Dosen INISNU Raih Doktor di Unwahas

0
3

Semarang, Harianjateng.com – Bertempat di ruang rapat Rektorat Universitas Wahid Hasyim Semarang, Husna Nashihin dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung berhasil mempertahankan disertasi bertajuk Model Pendidikan Islam pada Lansia (Studi di Pondok Pesantren Sepuh Magelang, Taman Lansia Al-Jadid Fisabillah Yogyakarta, dan Pesantren Lansia Permata Yogyakarta) pada Jumat siang (17/12/2021).

 

Husna lulus dari Prodi S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim di hadapan dewan penguji yaitu Ketua Sidang Prof Dr H. Mudzakkir Ali, MA., Sekretaris Penguji Prof Dr. Mahmutarom HR, SH., MH., penguji Prof Dr H Maragustam Siregar, MA., Prof Dr H. Sangkot Sirait, M.Ag., Dr Hj Sari Hernawati, S.Ag., M.Pd., Dr. Hj. Ifada Retno Ekaningrun, M.Ag., dan Dr H Nur Cholid, M.Ag., M.Pd.

Dalam disertasinya, Husna meneliti dengan beberapa latar belakang. Pertama, adanya ledakan jumlah lansia. Kedua, pendidikan Islam merupakan hak bagi lansia. Ketiga, belum adanya konstruksi ideal model pendidikan Islam pada lansia di Pondok Pesantren Sepuh Magelang. Keempat, diferensiasi model pendidikan Islam pada lansia di Pondok Pesantren Sepuh Magelang. Kelima, belum ada penelitian pengembangan model pendidikan Islam pada lansia di ketiga objek penelitian.

Temuan riset disertasi Husna itu menghasilkan pengembangan model pendidikan Islam pada lansia berbasis pada temuan di ketiga pondok pesantren menghasilkan model pendidikan Islam lansia integratif berbasis tasawuf-ecospiritualism dengan produk yang dihasilkan berupa panduan model pendidikan Islam lansia integratif berbasis tasawuf-ecospiritualism.

Riset R and D terkait pengembangan model pendidikan Islam pada lansia pada ketiga pondok pesantren yang dilakukan Husna itu diakui memiliki kelemahan yaitu pada penekanan model kurikulum, model lingkungan belajar, dan model pengelolaan pendidikan Islam pada lansia yang masih dilaksanakan secara parsial.

“Pondok pesantren untuk lansia masih sangat minim. Secara regulatif juga belum ada penerapan model pendidikan Islam pada lansia di Indonesia. Model ini sangat layak untuk bisa diterapkan di pondok pesantren pada lansia,” beber Husna.

Model pendidikan Islam pada lansia integratif berbasis tasawuf-ecospiritualism ini ditegaskan Husna merupakan temua baru. “Jangankan yang model pendidikan Islam berbasis tasawuf-ecospiritualism, yang meneliti model pendidikan Islam pada lansia masih minim,” tegas dia.

Husna yang juga Ketua Lembaga Penjamin Mutu INISNU Temanggung ini lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,8 dan merupakan doktor kelima dari Program Studi S3 PAI Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Red-HJ99/Ibda

Tinggalkan Komentar