Ika Setiyawati, Guru MI Ma’arif Keji yang Dinobatkan Jadi Guru Inspiratif Nasional

0
43
Ika Setiyawati

Semarang, Harianjateng.com – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2020, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama memilih 7 guru dan 5 kepala madrasah inspiratif 2020. Guru madrasah inspiratif tersebut salah satunya adalah Ika Setiyawati, guru Madrasah Ibtidaiyah Ma’rif Keji Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ika baru saja mendapatkan penghargaan dalam forum Pengembangan Kapasitas Diri Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi di Semarang pada 27-29 Mei 2021 kemarin. Hal itu adalah rangkain penghargaan pada momentum Hari Guru Nasional 2020, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama.

“Ketika itu mau memperingati Hari Guru Nasional 2020. Ada edaran dari Kemenag RI dikirimkan ke Kanwil Jawa Tengah tentang guru inspiratif. Nah ketika itu, dari Kanwil Jawa Tengah mendelegasikan saya untuk maju menjadi guru inspiratif,” beber Guru MI Keji Ungaran Jawa Tengah Ika Setiyawati, Kamis (3/6/2021).

Akhirnya, lanjut Ika, saya ditugaskan untuk membuat cerita tentang perjuangan guru madrasah melayani anak-anak. Kisah inspiratif ini saya angkat, ya kisah saya sendiri. Karena saya bukan guru Bimbingan Konseling, dan ketika saya menjadi guru di madrasah inklusif, jadi bagi saya itu menjadi tantangan sekaligus kisah bagi saya untuk memberikan layanan pada anak-anak inklusif. “Akhirnya saya ikut, dan mendapatkan penghargaan dari Kemenag berupa sertifikat, SK dan laptop. Apresiasi kemarin itu juga dapat mendapat sertifikat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang,” tandas guru pendamping khusus MI Ma’arif Keji yang menerapkan pendidikan inklusi tersebut.

Di Ma’arif Ma’arif Keji, katanya, menurut saya MI spesial bagi saya, karena berbeda dengan MI lain. Di MI Ma’arif Keji melayani anak-anak dari berbagai latar belakang, keberagaman dan juga berkebutuhan khusus. Kami memiliki 26 siswa berkebutuhan khusus dari 204 siswa.

Kelebihan di MI Ma’arif Keji juga tidak hanya membuka layanan inklusif. Namun juga ada program tahfiz yang diberikan kepada anak-anak setiap harinya. Jadi, dua jam itu ada program tahfiz kelas dengan guru tahfiz sendiri.

“Setiap anak-anak berkebutuhan khusus di ruang sumber sebutannya. Di sini, anak-anak mendapat layanan bimbingan belajar, simulasi, baik motorik halus dan motorik kasarnya, kemandiriannya, berbicaranya, dan lainnya. Itu nanti disesuaikan dengan program pembelajaran individu bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” beber perempuan kelahiran 14 Juni 1993 tersebut.

Alhamdulillah, lanjut dia, kita juga bekerjasama dengan UNICEF sejak 2017 sampai 2020, guru-guru kita mendapatkan pelatihan penyusunan RPP, kurikulum yang juga bermitra dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah

Untuk peningkatan mutu sendiri menjadi hal pokok dalam pengelolaan di MI Ma’arif Keji. “Misalnya guru tidak mengetahui keberagaman peserta didik, maka mau tidak mau guru harus belajar tentang keberagaman peserta didik. Kita harus berlatih adaptasi kurikulum, kita harus mengakodir sarana dan prasarana untuk siswa. Jadi peningkatan mutu itu kita utamakan karena kita sudah mendeklarasikan diri sebagai madrasah inklusi,” beber lulusan S-1 Sastra Jawa Univeristas Negeri Semarang tersebut.

Pihaknya juga memiliki harapan dalam pembangunan madrasah inklusif di Jawa Tengah. “Harapannya, di Jawa Tengah agar semua madrasah bisa menerapkan pendidikan inklusif, apa saja kelebihan dan kekurangan mereka, maka kita harus memberikan layanan yang terbaik,” lanjut lulusan S-2 Manajemen Pendidikan Islam UIN Walisongo Semarang tersebut.

Jadi kalau misalkan madrasah di Jawa Tengah menerima anak-anak berkebutuhan khusus, katanya, maka kita juga banyak temannya. Karena di sini untuk siswa banyak yang kita tolak karena di sini inden dalam PPDB. “Prosesnya memang agak ribet, karena harus mengubah pola pikir, memikirkan kurikulum, namun mari kita bersama-sama memikirkan madrasah agar lebih baik khususnya dalam pelayanan pendidikan inklusif,” papar dia.

Selain Ika, beberapa guru inspiratif juga dipilih dari berbagai daerah. Mulai dari Dra. N. Mudrikah MIN 2 Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur, Endang Susiani, S.Pd MAN Fakfak Papua Barat, Nurul Hafni MIS Blang Pandak/MIN 50 Pidie Aceh, Firmansyah, S.Pd.I MAN 9 Jakarta DKI Jakarta, Siti Kulsum, S.Pd MAN 2 Bandung Jawa Barat dan La Samala, S.Pd.,M.Pd MTs Kusambi Sulawesi Tenggara.

Sedangkan untuk Kepala Madrasah yaitu Dr. Sutirjo, M.Pd. MTsN 6 Malang Jawa Timur, Edwar MIN Paya Baro Aceh, Musmuliadi MAN 1 Soppeng Sulawesi Selatan, Hilal Najmi, S.Ag., M.Pd.I MAN IC Tanah Laut Kalimantan Selatan, dan Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd. MTsN 1 Kota Makassar Sulawesi Selatan. (HJ33)

Tinggalkan Komentar