Mengulas Fakta dan Dampak Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar Akibat Pandemi Covid-19

0
10
Oleh : Ani Lestari, Universitas Negeri Malang

Harianjataeng.com- ini kita sudah tidak asing lagi dengan Covid-19 atau Corona virus dimana virus ini memberikan banyak dampak negative terhadap perekonomian. Tidak hanya perekonomian yang dibuat lumpuh oleh virus ini akan tetapi dunia pendidikan juga dibuat kalut yang mana pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran daring.

Pandemi Corona Virus ini memberikan perubahan pada dunia pendidikan yang dirasakan oleh berbagai pihak khususnya siswa, guru, kepala sekolah dan juga orang tua siswa. Dengan kebijakan penutupan sekolah ini menyebabkan pembelajaran dialihkan ke media online atau daring sehingga siswa tetap menerima haknya dalam memperoleh ilmu. Oleh sebab itu setiap pihak yang terkait dituntut untuk dapat menguasai proses pembelajaran daring yang mana memanfaatkan media elektronik.

Namun muncul masalah-masalah baru akibat dari pembelajaran online yang menggunakan media elektronik, diantaranya yaitu keterbatasan pengetahuan dan penguasaan teknologi media elektronik, dan pembelajaran menjadi tidak efektif.

Keterbatasan pengetahuan dan penguasaan teknologi media elektronik ini dirasakan oleh beberapa pihak khususnya guru dan siswa.

Keterbatasan penugasan teknologi informasi yang terjadi yaitu, dilihat dari kondisi guru di Indonesia tidak seluruhnya mampu memahami penggunaan teknologi (Andriani, 2015). Biasanya guru-guru yang kurang menguasai teknologi adalah guru yang senior atau guru yang lahir tahun 1980-an.
Begitupun terhadap siswa ditambah siswa yang masih duduk di sekolah dasar yang umumnya masih berusia 5-12 tahun sehingga kurang mengerti dan menguasai teknologi. Tidak hanya keterbatasan pengetahuan tetapi juga terkendala keterbatasan latar belakang yang berbeda.

Sebagai contoh kasus ayah di Garut yang mencuri ponsel untuk anaknya belajar online, dari kasus tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tidak semua siswa memiliki kemampuan ekonomi sama. Banyak siswa yang terancam tidak dapat mengikuti pembelajaran online karena tidak memiliki sarana pembelajaran online yaitu handphone. Akibat masalah tersebut pembelajaran online menjadi terhambat.
Banyak siswa yang mengeluhkan pembelajaran online kurang efektif, hal ini akibat dari gangguan sinyal. Apalagi yang berada di pelosok atau pegunungan yang minim sinyal sehingga menghambat transfer informasi.

Dengan pembelajaran secara daring maka guru tidak bisa mengawasi apakah siswa tersebut benar-benar mendengarkan dan belajar atau tidak sehingga banyak siswa yang hanya hadir tapi tidak mengetahui apa yang sedang di ajarkan. Faktanya banyak orang tua siswa yang mengeluhkan pembelajaran online karena justru merekalah yang mengajari sekaligus mengerjakan tugas yang diberikan sedangkan mereka sendiri tidak mudah dalam mengikuti dan juga mendampingi anaknya karena banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya.
Fakta lainnya yaitu pembelajaran online banyak yang memberatkan siswa dengan pemberian tugas yang terlalu banyak sehingga akan menimbulkan rasa stress dan jenuh bagi siswa.
Pembelajaran online juga memberikan dampak nyata terhadap siswa, secara garis besar ada beberapa dampak negative diantaranya :
1. Penurunan capaian belajar, berdasarkan pengamatan dinas pendidikan terdapat perbedaan akses dan kualitas selama pembelajaran online.
2. Siswa terancam kehilangan pembelajaran atau learning loss. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengawasan terhadap siswa sehingga banyak siswa yang tidak memperhatikan penyampaian pelajaran yang dilakukan jarak jauh seperti ini.
3. Siswa menjadi kurang bersosialisasi akibat dari penerapan kebijakan penutupan sekolah sehingga anak tidak dapat bergaul dengan teman-teman sebayanya.
Tidak hanya dampak negative yang ditimbulkan akan tetapi ada dampak positive dari pembelajran online diantaranya :
1. Siswa memiliki banyak waktu berkumpul bersama keluarganya dirumah karena kegiatan sekolah dapat dilaksanakan di dalam rumah tanpa harus pergi kesekolah.
2. Siswa akan lebih mengeksplorasi teknologi, mau tidak mau siswa dituntut untuk dapat menguasai pembelajaran online sehingga siswa akan belajar menggunakan teknologi.
3. Ada sebagian siswa yang merasa nyaman belajar dirumah tanpa harus ke sekolah dengan alasan pembelajaran online sangat fleksibel sehingga dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun tanpa terbatas ruang dan waktu.

Solusi yang diberikan pemerintah untuk meminimalisir hambatan dalam proses pembelajaran daring ini yaitu pemerintah memberikan bantuan berupa kuota internet bagi siswa untuk menunjang pembelajaran dan juga relaksasi BOS serta BOP yang dapat digunakan untuk kuota siswa.

Secara garis besar pembelajaran online yang dilakukan saat ini kurang efektif baik itu bagi guru maupun bagi siswa. Siswa kurang dapat menangkap pembelajaran yang disampaikan akibat beberapa faktor yaitu minimnya sinyal dan juga akibat timbulnya kebosanan.
Para siswa juga merasa jenuh dan bosan pada saat pembelajran daring karena mereka hanya dapat menyimak penjelasan tanpa bisa bersosialisasi dengan teman-teman mereka ditambah tugas yang menumpuk tetapi terkendala oleh sinyal yang minim di beberapa daerah dan juga faktanya sebagian yang mengerjakan tugas adalah orang tua siswa. Karena pembelajaran yang dilakukan secara daring maka guru kurang dapat mengawasi dan kurang maksimal dalam memberikan pelajaran bagi siswa sehingga banyak pelajaran yang tidak tersampaikan.

Red-HJ99

Tinggalkan Komentar