Hadapi Era Digital, Direktur KSKK Madrasah Minta 5 Hal Diperhatikan Modul Pendampingan

0
10

Bali, Harianjateng.com – Ada lima keterampilan era-digital yang harus dibekalkan kepada murid-murid madrasah, agar lulusannya  kompatibel dengan perkembangan zamannya. Yaitu, literasi informaasi, komunikasi, keterampilan pengembangan konten, menjaga keamanan,  serta ketearampilan pemecahan masalah.

 

Lima keterampilan tersebut perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran di madrasah. Jadi, modul-modul yang sedang dikembangakan ini harus dapat memaksa guru-guru dan murid-murid bersentuhan dengan Teknologi Informasi dan Komuniakasi (TIK) secara beradab.

Hal itu disampaikan Direktur KSKK Madrasah, Moh. Isom, ketika memberi sambutan pada kegiatan penyusunan modul pendampingan  implementasi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab ( Angkatan ke-3) di Bali, 25 Oktober 2021.

Beliau menjelaskan, bahwa   literasi informasi dan literasi data ini terkait dengan kemampuan mencari, memilih, memilah, menyeleksi, mengevaluasi, dan mengelola data dan informasi.

“Murid-murid harus diajari cara memastikan informasi yang benar dan valid itu seperti apa, bagaimana melacak dan mengkonfirmasinya. Tidak main shar-share saja”.  Katanya.

Sedangkan komunikasi dan kolaborasi ini terkait dengan keterampilan berinteraksi, berbagi, terlibat, dan bekerja sama melalui teknologi digital. Selain itu juga mensyaratkan pemahaman dan keterampilan mengelola identitas digital serta penghormatan etika dunia digital.

Moh. Isom merinci lagi, bahwa kemampuan mengembangkan konten digital mencakup keterampilan pengembangan, integrasi, dan reelaborasi konten digital. Kompetensi ini juga mencakup pemahaman hak cipta, lisensi, pemograman. Jadi murid-murid madrasah harus diajari menghargai hak cipta intelektual, ide dan gagasan orang lain, disamping kemampuan menciptakan konten digital secara kreatif dan inovatif.

“Murid-murid madrasah juga harus dibiasakan menjaga keamanan dan kenyamanan dalam mengunakan media komuikasi. Hal ini terkait dengan kemampuan menjamin pelindungan terhadap gawai, data dan kerahasiaan, bahkan kesehatan diri, dan lingkungan sekitar di mana ia belajar”. Imbuhnya.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah, keterampilan memecahkan dan mengatasi persoalan secara teknis. Keterampilan ini berhubungan dengan kemampuan mengidentifikasi kebutuhan dengan respons teknologi yang diperlukan, kreatif dalam penggunaan teknologi digital, serta mampu mengidentifikasi kekurangan teknologi digital.

“ Lima keterampilan era digital ini, jika dikuasai dan dibalut dengan nilai-nila religiusitas agama akan sangat baik pengaruhnya bagi kehidupan berbangsa dan beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Ini yang kita harapkan dari para lulusan madrasah ke depan”. Pungkasnya.

Dalam sambutan laporannya, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi pada Direktorat KSKK Madrasah, Ahmad Hidayatullah menyampaikan, bahwa penyusunan modul pendampingan  implementasi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab kali ini adalah angkatan ke-3.

Angkatan terakhir dari yang diprogramkan KSKK Madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh para penyusun modul dari unsur praktisi pendidikan yaitu guru, pengawas dan kepala madrasah, serta unsur akademisi dari perguruan tinggi sesuai bidang keahlian masing-masing. Baik ahli konten maupun metodolegi dan teknologi pembelajaran. Bahkan kegiatan kali ini menghadirkan nara sumber dosen dari ITB STIKOM Bali.

Red-HJ99/Imam

Tinggalkan Komentar