Tantangan Bagi Perkembangan Sosial Anak Usia Dini di Masa Pandemi

0
2
Oleh Septa Eka Permatasari Mahasiswi PIAUD INISNU Temanggung

Temanggung, Harianjateng.com- Perkembangan sosial anak usia dini di masa pandemi ini memang menjadi kekhawatiran tersendiri. Pandemi membuat anak tidak bisa bermain sebebas sebelumnya. Padahal, bermain adalah bagian penting dalam perkembangan fisik dan sosial anak. Oleh karena itu, butuh cara tersendiri agar perkembangan sosial si Kecil tetap optimal. Cukup banyak tantangan yang dihadapi anak selama pandemi Covid-19.

 

Risiko sakit, terbatasnya ruang gerak dan interaksi sosial, juga meningkatnya tingkat stres orang tua. Semua itu bisa memengaruhi perkembangan sosial anak usia dini.Akibatnya, anak juga dapat mengalami stres, yang akan meningkatkan risiko gangguan pada perkembangan otak, kognisi jangka panjang, kesehatan mental dan fisik, serta kemampuan bekerja ketika ia dewasa.

Namun, jangan khawatir, meski dirumah saja, masih banyak hal yang bisa kita upayakan untuk mendukung perkembangan sosial anak. Ketika anak tidak bisa bermain di luar bersama teman-temannya, Ibu dan Ayah bisa mengajaknya melakukan aktivitas lain yang tak kalah mengasyikkan. Usia sekolah (2-6 tahun) adalah masa kanak-kanak. yang masih bergantung kepada orang tua, sekaligus menjadi individu muda yang berperan aktif dalam keluarga dan komunitas. Pada periode ini, terjadi penguatan pada sel-sel otak si Kecil yang berhubungan dengan kognisi, kemampuan sosial, dan bahasa. untuk mendukung proses tersebut, ajak si Kecil agar tetap bisa berinteraksi dengan teman sebayanya, meski tidak bertatap muka langsung.

Untuk mendukung perkembangan sosial anak usia dini, dengan bantuan teknologi, kegiatan bisa Ibu lakukan di rumah bersama si Kecil diantaranya Mengikuti kelas dongeng daring, Anak usia sekolah juga tetap bisa menikmati dan mendapat manfaat dari mendengarkan atau belajar mendongeng. Nah, masa pandemi ini adalah masa yang tepat untuk memperkenalkan si Kecil pada dongeng digital. Menurut penelitian, mendongeng bisa mendukung kemampuan belajar anak. Anak didorong untuk mempersiapkan dan mengekspresikan ide dan pengetahuan mereka.

Hal ini akan membantu mereka mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, serta memperkuat kemampuan literasi mereka. Banyak sekali kelas mendongeng daring yang bisa diikuti, misalnya kelas-kelas Ayo Dongeng Indonesia atau Rumah Dongeng Mentari. Ibu bisa mengajak si Kecil mendengarkan dongeng atau mendaftarkannya di kelas mendongeng.

Melakukan virtual show. Si Kecil hobi menyanyi, menari, atau memainkan peran? Yuk, ajak teman dan keluarga yang punya anak sebaya untuk membuat virtual show. Di ajang tersebut, si Kecil bebas unjuk bakat dan kebolehan. Jika si Kecil cenderung pemalu , Ibu bisa juga membuat pameran hasil karya anak secara daring. Misalnya, ia bisa menampilkan hasil gambarnya, karya origami, lego, atau hasil karya yang lain.

Membuat kerajinan tangan, Ibu juga bisa mengajak si Kecil dan teman-teman atau saudara untuk membuat kerajinan tangan bersama secara virtual. Misalnya, belajar membuat origami yang ternyata banyak manfaatnya. Melipat kertas menjadi aneka bentuk bisa merangsang kemampuan integrasi visual-motorik, kognisi, hingga cara berpikir matematis anak. Saat membuat origami, tiap tahapan harus dilalui dengan tepat agar origami terbentuk sesuai harapan. Tidak heran bila origami dianggap memberikan pengalaman yang unik kepada anak, dengan memadukan matematika dan seni.

Bermain secara daring. Si Kecil bosan di rumah dan ingin bermain dengan teman? Ibu bisa mengajaknya bermain board game daring yang bisa dimainkan bersama teman-teman, seperti monopoli, scrabble, dan ludo. Bisa juga cerdas cermat dan tebak gambar. Permainan seperti ini cocok untuk anak usia sekolah, karena bisa merangsang kemampuan memainkan peran, ketangkasan, dan kreativitas si Kecil.

Ternyata banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk si Kecil meski di rumah saja. Ibu bisa tetap dampingi si Kecil saat beraktivitas agar pembelajaran dan percakapan antara Ibu dengan si Kecil tetap terjalin. Selain kegiatan ini, Ibu bisa tetap penuhi kebutuhan nutrisinya dengan asupan makanan harian yang bergizi dan seimbang.

Sambil bermain, Ibu juga bisa memberikan segelas susu kesukaannya. Dengan asupan bernutrisi yang tepat, dapat mendukung pencernaan anak lebih baik, sehingga ia dapat berpikir lebih kreatif, dan suasana hatinya terus terjaga baik saat berkegiatan di rumah.

Red-HJ99

Tinggalkan Komentar