Masa Pandemi Menjadi Berkah Tersendiri Bagi Usaman

0
7

Temanggung, Harianjateng.com- Selama pandemi virus  Covid-19 banyak sektor usaha terdapak cukup parah, seperti menurutnya omset pendapatan yan disebabkan oleh berkurangnya pesanan, dan harga bahan yang semakin naik dan langka, begitu pula dengan pasar penjualan yang mulai menghilang, namun tidak berlaku bagi Usman sang pengusaha ikan hias.

Sebelum memulai usaha ikan hias ini  Usman adalah seorang kuli bangunan di Jakarta yang berhenti akibat dampak dari pandemi. Setelah beberapa bulan di rumah Usman berinisiatif membuka Toko ikan hias yang di berinama OT Fish yang berada di RT1/RW4 Desa Danurejo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

Toko ikan OT Fish ini menyediakan berbagai jenis ikan hias seperti chana, cupang, gapy dan beberapa jenis ikan lainnya, dan juga menjual peralatan atau asesoris ikan hias seperti pasir malang, batu karang, tenk dan sebagainya.

Disampaikan oleh Usman bahwa saat ini dirinya beralih profesi menjadi penjual ikan hias lantaran minimnya pekerjaan dimasa pandemi. “Masa pandemi sulit untuk mencari kerja, akhirnya saya berinisiatif untuk berjualan ikan hias,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media di rumahnya, Rabu (24/11/2021).

Ia juga mengatakan, bahwa setelah menjalani menjadi seorang penjual ikan hias memiliki berkah tersendiri, karena hasilnya lebih jauh lebih baik.

Menurut Usman, untuk saat ini, ada beberapa ikan yang sedang laris dan naik daun,  yaitu  seperti chana pulchra, chana maru dan sejenisnya. Ikan chana adalah sebuah ganus ikan predator dalam keluarga channidae yg berasal dari habitat air tawar di asia.

Ia menerangkan, untuk perawatan ikan hias di OT Fish ini secara rutin mengganti air pada setiap minggunya, dan apabila ada ikan yg sakit biasanya cuma dikasih garam ikan dan hiter.

Untuk setrategi penjualan, Usman memanfaatkan media online seperti, fecebook, instagran, whatsAap. Untuk pengepakkan  pengiriman biasanya menggunakan seterofom, agar ikan tetap sehat dan  hidup sampai tujuan. Sedangkan jika ikan  mati dalam perjalanan        biasanya uang yang sudah dikirim akan dikembalikan, dan pembeli hanya membayar peking dan ongkir.

Modal awal untuk mendirikan usaha ikan hias ini, Usman mengaku telah mengeluarkan uang kisaran 5 samoai 6 juta.

Usman juga mengungkapkan hambatan-hambatan yang dilalui, seperti ikan mati dan ikan terkena penyakit, di karenakan kurangnya pengalaman memelihara ikan hias. Namun, setelah belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, kini usaha ikan hias Usman semakin berkembang yang tadinya hanya berjualan beberapa jenis ikan hias, sekarang beragam jenis ikan hias dengan omset perbulannya mencapai 3-4 juta.

Usman mengaku berjualan ikan hias memiliki banyak peluang besar, karena  ikan hias bisa diminati oleh semua kalangan, mulai dari anak anak, remaja hingga orang tua, mengingat perawatan memelihara ikan hias itu sangatlah mudah.

Red-HJ99

Tinggalkan Komentar