Perkembangan Futsal di Indonesia dan Prestasi Pemain

0
0

Harianjateng.com- Era globalisasi sekarang ini banyak sekali masyarakat yang tidak peduli akan pentingnya olahraga, karena mereka lebih sibuk dengan pekerjaan mereka. Sehingga mereka lalai pada kesehatan tubuh. Disini olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani.

Olahraga asli dari berbagai daerah di Indonesia, mungkin belum terkenal di tingkat nasional namun cukup populer di daerah asalnya. Khazanah budaya bangsa yang sebaiknya tetap diperhatikan dan di bina sebelum habis punah dilanda oleh arus globalisasi, terutama oleh permainan era digital dengan menggunakan perangkat komputer.

Futsal, olahraga sepak bola dalam ruangan, kini semakin digemari di kota-kota besar Indonesia. Olah raga ini memungkinkan area dengan lahan yang sempit memberikan fasilitas yang hampir mirip dengan lapangan rumput sepak bola. Futsal merupakan solusi bagi kota-kota besar yang terbatas area terbukanya. Bahkan futsal sudah dipertandingkan secara internasional baru-baru ini. Bermain futsal sungguh mengasyikkan, semua orang bisa mengikutinya hanya dengan menyewa lapangan futsal yang kini banyak tersedia, salah satunya, di Jakarta.

Tidak perlu harus ahli dahulu untuk mengikuti olah raga ini, bahkan banyak digunakan untuk acara sosialisasi saja. Tetapi bagaimanapun futsal merupakan olah raga yang perlu penanganan tepat terutama dalam pelaksanaannya. Karena salah-salah ingin sehat malahan membuat penyakit. Penting untuk memperhatikan mulai dari kostum (terutama sepatu) dan pemanasan, permainan dan pendinginan. Oleh karena itu, disini kami akan menjelaskan tentang bagaimana olah raga futsal yang baik dan benar. Sehingga nantinya tidak ada kesalahan dalam memainkannya.

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brazil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brazil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brazil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brazil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brazil. Brazil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984. Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brazill, tahun 1982, berakhir dengan Brazil di posisi pertama. Brazil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.

Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.

Futsal di Indonesia merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup populer di Indonesia. Namun, bagaimana awal mula sejarah futsal di Indonesia. Bisa dibilang sejarah Futsal sudah cukup lama ada di Indonesia. Perjalanan futsal dimulai pada tahun 1998-1999 diprakarsai oleh Prof. Juan Carlos Ceriani, seorang pria berkebangsaan Argentina. Tetapi baru pada tahun 2002 Futsal diakui secara resmi di Indonesia ketika negeri ini didaulat sebagai penyelenggara putaran final kejuaraan Futsal tingkat Asia di Jakarta oleh AFC (ASIAN Football Conference) .

Meski terbilang masih baru, namun olahraga ini cukup banyak dijumpai di berbagai wilayah. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lapang futsal yang di bangun di banyak kota.

Pada mulanya, kompetisi musiman Futsal di Indonesia bernama Indonesia Futsal League (IFL) dan Liga Futsal Wanita Indonesia (LFWI). Tetapi pada tahun 2015, IFL berganti menjadi Pro Futsal League (PFL) dan LFWI berganti nama menjadi Women Pro Futsal League (WPFL). Ada beberapa nama yang berjasa terhadap perkembangan futsal di Indonesia. Nama-nama seperti almarhum Wandy Batangtaris, anggota Komite Futsal FIFA dan almarhum Ronny Pattinasarani disebut sebagai pelopor dan pengembang futsal di Indonesia.

Ada satu nama lagi saat ini yang sangat serius memajukan olahraga futsal yakni Hary Tanoesoedibjo. Pada masa Pro Futsal League (PFL) olahraga Futsal di Indonesia banyak digemari oleh masyarakat awam. Salah satu faktornya yakni karena pertandingan futsal banyak disiarkan di stasiun televisi swasta nasional. Sejak saat itu Futsal banyak menjadi perhatian berbagai lapisan masyarakat dan media. Ketua FFI pada masa itu, Hary Tanoesoedibjo memiliki peran penting terhadap kemajuan Futsal di Indoensia. FFI banyak menyelenggarakan turnamen di berbagai kabupaten hingga provinsi.

Hal tersebut dilakukan agar futsal benar-benar semakin memasyarakat. Kini olahraga Futsal semakin berkembang di Indonesia. Timnas Futsal Indonesia berada di 10 besar Peringkat Asia di posisi 10 dan menjadi big 4 di Asia Tenggara bersama Thailand, Vietnam dan Australia.

Perkembangan futsal saat ini tentu tidak terlepas dari orang-orang dan pemain yang mengharumkan nama Indonesia. Hingga saat ini telah banyak pemain Indonesia yang cukup berprestasi dalam dunia olahraga futsal. Banyak prestasi membanggakan dari beberapa kompetisi yang diikuti oleh timnas futsal Indonesia, hal tersebut karena perjuangan dan semangat dari para pemainnya.

Berikut 5 pemain terbaik Indonesia:
1. Bambang Bayu Saptaji
Nama Bayu sudah tidak asing lagi di Indonesia, ia sudah mengikuti berbagai kompetisi maupun turnamen futsal tanah air, bahkan ia dianggap sebagai flank terbaik di Indonesia hingga saat ini. Sebagai seorang flank, ia dikenal memiliki kemampuan dribble dengan kecepatan tinggi. Kemampuannya itu didukung oleh visi dan kecerdasan yang ia miliki, sehingga jarang sekali melihat Bayu kehilangan bola. Dengan kempuan yang dimiliknya Bayu selalu diminta untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Bahkan panggilan timnas Indonesia sudah ia dapatkan semenjak tahun 2012 ketika ia masih berumur 20 tahun. Hingga saat ini Bayu masih menjadi salah satu andalan timnas Indonesia. Dalam level klub, Bayu pernah bergabung dengan beberapa klub papan atas Indonesia, seperti Electric PLN, Libido, dan Vamos Mataram. Ia juga pernah ikut bergabung dengan klub asal Tiongkok dan Dahlian Yuan Dynasty pada tahun 2014 lalu.

2. Jailani Ladjanibi
Jailani merupakan salah satu pemain senior timnas futsal Indonesia, ia juga sangat aktif bermain di level klub. Semenjak 2005 hingga saat ini Jailani selalu diminta untuk bergabung dengan timnas Indonesia dalam berbagai kompetisi. Karir Jalaini dalam bermain futsal memang sudah sangat panjang, tak heran jika ia memiliki banyak pengalaman yang membuatnya didaulat sebagai kapten tim nasiaonal. Meski sudah cukup senior dalam futsal timnas, namun ia tetap tergabung dengan klub lain yaitu IPC Pelindo. Sebab ia memiliki kecepatan, teknik dan stamina yang dibilang tak kalah dengan para pemain yang berusia lebih muda. Selain itu Jailani merupakan sosok yang sangat tenang ketika bermain futsal.

3. Ardiansyah Runtuboy
Ardiansyah merupakan salah satu pemain futsal yang berasal dari Papua, dengan usia yang masih tergolong muda yaitu 20 tahun Ardiansyah merupakan pendatang baru didalam dunia futsal, walaupun demikian ia mampu menarik perhatian rakyat Indonesia dengan gaya bermain bebas yang menjadi ciri khas nya, atau didalam dunia futsal lebih dikenal dengan sebutan freestyle.

4. Randy Satria
Randy Satria merupakan salah satu pemain timnas futsal Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat, mula nya Randy sering bermain sepak bola dan bola takraw namun akhirnya ia mencoba untuk menekuni futsal ketika futsal mulai banyak diminati di Padang. Pada tahun 2012 Randy tergabung bersama tim Pekan Olahraga (PON) Sumatera Barat dan berhasil meraih medali emas, pada kompetisi ini Randy tampil sangat memukau dan akhirnya direkrut oleh Electric PLN. Ditahun yang sama Randy juga tergabung dengan IPC Pelindo II Jakarta. Di tim inilah prestasi demi prestasi berhasil ia raih.
5. Andri Kustiawan

Andri Kustiawan atau biasa dikenal dengan julukan nya The Tracrot sangat terkenal dengan kempuannya dalam menjebol jala lawan. Sang legendaris futsal Indonesia, Venhard Hutabarat pernah meminta Andri untuk bergabung dengan tim Elektric PLN yang ia latih saat itu. Hal itu membuktikan bahwa Adri merupakan salah satu timnas futsal Indonesia yang sangat berkualitas dimulai semenjak 2012.

Penulis : Tania Dewi Lestari

Red-HJ99/KM

Tinggalkan Komentar