Ketua PC GP Ansor Kendal : Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang Cederai Hati Rakyat Indonesia

0
36

Kendal, Harianjateng.com- Perusakan Masjid Miftahul Huda yang merupakan milik Jamaah Ahmadiyah Indonesia Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimatan Barat sungguh disayangkan, melihat negara kita yang dikenal sebagai rumah besar bagi pemeluk agama-agama dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kendal, Misbakhul Munir, Jumat (10/09/2021).

Menurut Ketua PC Ansor Kendal itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang dibangun diatas perbedaan suku, agama, ras dan budaya. Dimana negara Indonesia dikenal sebagai bangsa yang mengedepankan tepaslira dan saling menghargai perbedaan yang ada.

Ia menilai, pembakaran dan perusakan Masjid Ahmadiyah sangat menciderai bangsa Indonesia, melukai seluruh rakyat dan warga negara, dan terlebih bisa berpotensi kepada disintegrasi bangsa.

“Agama Islam tidak mengajarkan kekerasan terhadap sesama, harusnya kita memberikan rasa nyaman dan menghargai perbedaan sebagai fitrah dan sunnatullah, karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin, yang artinya menebar kasih sayang dan cinta diatas muka bumi,” tutur Misbakhul Munir yang sering disapa dengan Gus Munir itu.

Lanjut Gus Nunir, siapa pun punya hak untuk menyatakan keyakinannya secara hak individu atau pun kelompok yang sama dibawah naungan NKRI yang berdaulat berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Seluruh warga negara berhak mendapatkan keadilan dan perlakuan yang sama oleh negara, yang mana itu sesuai dengan sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Semoga kejadian tersebut jangan sampai terjadi lagi dikemudian hari, karena hal itu dapat menyebabkan perpecahan, untuk itu marilah kita sadari bersama, bahwa negara kita adalah negara besar yang menjunjung tinggi nilai nilai budaya luhur, terlebih mayoritas bangsa ini adalah bangsa yang memeluk agama, yang mana sudah seharusnya nilai religius sebagai penganut agama dan pengamalan ajaran agama lebih beradab dalam mengambil keputusan,” harap Gus Munir.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal juga berharap, baik kepada pemerintah dan semua pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut, dengan cara bijaksana dan melindungi hak setiap pemeluk agama dan keyakinannya masing-masing demi menjaga keutuhan NKRI.

Red-HJ99/HR

Tinggalkan Komentar