Tahun Kedua Masa Pandemi, Klaim BP Jamsostek Cabang Kendal Mengalami Penurunan

0
20

Kendal, Harianjateng.com- BP Jamsostek Kabupaten Kendal sampaikan Kinerja Semester I Tahun 2021, Kamis (16/07/2021) melalui via Zoom kepada rekam media.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala BP Jamsostek Cabang Pemuda Semarang, Teguh Wiyono menyampaikan bahwa di tahun kedua pada pandemi virus Covid-19 ini total klaim jaminan sosial ketenagakerjaan mengalami penurunan.

“Ditahun kedua ini pada pandemi mengalami penurunan klaim, bisa kita lihat
diawal pandemi semester 1 periode 2020 lalu, total klaim kasus yang ditangani BPJS mencapai 4.469 kasus senilai Rp 29,3 miliar. Jumlah kasus turun 1.018 menjadi 3.451 kasus pada 2021 di semester yang sama,” ujar Teguh.

Menurut Teguh, penurunan angka tersebut dikarenakan turunnya besaran klaim pembayaran untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua, walaupun pada pembayaran jaminan kematian dan jaminan pensiun mengalami peningkatan.

Ia juga menuturkan, bahwa dalam masa PPKM darurat BPJS Ketenagakerjaan akan terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. warga tidak perlu datang ke kantor untuk mengajukan klaim pembayaran jaminan sosial, karena sudah disediakan layanan online 24 jam melaui lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id. “Kami terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, salah satunya kami sediakan layanan online untuk masyarakat yang akan mengajukan klaim, jadi ini akan sangat mempermudah masyarakat ditengah pandemi virus Covid-19,” tuturnya.

Selain itu, tambah Teguh, layanan berbasis online ini akan terhubung di semua jaringan nasional untuk memberikan pelayan terhadap masyarakat dengan cepat. Tidak hanya itu saja, BPJS Ketenagakerjaan, juga memberikan pelayanan langsung terbatas dengan sistem dropbox yang ada di kantor terdekat.

Sementara itu, Kepala BP Jamsostek KCP Kendal, Suriyadi menjelaskan, pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja mengalami penurunan dari 27 kasus senilai Rp 1,01 miliar menjadi 6 kasus Rp 641 juta, dan klaim jaminan hari tua dari 3.562 kasus senilai Rp 26,3 miliar menjadi 2.165 kasus Rp 25,6 miliar.

“Namun pada klaim jaminan kematian mengalami tren kenaikan dari 44 kasus Rp 1,5 miliar menjadi 84 kasus Rp 3,6 miliar, dan juga klaim jaminan pensiun dari 836 kasus Rp 429 juta menjadi 1.196 kasus Rp 817 juta. Jadi total pembayaran jaminan atau klaim di semester 1 tahun 2021 ini turun 1.018 kasus atau 4,71% dengan nominal Rp 1,3 miliar,” terang terang Suriyadi.

Suriyadi menambahkan, adapun bentuk klaim pembayaran, angka kepesertaan aktif di BPJS Ketenagakerjaan Kendal justru mengalami tren positif dimasa pandemi Covid-19. Namun pada kepesertaan dari pekerja migran Indonesia mengalami penurunan 76 persen dari 5.016 orang menjadi 2.840 orang.

Sedangkan kategori penerima upah, bukan penerima upah dan jasa kontruksi mengalami kenaikan 14-54 persen.

“Di masa pandemi kepesertaan dari pemberi kerja naik 7,4 persen, yaitu dari 2.278 menjadi 2.462. Maka dari itu, kita akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat, agar bisa menjadi peserta BP Jamsostek, sehingga kecelakaan kerja dan kematian masyarakat dapat terlindungi,” tutur Kepala BP Jamsostek KCP Kendal.

Red-HJ99/HR

Tinggalkan Komentar