangat pas untuk berkumpul bersama sanak saudara dan saling meminta maaf atas perbuatan buruk yang mungkin terjadi selama 1 tahun yang lalu. Adapun tradisi masyarakat Indonesia terutama masyarakat Jawa yang umum terjadi ketika idul fitri adalah menziarahi makam-makam leluhur yang sudah mendahului mereka. Namun dibalik indahnya hari itu, tahukah kita apa makna idul fitri?

Makna Idul Fitri

Kata idul fitri terdiri dari dua kata yaitu idul dan fitri. Idul berasal dari Bahasa Arab ‘Aada-ya’uudu yang artinya kembali. Sedangkan fitri memiliki makna yang cukup banyak ketika kata ini berubah dari asalnya. Katakanlah fathara-yaftiru-fataran yang artinya suci. Makna ini yang umum diketahui masyarakat luas yaitu kembali suci. Kembali suci diartikan sebagai setelah peleburan dosa dan banyaknya ibadah di Bulan Ramadhan. Maka ketika idul fitri seorang manusia seperti bayi yang baru lahir dan masih suci.

Sedangkan ketika kata fitri membentuk kata afthara, maka lain lagi maknanya. Dalam kamus Bahasa Arab afthara artinya sarapan atau makan pagi. Idul fitri dimaknai sebagai kembali sarapan atau kembali makan pagi karena sebelumnya pada Bulan Ramadhan tidak diperbolehkan untuk makan pagi. Sarapan ini berbeda dengan kata sahur.

Kata afthara yang artinya sarapan membentuk masdar ifthar yang artinya berbuka puasa. Hal ini didasarkan pada doa sebelum kita berbuka puasa yaitu Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa ‘ala rizkika afthartu birahmatika ya arhamar raahimiin.

Kata fitri ini juga berkaitan dengan zakat fitrah yang dilakukan pada malam terakhir Bulan Ramadhan dan berakhir sebelum matahari terbit keesokan harinya. Pada konteks ini fitrah diartikan sebagai memberi makan. Maka zakat fitrah artinya adalah zakat untuk makan orang-orang yang berhak menerimanya.

Awal Baru
Adanya idul fitri bukan sekedar saling mengucapkan maaf. Ia menjadi penanda dari berakhirnya Bulan Ramadhan dan merupakan kehidupan baru yang akan dilanjutkan oleh masing-masing muslim.

Kehidupan yang baru ini harus diisi dengan kualitas ibadah yang semakin baik karena kita telah melakukan peningkatan ibadah pada Bulan Ramadhan. Pada Bulan Ramadhan kita berlomba-lomba untuk melakukan ibadah sebaik mungkin dan beramal sebanyak-banyaknya. Namun yang sering terjadi ketika Ramadhan usai, spirit ini menjadi luntur.

Padahal kita telah diberi kesempatan oleh-Nya untuk menjalani kehidupan baru dengan lembar yang baru pula. Maka kita harus mengisinya setidaknya sama dengan apa yang telah kita lakukan saat Ramadhan. Bukan ketika Ramadhan usai, kita mengabaikan fakir miskin, tidak pernah melaksanakan sholat malam meskipun itu sunnah, tidak menjalankan puasa sunnah lainnya, dan nilai-nilai ramadhan lainnya yang dapat kita ambil untuk kehidupan baru kita.

Red-HJ99

Tinggalkan Komentar